5 Tanda yang Muncul Jika Posisi IUD Bergeser dari Tempat Semulanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Intrauterine Device (IUD) atau yang lebih dikenal dengan sebutan KB Spiral disematkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Kehamilan langsung dapat dicegah setelah pertama kali Anda memasangnya, dan bisa bertahan sampai bertahun-tahun tanpa harus gonta-ganti alat atau isi ulang resep. Dengan catatan, posisi IUD harus tepat dan tidak bergeser. Posisi IUD bergeser dari tempat semulanya dapat mengurangi kemanjuran alat tersebut untuk mencegah kehamilan. Maka dari itu, Anda perlu tahu dan menyadari tanda-tandanya posisi IUD sudah bergeser posisi.

Tanda-tanda yang harus Anda sadari ketika posisi IUD bergeser

1. String IUD lebih panjang atau pendek, bahkan tidak terasa

Di ujung bawah alat IUD terdapat untaian tali (string) yang cukup panjang. Itu kenapa ketika baru dipasang ke rahim, dokter akan memotong sedikit tali tersebut. Idealnya, Anda bisa merasakan di mana letak tali tersebut.

Ketika Anda menyadari bahwa tali tersebut malah memendek atau memanjang dari sebelumnya, ini tanda bahwa posisi IUD bergeser. Pada beberapa kasus, posisi IUD yang bergeser bahkan bisa menarik tali tersebut ke dalam vagina sehingga tampak seperti “tertelan”.

2. Sakit saat sedang berhubungan seks

Jika belakangan Anda mengeluhkan rasa sakit saat berhubungan seks padahal sebelumnya tidak pernah begitu, ini mungkin pertanda IUD yang seharusnya ada dalam rahim melorot hingga ke leher rahim.

Di sisi lain, Anda bisa saja tidak menyadarinya. Sebaliknya, justru pasangan Anda yang merasakan kalau posisi IUD bergeser dan tidak pada tempatnya.

3. Kram perut hebat

Kebanyakan wanita akan merasakan kram perut selama beberapa hari setelah pasang IUD dan saat menstruasi, terutama jika menggunakan KB spiral tembaga. Kram perut sebagai efek samping pemasangan ini tidak sampai terasa sangat menyakitkan.

Jika lama kelamaan Anda menyadari bahwa rasa nyeri kramnya semakin kuat dan berlangsung cukup lama, ini mungkin pertanda IUD Anda pindah lokasi. Namun, kram perut tidak selalu menjadi jaminan posisi IUD bergeser. Maka untuk lebih pastinya, periksakan ke dokter Anda.

4. Perdarahan vagina yang tidak biasa

Sama seperti kram perut, pemasangan KB spiral bisa membuat beberapa wanita mengalami flek alias bercak darah ringan.

Jenis KB spiral yang Anda gunakan juga memengaruhi perdarahan menstruasi Anda. Pengguna IUD hormonal cenderung mengalami perdarahan menstruasi yang jauh lebih ringan dari biasa, atau bahkan tidak menstruasi sama sekali setelah tubuh beradaptasi dengan IUD. Sebaliknya, IUD tembaga sering membuat menstruasi lebih berat.

Maka, penting untuk menyadari pola perdarahan menstruasi Anda sebelum dan selama memakai IUD. Jika timbul perdarahan yang lebih hebat dari biasanya, mungkin karena posisi IUD bergeser dari tempatnya.

5. Keputihan yang tidak normal

Keputihan adalah cara tubuh untuk membersihkan vagina. Di sisi lain, keputihan juga bisa menjadi tanda kalau posisi IUD telah melenceng — terutama bila jumlah cairan dan warna keputihannya tidak normal. Keputihan yang normal seharusnya tidak berwarna dan tidak berbau.

Keputihan yang banyak, berwarna kehijauan, hingga menimbulkan bau tidak sedap bisa jadi pertanda posisi IUD bergeser. Namun, bisa juga disebabkan oleh infeksi vagina. Sebaiknya segera hubungi dokter untuk mengetahui apa penyebab utamanya.

Mungkinkah IUD yang bergeser akan berdampak pada kesehatan?

Posisi IUD bergeser, entah sebagian atau seluruhnya hingga keluar dari rahim, dapat meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

Selain itu, letak IUD yang melenceng juga bisa menimbulkan beberapa komplikasi kesehatan yang cukup serius, seperti:

  • Rahim berlubang atau luka pada rahim.
  • Infeksi.
  • Penyakit radang panggul.
  • Perdarahan berat, hingga menyebabkan anemia.

Komplikasi ini memang jarang terjadi, tapi memerlukan pertolongan medis segera agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih parah. Maka, segera konsultasikan pada dokter jika Anda mencurigai posisi IUD telah berubah dari tempat semula.

Apabila Anda masih memakai IUD tapi kebobolan hamil, hal ini dapat meningkatkan risiko keguguran atau kehamilan ektopik.

Kapan harus ke dokter?

Peneriksaan medis diperlukan untuk wanita yang mengalami kram parah, perdarahan hebat, demam, dan nyeri vagina berlangsung cukup lama. Gejala-gejala ini dapat menunjukkan bahwa posisi IUD yang Anda gunakan sudah berpindah posisi sehingga menyebabkan komplikasi.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mungkinkah Mencegah Hamil Setelah Berhubungan Seks?

Anda mungkin pernah melakukan hubungan seks tapi lupa menggunakan pengaman. Lalu, bagaimana cara mencegah hamil setelah berhubungan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 12 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Kontrasepsi Non Hormonal yang Bisa Anda Gunakan

Tidak hanya KB hormonal, ada berbagai pilihan KB non hormonal yang juga tak kalah efektif dalam mencegah kehamilan. Ketahui pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 12 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

KB Alami, Mencegah Kehamilan Tanpa Alat Kontrasepsi

Pernahkah Anda mendengar istilah KB alami? Ya, Anda memang bisa mencegah kehamilan secara alami tanpa bantuan alat. Tahukah Anda bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 5 Maret 2020 . Waktu baca 8 menit

Belum Pernah Hamil, Amankah Bila Pakai KB Suntik?

KB suntik biasanya digunakan untuk menunda kehamilan pada wanita yang sudah pernah hamil. Mungkinkah bila KB suntik dipakai saat belum pernah hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 6 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melepas IUD lepas KB spiral

Sebenarnya Kapan Waktu yang Tepat untuk Lepas KB Spiral?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
efek samping IUD

8 Efek Samping dari KB IUD yang Harus Dipertimbangkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
pantangan menggunakan KB spiral

Apa Pantangan Menggunakan KB Spiral atau IUD?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 April 2020 . Waktu baca 4 menit