home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Meski Bisa Bikin Wanita Orgasme, Teknik 'Main Jari' Berbahaya Bagi Vagina

Meski Bisa Bikin Wanita Orgasme, Teknik 'Main Jari' Berbahaya Bagi Vagina

Menciptakan suasana intim antar pasangan bisa dilakukan dengan fingering vagina. Aktivitas seks ini dilakukan dengan memasukkan jari ke vagina. Namun, amankah jika Anda menggunakan metode ini sebelum atau saat seks? Cari tahu apa saja risikonya memasukkan jari ke vagina saat seks berikut ini.

Bahaya memasukkan jari ke vagina saat berhubungan seks

Ada banyak penyakit yang bisa menular melalui hubungan seksual, seperti HIV atau gonore (kencing nanah). Penyakit tersebut menular ketika cairan tubuh atau darah orang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang yang sehat. Nah, salah satu kegiatan seks yang berisiko rendah dengan penyakit menular seksual adalah fingering vagina atau memainkan jari di dalam vagina.

Walaupun penyebaran infeksi jauh lebih rendah dan jarang terjadi, bukan berarti fingering vagina itu bebas dari risiko. Beberapa risiko dan penyakit yang mungkin terjadi saat Anda memasukkan jari ke vagina, antara lain:

  • Iritasi vagina. Gesekan dan tekanan dari jari yang masuk ke vagina bisa menyebabkan iritasi. Jari yang masuk menyebabkan gesekan dan memberi tekanan pada vagina. Jari yang masuk juga bisa menyalurkan bakteri lain pada vagina. Kondisi tersebut bisa membuat vagina terasa gatal, kemerahan, dan membengkak selama beberapa hari.
  • Luka dan pendarahan. Vagina memiliki kulit yang lebih tipis dibandingkan kulit pada tangan Anda. Saat jari masuk ke vagina, kuku jari bisa menggores kulit vagina. Kondisi ini tentu bisa menyebabkan Anda meringis karena perih.
  • HIV dan hepatitis B atau hepatitis C. Penyakit HIV, hepatitis B, atau hepatitis C bisa menular jika pasangan Anda yang terinfeksi dan memiliki luka pada jari yang dimasukkan ke dalam vagina.

Yang harus diperhatikan saat pakai jari untuk rangsang vagina

Kebersihan tangan adalah kunci untuk mencegah risiko luka, iritasi, dan penyakit pada vagina. Jadi, pastikan pasangan Anda membersihkan tubuh dan mencuci tangannya sebelum melakukan seks.

Jika Anda merasakan ketidaknyamanan saat pasangan melakukan fingering vagina, sebaiknya hentikan kegiatan tersebut. Jika Anda merasakan tanda-tanda iritasi kulit, seperti gatal dan kemerahan pada vagina yang tidak hilang lebih dari seminggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can You Get an Infection From Fingering or Oral Sex. https://kidshealth.org/en/teens/infections.html. Diakses pada 2 Oktober 2018.

Sex activities and risk. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/sex-activities-and-risk/. Diakses pada 2 Oktober 2018.

What Causes Bleeding After Being Fingered? https://www.healthline.com/health/bleeding-after-being-fingered#2. Diakses pada 2 Oktober 2018.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 14/10/2018
x