home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Posisi Seks yang Dapat Dilakukan Sambil Menggunakan Sex Toys

5 Posisi Seks yang Dapat Dilakukan Sambil Menggunakan Sex Toys

Sex toys merupakan alat bantu yang dapat diandalkan untuk menambah gairah saat berhubungan intim. ‘Mainan’ ini juga bisa membantu mengoptimalkan penetrasi ketika Anda mencoba posisi seks di mana penetrasi dalam tidak memungkinkan. Lalu, apa saja posisi seks yang dapat dicoba saat menggunakan sex toys?

Beragam posisi seks dengan memakai sex toys

Sex toys terdiri dari berbagai jenis, bentuk, dan kegunaan. Beberapa contoh yang paling umum digunakan antara lain dildo, vibrator, butt plug (sumbat anus), dan cock ring (cincin penis).

cara pakai vibrator

Berikut adalah sejumlah posisi yang dapat dikombinasikan dengan jenis sex toys tersebut:

1. Posisi misionaris menggunakan vibrator

Posisi misionaris adalah posisi seks yang paling dasar dan sederhana, tapi pasangan biasanya lebih sulit mencapai klimaks. Menggunakan sex toys seperti vibrator akan membantu pasangan mencapai orgasme lebih cepat saat melakukan posisi seks ini.

Pada posisi misionaris, wanita berbaring telentang sambil melebarkan kaki, sedangkan pria berada di atasnya. Pria lalu dapat memasukkan vibrator ke dalam vagina secara perlahan hingga mendekati klimaks, dan menuntaskannya dengan penetrasi penis.

2. Posisi misionaris menggunakan cock ring

Penularan hepatitis C melalui hubungan seksual

Rangsangan seksual akan meningkatkan aliran darah menuju penis dan menyebabkan ereksi. Fungsi cock ring adalah menahan aliran darah balik dari penis sehingga penis bisa mengalami ereksi lebih lama. Alat ini juga diyakini bisa meningkatkan sensasi saat ejakulasi.

Para pria pada dasarnya bisa menggunakan sex toys ini dalam posisi apa pun. Namun, sebagai awalan, cock ring dapat dipakai ketika Anda berhubungan intim dengan posisi misionaris. Lepaskan menjelang ejakulasi dan jangan menggunakannya terlalu lama.

3. Posisi doggy style menggunakan vibrator

Ingin semakin menambah panas suasana kamar? Maka, doggy style adalah salah satu posisi seks yang layak dicoba. Anda bahkan bisa membuat posisi ini menjadi lebih menggairahkan lagi dengan menggunakan sex toys seperti vibrator.

Caranya, wanita bertumpu pada kedua lutut dan tangan. Pria lalu memasukkan vibrator ke dalam vagina secara perlahan. Mendekati orgasme, pria dapat melakukan penetrasi dengan penis. Penetrasi tentu bisa lebih keras dan dalam karena stamina pria belum banyak terkuras.

4. Posisi spooning menggunakan dildo

Spooning adalah posisi ideal bagi Anda yang sedang ingin menikmati momen intim bersama pasangan tanpa menguras banyak tenaga. Namun, posisi ini juga memiliki kekurangan, yakni penetrasi tidak cukup dalam karena gerak tubuh sangat terbatas.

Anda bisa menyiasati posisi seks ini dengan menggunakan sex toys berupa dildo. Berbaringlah menghadap ke samping dengan pria berada di belakang wanita. Sambil merengkuh, sang pria lalu memainkan dildo pada vagina pasangannya sebagai ganti penetrasi penis.

mencoba seks anal

5. Posisi seks anal menggunakan butt plug

Seks anal merupakan salah satu gaya seks yang paling sulit dan berisiko, baik bagi pria maupun wanita. Pasalnya, anus tidak memproduksi cairan sebanyak vagina untuk melumasi, melindungi, dan membersihkan permukaannya.

Butt plug adalah sex toys berbentuk sumbat yang dapat digunakan untuk menggantikan penetrasi penis pada anus. Alat ini bisa dipakai dalam berbagai posisi sesuai keinginan. Dengan memanfaatkan butt plug, Anda bisa menikmati seks anal dengan risiko yang lebih kecil.

Masih kerap dianggap tabu, sex toys sebenarnya begitu bermanfaat bagi aktivitas seksual. Alat ini membantu meningkatkan gairah seksual, memicu produksi cairan yang melubrikasi organ intim, hingga memperdalam penetrasi pada beberapa posisi seks.

Cobalah menjelajahi kehidupan seksual Anda bersama pasangan dengan melakukan beragam posisi seks sambil menggunakan sex toys. Siapa tahu, cara ini mungkin akan meningkatkan keintiman dan kehamornisan hubungan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sex toys – the low down. https://playsafe.health.nsw.gov.au/2018/03/19/sex-toys-the-low-down/ Diakses pada 16 Oktober 2019.

10 Sex Toys for Women and Men and How to Use Them. https://www.advocate.com/love-and-sex/2018/10/05/10-sex-toys-and-how-use-them#media-gallery-media-2 Diakses pada 16 Oktober 2019.

5 Sex Questions You Were Afraid to Ask, Answered. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/questions-about-sex-ed Diakses pada 16 Oktober 2019.

The One Sex Toy You’re Afraid of for No Reason. https://greatist.com/live/how-to-use-a-cock-ring#1 Diakses pada 16 Oktober 2019.

What Is Spooning? Here’s How to Do It — and Exactly Why It’s So Awesome. https://www.menshealth.com/sex-women/a23645037/what-is-spooning/ Diakses pada 16 Oktober 2019.

The health benefits of sex toys. https://patient.info/news-and-features/sex-toys-health-benefits-for-women-men Diakses pada 16 Oktober 2019.

This Is How Sex Toys Can Fix Painful Sex. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/painful-sex-treatment#1 Diakses pada 16 Oktober 2019.

How Sex Toys Impact Relationships. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-truth-about-exercise-addiction/201705/how-sex-toys-impact-relationships Diakses pada 16 Oktober 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 11/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x