Sering Bikin Wanita Cemas, Ini 4 Mitos Seputar Seks Setelah Menopause

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 April 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan hormon saat memasuki masa menopause berpengaruh terhadap kehidupan seksual. Anda mungkin pernah mendengar bahwa libido wanita akan menurun seiring pertambahan usia, atau hubungan seks setelah menopause akan selalu terasa menyakitkan. Anggapan seperti ini beredar dengan luas dan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang tengah memasuki masa menopause.

Namun, benarkah demikian? Ataukah semuanya hanyalah mitos?

Ragam mitos seputar seks setelah menopause

Fungsi dan gairah seksual Anda memang dapat terpengaruh oleh menopause. Akan tetapi, Anda tidak perlu cemas. Berikut adalah berbagai mitos seputar seks usai menopause yang perlu Anda pahami.

1. Gairah dan libido berkurang

Menopause memengaruhi libido dengan beberapa cara. Selama menopause, hormon estrogen berkurang sehingga gairah seksual ikut menurun. Pertambahan berat badan dan keluhan yang muncul saat menopause juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada beberapa wanita. Ini berdampak pada hilangnya minat untuk berhubungan seks setelah menopause.

Meski begitu, penurunan libido tidak selalu terjadi karena efek menopause bisa berbeda pada setiap wanita. Ada sejumlah wanita yang bahkan mengalami peningkatan libido sekalipun telah memasuki masa berhentinya menstruasi.

2. Selalu sakit ketika berhubungan

Penurunan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan produksi cairan vagina turut berkurang. Kondisi ini juga membuat bukaan vagina menjadi rapat dan ruang di dalamnya memendek. Akibatnya, Anda akan lebih mudah merasa sakit dan mengalami perdarahan saat berhubungan seksual.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa memiliki kehidupan seks yang menggairahkan setelah menopause. Anda dapat menggunakan pelumas, menjalani terapi hormon, atau menggunakan obat tertentu agar hubungan seksual dapat dilakukan dengan lebih mudah tanpa menimbulkan rasa sakit.

3. Pasangan tidak mengerti kondisi Anda

Beberapa wanita mungkin beranggapan bahwa pasangannya tidak akan memahami kondisinya sehingga mereka memilih menutup diri. Padahal, kehidupan seksual berperan penting dalam keharmonisan hubungan. Mengutip laman Menopause, wanita sebenarnya masih ingin menjalani aktivitas seksual walaupun tidak lagi berada dalam usia produktif.

Bantulah pasangan Anda untuk memahami kondisi Anda dengan mengajaknya bicara. Sampaikan keluhan yang Anda rasakan serta apa yang Anda harapkan. Dengan begitu, Anda dapat menemukan solusi terbaik dalam menghadapi berbagai masalah seputar seks setelah menopause.

sudah menopause bisa hamil lagi

4. Terapi hormon adalah kunci utama

Terapi hormon melibatkan pemberian hormon estrogen atau kombinasi hormon estrogen dengan progestin untuk menangani keluhan akibat menopause. Keluhan ini termasuk menurunnya keinginan untuk berhubungan seks setelah menopause. 

Anda sebenarnya dapat menggunakan cara lain untuk mengatasi keluhan saat menopause selain dengan terapi ini. Misalnya dengan mengonsumsi obat yang disarankan dokter atau dengan cara alami.

Guna mengatasi libido yang menurun, kenali lebih dulu penyebabnya. Libido yang menurun karena penyebab psikologis biasanya dapat diatasi melalui konseling pernikahan dengan seorang ahli.

Keempat mitos tersebut seringkali menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang memasuki masa menopause. Padahal, siklus menstruasi yang berakhir tidak membuat kehidupan seksual Anda juga berakhir. Dengan cara penanganan yang tepat, Anda tetap dapat memiliki kehidupan seks yang berkualitas bahkan setelah menopause.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-ciri Hormon Estrogen Terlalu Rendah Pada Wanita

Hormon estrogen berfungsi mengatur tumbuh kembang remaja perempuan selama puber dan selama kehamilan. Apa akibatnya jika perempuan kekurangan hormon ini?

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Memasuki Usia 40-an? Begini Cara Bersiap-siap Menghadapi Menopause

Tak semua wanita dapat dengan mudah melewati masa menopausenya. Berikut beberapa persiapan untuk menghadapi gejala menopause muncul.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Wanita, Menopause 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenali Ciri-ciri Andropause, ‘Menopause’ Pada Pria

Apakah Anda merasa tidak bergairah? Jangan khawatir dulu. Mungkin Anda sedang mengalami gejala andropause? Cek di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Konten Bersponsor
seks memperlambat menopause
Kesehatan Wanita, Menopause 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
gangguan cemas dan masalah tidur saling berkaitan

Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit