Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah mendengar mitos bahwa wanita berbulu lebat memiliki nafsu seks yang tinggi. Apakah kepercayaan ini ada benarnya? 

Kenapa seorang wanita bisa punya banyak bulu?

Kebanyakan penelitian mengatakan seorang wanita berbulu punya nafsu tinggi karena memiliki tingkat hormon testosteron yang tinggi.

Banyaknya bulu di badan wanita juga bisa menandakan suatu kondisi medis disebut hirsutisme, yang menjadi salah satu gejala PCOS. PCOS itu sendiri adalah gangguan keseimbangan hormon wanita.

Apa pengaruhnya jika wanita punya testosteron tinggi?

Pada wanita, testosteron diproduksi secara alami di kelenjar adrenal. Selain mempengaruhi fungsi seksual dan agresivitas, testosteron juga mempengaruhi pertumbuhan rambut halus di kelamin, perkembangan otot, endapan lemak di sekitar pinggang, dan pengaturan sirkuit otak sebelum seseorang lahir atau ketika masih di dalam rahim.

Nigel Barber, Ph.D., seorang dosen di Birmingham Southern College sekaligus penulis di Psychology Today mengemukakan bahwa ketika wanita memiliki hormon testosteron tinggi, ia akan cenderung jadi lebih kompetitif, lebih berani mengambil risiko, dan lebih dominan dalam aspek kehidupan sosialnya.

Lalu, apakah wanita berbulu akan pasti punya nafsu seks yang tinggi?

Testosteron sering kali disebut sebagai hormonnya para pria. Namun dalam sejumlah penelitian terbaru, testosteron sama sekali tidak berhubungan dengan gairah seks bahkan pada pria sehat sekali pun.

Sebaliknya, testosteron yang tinggi pada wanita ternyata memang sedikit berhubungan dengan minat atau gairah seks. Teori tersebut diperkuat oleh sebuah studi yang dimuat di jurnal Archives of Sexual Behavior, dilansir Live Science. Tim peneliti tersebut melaporkan bahwa wanita sehat yang memiliki testosteron tinggi memiliki minat yang lebih besar untuk masturbasi dibandingkan berhubungan seks dengan pasangannya.

Nigel Barber juga mengutarakan hal senada. Barber mengemukakan umumnya pengobatan lewat terapi hormon testosteron dosis rendah dapat membantu wanita meningkatkan gairah seksnya yang sangat rendah.

Meski demikian, studi-studi unik ini tidak lantas bisa dijadikan landasan sains yang saklek. Terlebih kebanyakan studi tentang hasrat dan hormon seksual menggunakan subjek binatang, atau justru fokus pada orang-orang yang memiliki testosteron rendah atau tinggi secara abnormal dan sengaja datang ke rumah sakit untuk diobati.

Lalu apa yang mempengaruhi gairah seksual wanita?

Sari van Anders, ahli perilaku neuroendokrinologi dari University of Michigan, juga menemukan bahwa hasrat untuk melakukan seks dan masturbasi adalah dua hal yang berbeda. Hasrat untuk melakukan seks muncul dari berbagai faktor, biasanya karena banyaknya pengaruh yang muncul dari hubungan wanita dan pasangannya.

Semakin sering Anda melakukan hubungan seks, semakin kuat hasrat seksual Anda. Jika Anda tidak melakukan seks, hasrat Anda untuk melakukan seks turun, dan Anda akan merasa kurang berhasrat.

“Namun wanita yang memiliki testosteron tinggi namun berada dalam hubungan yang tidak bahagia, bisa saja akan benar-benar berhenti untuk melakukan seks,” tutur Dr. Chris.

Dr. John Moran, ahli disfungsi seksual dari Holistik Medical Clinic di London, setuju dengan apa yang dikatakan Dr. Chris. Untuk mengerti gairah seksual wanita, kita perlu melihatnya dari faktor fisik, psikologis, sosial, dan hubungan.

“Tidak hanya bagian tubuh. Ada nafsu, cinta, keintiman, lalu ada juga lelah, kesibukan, marah atau bahagianya seorang wanita,” ujar Dr. Moran.

Menurut Moran, kadang-kadang memberikan wanita hormon testosteron tambahan akan meningkatkan nafsu atau libidonya untuk sementara. Akan tetapi bila terlalu sering, malah akan membuat wanita tersebut kehilangan gairah seksualnya. Efeknya akan sama seperti yang dituturkan Dr. Chris tadi.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit