Benarkah Sering Bersepeda Menyebabkan Impotensi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah benar bersepeda menyebabkan gangguan seksual? Bersepeda dengan durasi yang sangat lama dan intensitas sering ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan pada alat vital, pria maupun wanita.

Bersepeda menyebabkan impotensi

Selama 10 sampai 15 tahun terakhir, berbagai penelitian telah meneliti hubungan antara penelitian dengan permasalahan seksual. Seperti penelitian yang dilakukan di Norwegia yang melibatkan 160 pria yang berpartisipasi dalam tur sepeda sejauh 324 mil. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa satu dari lima pria mengalami mati rasa pada penisnya dalam waktu kurang lebih satu minggu. Kemudian diketahui juga bahwa sebanyak 13% dari peserta tur mengalami impotensi satu minggu setelah tur berakhir.

Penelitian yang dilakukan oleh National Institute for Occupational Safety and Health pada unit patroli polisi, membuktikan bahwa duduk di sadel seperti sepeda setiap hari, mengakibatkan impotensi dan penurunan performa seksual. Survei lain yang dilakukan oleh Massachusetts Male Aging Study pada 1709 pria dengan rentang usia antara 40 hingga 70 tahun yang sering bersepeda dalam kesehariannya, membuktikan bahwa memang terdapat hubungan antara impotensi dengan seringnya bersepeda.

Tidak hanya berisiko pada pria, tapi juga wanita

Sebuah studi yang dilaporkan di dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa wanita yang sering bersepeda meningkatkan risiko mati rasa pada organ seksualnya dan dapat menurunkan gairah seksual wanita. Penurunan sensasi pada organ seksual terjadi lebih tinggi pada wanita yang bersepeda dengan posisi jok lebih tinggi daripada posisi setang sepeda. Hal ini dapat terjadi karena adanya peningkatan tekanan saraf dan pembuluh saraf pada alat vital wanita. Penelitian ini terdiri dilakukan pada 48 perempuan yang semuanya aktif bersepeda, setidaknya 10 mil dalam seminggu. Satu bulan kemudian, banyak wanita dari kelompok tersebut yang mengeluh nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada pinggul serta daerah alat vital mereka.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ketika bersepeda, berat badan Anda seluruhnya tertumpu pada bokong. Pada bokong, terdapat bagian tubuh yang disebut perineum, yang merupakan organ perantara antara anus dengan penis-pada pria- dan klitoris–pada wanita. Perineum ini terdiri dari saraf dan arteri yang memasok darah ke alat vital. Jok sepeda biasanya kecil, sempit, dan panjang memiliki ‘hidung’ di ujungnya. Hal ini membuat perineum tertekan dan tidak dapat mengaliri darah ke alat vital dan berisiko untuk merusak jaringan saraf karena tekanan yang terlalu sering. Tidak baiknya aliran darah ke alat kelmain dan gangguan jaringan saraf pada perineum dapat meyebabkan mati rasa pada klitoris wanita dan impotensi pada pria.

Ereksi pada pria dapat terjadi jika ada rangsangan dari luar dan saraf otak mengirimkan ‘pesan gairah’ tersebut kepada penis. Pengiriman pesan ini membutuhkan aliran darah yang baik dan penyampaian pesan yang baik pada jaringan saraf agar dapat sampai ke penis. Namun akibat tekanan tersebut, aliran darah ke penis tersumbat dan pesan gagal untuk diterima. Hal ini lah yang menyebabkan pria mengalami impotensi. Menurut penelitian, jok sepeda yang sempit dan memiliki ujung yang panjang, ternyata dapat mnegurangi aliran darah ke penis sebanyak 66%, sedangkan jok yang lebar dan tidak memiliki ujung, hanya mengurangi aliran darah ke penis sebanyak 25%, dan hal yang sama terjadi pada wanita.

Apakah ini artinya kita tidak boleh lagi bersepeda?

Jika Anda suka bersepeda, Anda tidak harus meninggalkan kegiatan ini karena takut mengalami impotensi di kemudiah hari. Bersepeda merupakan hal yang baik yang dapat membuat tubuh Anda sehat dan bugar jika dilakukan dengan rutin. Namun untuk menghindari dampak buruk dari bersepeda, Anda dapat mengikuti beberapa hal berikut:

  • Pilihlah jok sepeda yang lebar yang tidak memiliki ‘hidung’ panjang di bagian ujungnya.
  • Jangan memiringkan kursi Anda ke atas, posisi ini dapat meningkatkan tekanan pada perineum.
  • Pastikan jok sepeda Anda sudah diatur dengan ketinggian yang tepat, sehingga kaki Anda nyaman ketika mengayuh pedal sepeda.
  • Lebih baik memakai celana yang nyaman dipakai, jangan memakai celana yang terlalu ketat dan berbahan panas.
  • Atur ketinggian setang sepeda sehingga Anda duduk lebih tegak.
  • Sesekali Anda bisa berdiri dan mengangkat bokong Anda selama bersepeda, hal ini membantu untuk memulihkan aliran darah ke alat vital Anda.

BACA JUGA

 

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit