Apakah Aman Pakai Pelumas Seks Sering-Sering?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pelumas kerap jadi penolong saat vagina terasa kering sehingga penis lebih mudah masuk dan seks tidak terasa sakit. Oleh karenanya, pelumas mungkin menjadi produk wajib saat seks bagi sebagian orang. Namun, adakah efek samping yang akan dirasakan jika pakai pelumas sering-sering?

Amankah menggunakan pelumas sering-sering?

cara pakai pelumas untuk hubungan intim

Menurut penelitian yang terbit dalam Journal Sexual Medicine, pelumas faktanya membuat seks jauh lebih memuaskan dan menyenangkan.

Semakin basah vagina Anda, akan semakin licin jalan masuk untuk penetrasi. Dengan begitu, gesekan akan semakin sedikit sehingga mengurangi rasa sakit yang mungkin muncul.

Namun ketika membicarakan seberapa sering harusnya memakai pelumas, keputusan kembali lagi pada masing-masing orang.

Pada dasarnya kita boleh memakai pelumas sesering yang diperlukan. Seks itu sendiri bukanlah kegiatan yang bisa ditakar kuantitasnya. Artinya, setiap orang bisa melakukan seks sesering atau sejarang yang diinginkan.

Kecil kemungkinannya pakai pelumas sering-sering akan berdampak buruk pada area genital pria dan wanita. Pasalnya, pelumas memang jadi salah satu produk yang direkomendasikan dipakai bersama kondom untuk mencegah penyakit kelamin.

Namun sebaiknya, Anda pelajari terlebih dahulu mana pelumas yang cocok untuk dipakai sering-sering. Pelumas umum dibuat dari bahan dasar yang aman seperti air, minyak, atau silikon. Setiap jenis pelumas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pelumas minyak dan silikon misalnya tidak cocok digunakan bersama kondom karena dapat merusak karetnya. Ada pula jenis pelumas yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi.

Pilih pelumas yang tepat

pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Pakai pelumas sering-sering memang aman tetapi Anda tetap perlu teliti saat membelinya. Pasalnya, pelumas berkualitas baik bisa dipertimbangkan dari beberapa aspek berikut, yaitu:

Kandungan bahan dasar

Dilansir dari International Society for Sexual Medicine, ada beberapa kandungan pelumas yang tersedia dan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, yaitu:

Berbahan dasar air

Pelumas berbahan dasar air biasanya banyak dipakai karena mudah dibersihkan dan harganya cenderung tidak terlalu mahal. Sayangnya, pelumas jenis ini tidak bertahan lama dan perlu sering dioles kembali untuk menjaga kelembapan.

Berbahan dasar silikon

Pelumas berbahan dasar silikon cenderung mampu melembapkan lebih lama dari air. Namun, pelumas jenis ini sulit untuk dibilas. Hal ini mungkin akan merepotkan Anda apalagi jika setiap seks Anda sering pakai pelumas.

Berbahan dasar minyak

Pelumas berbahan dasar minyak biasanya harus digunakan dengan lebih hati-hati. Pasalnya, pelumas ini bisa melemahkan lateks pada kondom sehingga membuatnya menjadi lebih mudah bocor atau robek. Akibatnya, peluang untuk hamil lebih besar begitupun dengan penularan infeksi menular seksual.

Berbahan dasar petroleum

Pelumas berbahan petroleum biasanya berupa minyak mineral atau baby oil. Sayangnya pelumas  ini bisa menyebabkan iritasi atau peradangan bagi sebagian wanita.

Memiliki ph yang sama dengan vagina

Idealnya, pelumas sebaiknya memiliki pH yang sama dengan vagina yaitu sekitar 3,8 sampai 4,5. Ketika pelumas memiliki pH di atas 4,5, risiko infeksi bakteri vagina akan meningkat apalagi jika sering pakai produk ini.

Untuk menemukan produk yang tepat, mintalah rekomendasi dokter untuk memilihkan produk mana yang punya pH ideal.

Osmolalitas yang pas

Osmolalitas adalah kemampuan suatu zat untuk menarik kelembapan dari jaringan dan sel. Paparan pelumas dengan osmolalitas yang lebih tinggi dari cairan normal bisa menyebabkan jaringan vagina mengerut. Hal ini terjadi karena kelembapan di dalam sel-sel tersebut dikeluarkan.

Akibatnya, kondisi ini menyebabkan iritasi dan kerusakan penghalang membran mukosa yang melindungi vagina dari infeksi. Lagi-lagi, untuk menemukan produk yang tepat konsultasikanlah ke dokter.

Memperhatikan bahan-bahan pembuatnya

Secara umum pelumas dibuat sedemikian rupa supaya aman untuk area kulit vagina dan penis. Namun saat membelinya, Anda juga perlu membaca kemasan produk terlebih dahulu. Pasalnya ada beberapa bahan yang mungkin bisa menyebabkan iritasi atau peradangan seperti:

  • Gliserin
  • Propilen glikol
  • Nonoxynol-9
  • Petroleum
  • Chlorhexidine gluconate

Sebaiknya Anda hindari pelumas dengan bahan-bahan di atas bila Anda akan sering pakai pelumas. Dikhawatirkan nantinya Anda malah mengalami iritasi setelah sering menggunakannya.

Selain itu, Carli Blau, seorang terapis seks dan hubungan di New York juga menyarankan untuk memilih pelumas yang bebas paraben, gliserin, dan petroleum. Menghindari ketiga bahan ini dilakukan dengan tujuan meminimalkan risiko infeksi.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Variasi Posisi Seks Anal yang Nikmat dan Aman Bagi Kesehatan

Seks anal bisa dilakukan dengan berbagai posisi. Tertarik melakukannya dengan pasangan? Yuk, intip cara seks anal yang mungkin belum pernah Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Seksual, Tips Seks 28 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Agar Tak Sakit Saat Bercinta, 4 Tips Ini Wajib Dicoba

Sakit saat seks biasanya dipicu oleh beberapa hal. Mulai dari masalah fisik, psikologis, atau karena cara seks yang salah. Berikut cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Seksual, Tips Seks 5 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Sederet Risiko Bahaya Masturbasi Pakai Body Lotion untuk Pelumas

Ketika sedang kepepet, tidak sedikit orang yang masturbasi pakai lotion daripada tidak pakai pelumas sama sekali. Apa bahayanya untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Seksual, Tips Seks 30 April 2018 . Waktu baca 3 menit

4 Keuntungan Berhubungan Seks Saat Hamil yang Sayang Jika Dilewatkan

Kehamilan tidak menghentikan kehidupan seks Anda dan pasangan. Bahkan, orgasme saat hamil memiliki beberapa manfaat yang sayang jika dilewatkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pelumas untuk seks

3 Efek Samping Pelumas Vagina dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 4 menit
pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
air liur sebagai pelumas

Menggunakan Air Liur Sebagai Pelumas Seks, Aman atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit
minyak kelapa pelumas seks

Bolehkah Menggunakan Minyak Kelapa Sebagai Pelumas Seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 30 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit