home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Pertimbangan Penting Saat Berniat Ganti Alat Kontrasepsi

5 Pertimbangan Penting Saat Berniat Ganti Alat Kontrasepsi

Mengganti alat kontrasepsi dari jenis satu ke jenis lainnya memang cukup lumrah. Dari mulai efek sampingnya yang memberatkan hingga aturan pakainya yang cenderung ribet kerap menjadi alasan mengapa banyak wanita ingin mengganti alat kontrasepsinya. Namun Anda tak bisa ganti alat kontrasepsi sembarangan, yuk simak dahulu beberapa pertimbangannya.

Pertimbangan sebelum ganti alat kontrasepsi

Jangan langsung ganti alat kontrasepsi sembarangan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Sebaiknya, ceritakan dahulu pengalaman Anda mengenai alat kontrasepsi yang sedang dipakai saat ini. Kemudian sampaikan juga alasan mengapa Anda ingin menggantinya.

Nah, dari informasi yang Anda sampaikan itu, dokter akan membantu memilihkan metode KB yang tepat. Berikut ini juga ada beberapa hal penting yang perlu dijadikan pertimbangan saat hendak ganti alat kontrasepsi, yaitu:

1. Kebiasaan merokok

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan berusia di atas 35 tahun, hati-hati sebelum ganti alat kontrasepsi. Pasalnya, beberapa alat kontrasepsi seperti pil kombinasi, patch, dan cincin vagina mungkin bukan pilihan yang tepat. Ini karena deretan alat kontrasepsi tersebut tidak bisa bekerja dengan efektif bersama zat yang terkandung dalam rokok.

2. Berat badan

Hal lain yang perlu dipertimbangkan lainnya sebelum ganti alat kontrasepsi yaitu berat badan Anda saat ini. Pilihlah alat kontrasepsi yang memiliki peluang terkecil untuk menaikkan berat badan jika Anda sudah masuk kategori obesitas. Dilansir dari laman NHS, KB suntik biasanya memiliki peluang kenaikan berat badan yang lebih kecil.

pakai IUD KB Spiral masih hamil

3. Obat yang sedang diminum

Obat-obatan tertentu bisa memengaruhi kemanjuran alat kontrasepsi, terutama pil KB. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan tertentu dan sedang minum obat secara rutin konsultasikan dulu ke dokter sebelum ganti KB. Sementara IUD, KB suntik, dan kondom termasuk pilihan alat kontrasepsi yang tidak akan berpengaruh terhadap obat yang sedang diminum.

4. Masalah kesehatan yang dimiliki

Beberapa alat kontrasepsi bekerja dengan menggunakan hormon yang mirip dengan yang diproduksi tubuh. Hormon ini yaitu estrogen dan progesteron. Namun, kontrasepsi yang mengandung hormon tidak cocok untuk sebagian wanita, misalnya seperti mereka yang memiliki kanker payudara. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter saat berencana ganti alat kontrasepsi.

5. Keinginan untuk segera hamil kembali

Sebenarnya, semua alat kontrasepsi bisa langsung dihentikan saat Anda berencana untuk memiliki bayi lagi. Namun, pil KB kombinasi, cincin vagina, dan suntik biasanya membutuhkan waktu hingga beberapa bulan untuk mengembalikan kesuburan Anda. Oleh karena itu, jika Anda berencana ganti alat kontrasepsi dengan yang bisa membuat Anda kembali subur dengan segera pilihlah alat kontrasepsi seperti IUD, pil progestin, dan kondom.

Cara mengganti alat kontrasepsi

kb suntik

Saat dokter sudah menganjurkan suatu alat kontrasepsi yang cocok, ini saatnya Anda menggantinya. Dalam beberapa kasus, biasanya dokter akan meminta Anda menggunakan KB secara tumpang tindih. Artinya, Anda akan menggunakan alat KB yang baru sebelum menghentikan yang lama. Tujuannya, agar kehamilan tetap bisa dicegah meski sedang masa pergantian metode kontrasepsi.

Biasanya, cara ini tergantung pada jenis KB yang digunakan saat ini dan yang Anda pilih nantinya. Misal, jika Anda sedang minum pil KB dan ingin menggantinya dengan IUD atau spiral, dokter akan memasukkan IUD progestin tujuh hari sebelum Anda berhenti minum pil. Untuk prosedur tepatnya, konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Reasons to Switch Your Birth Control

https://www.womenshealthmag.com/health/a19982088/switch-birth-control/ accessed on February 18th 2019

Which Method of Contraception That Suits Me

https://www.nhs.uk/conditions/contraception/which-method-suits-me/ accessed on February 18th 2019

How to Switch Birth Control Methods

https://www.aafp.org/afp/2011/0301/p575.html accessed on February 18th 2019

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 09/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x