home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sistoskopi Rigid (Wanita)

Definisi|Pencegahan & peringatan|Proses|Komplikasi

Definisi

Apa itu sistoskopi rigid?

Sistoskopi rigid merupakan prosedur pemeriksaan kelainan pada kandung kemih dengan menggunakan sistoskop (teleskop yang kaku).Dalam beberapa kasus, kelainan pada kandung kemih dan tabung kemih dapat ditangani bersamaan.Prosedur ini mungkin disarankan jika pasien mengalami nyeri, darah dalam urin atau infeksi berulang, atau iritasi pada kandung kemih (keinginan berkemih yang tidak terkendali).

Kapan saya perlu menjalani sistoskopi rigid?

Ada dugaan kelainan pada kandung kemih apabila ditemukan darah dalam urin, infeksi berulang atau iritasi pada kandung kemih (keinginan berkemih yang tidak terkendali).Jika ditemukan adanya masalah selama sistoskopi, dokter mungkin akan melakukan biopsi (mengangkat sepotong kecil jaringan), atau melakukan pengobatan menggunakan sistoskop itu sendiri.Namun jika hasil sistoskopi normal, dokter akan langsung memberitahu pasien.

Pencegahan & peringatan

Apa sajayang harus saya ketahui sebelum menjalani sistoskopi rigid?

Untuk pemeriksaan yang akurat, dokter akan merekomendasikan sistoskopi rigid. Namun, keputusan tetap berada di tangan pasien.

Apa konsekuensinya jika saya tidak menjalani sistoskopi rigid?

Dokter tidak dapat mendiagnosis penyakit secara akurat. Diskusikan dengan dokter apabila Anda memutuskan untuk tidak menjalani prosedur pemeriksaan ini.

Apakah ada alternatif selain operasi?

Pemeriksaan melalui scan hanya mampu memberikan informasi yang berkaitan denganpenyebab masalah penyakit. Namun, sistoskopi lebih sering mengarah pada diagnosis penyakit.Beberapa kelainan pada kandung kemih hanya dapat dilihat dengan sistoskop.Flexible sistoskopi hanya membutuhkan anestesi gel.Namun, beberapa jenis kelainan pada kandung kemih dan tabung kemih tidak dapat didiagnosis menggunakan flexible sistoskopi.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani sistoskopi rigid?

Pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai obat‐obatan yang sedang dikonsumsi dan ikuti arahan dokter. Sebelum prosedur ini dimulai, hindari konsumsi warfarin atau clopidogrel.Bagi penderita diabetes, kadar gula harus dikendalikan menjelang prosedur. Dokter akan memberikan instruksi kapan Anda dapat mengonsumsi obat.Bagi pasien yang sedang menjalani perawatan tekanan darah menggunakan beta‐blocker, diperbolehkan untuk tetap mengonsumsi obat seperti biasa. Bagi perokok, hindari kegiatan merokok beberapa minggu atau lebih sebelum prosedur dilakukan. Hal ini dapat mengurangi risiko komplikasi serta meningkatkan kesehatan jangka panjang.

Bagaimana proses sistoskopi rigid?

Prosedur ini biasanya dilakukan di bawah anestesi umum atau spinal. Pada umumnya, prosedur memakan waktu kurang dari 30 menit.Dokter akan memasukkan sistoskop ke dalam kandung kemih pasien melalui uretra. Dengan menggunakan sistoskop, dokter akan mencari kelainan pada lapisan kandung kemih dan melakukan biopsi jika diperlukan.Jika ditemukan adanya batu kandung kemih, dokter mungkin akan mengambilnya melalui sistoskop.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani sistoskopi rigid?

Anda diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah pulih dari anestesi dan dapat berkemih secara normal.Anda dapat kembali beraktivitas setelah sistoskopi kecuali jika dokter memberi instruksi sebaliknya.Olahraga teratur terbukti mempercepat pemulihan. Namun sebelum memutuskan untuk berolahraga, mintalah saran dokter. Dokter kami akan memberi tahu hasil temuan sistoskopi dan mendiskusikan pengobatan atau tindak lanjut yang dibutuhkan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Untuk sistoskopi rigid, komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

Perdarahan selama atau setelah menjalani prosedur. Saat pertama kali berkemih, Anda mungkin menemukan darah pada urin Anda. Kebanyakan hal ini ditemui oleh wanita yang menjalani biopsi. Perdarahan biasanya sangat sedikit. Tim kesehatan akan menggunakan kateter (tabung) ke dalam kandung kemih Anda untuk mencuci darah maupun menghilangkan bekuan darah (disebut ‘bladder washout’).

Infeksi. Jika Anda menjadi lebih sering berkemih, merasa nyeri, dan jumlah urin yang dikeluarkan sedikit, Anda mungkin terkena infeksi. Jika gejala ini kian memburuk, segera hubungi dokter. Infeksi ini mungkin perlu diobati dengan antibiotik.

Penyempitan uretra (striktur uretra), disebabkan oleh pembentukan jaringan parut. Kondisi ini jarang ditemui setelah pasien melalui proses sistoskopi tunggal. Namun jika hal ini terjadi, Anda memerlukan penanganan lebih lanjut melalui jalan operasi. (Kisaran risiko: kurang dari 1 banding 1.000).

Kandung kemih berlubang. Jika hal ini terjadi, Anda perlu menggunakan kateter yang ditempatkan dalam kandung kemih selama beberapa hari sementara lubang disembuhkan. Jika lubang tidak kunjung sembuh, Anda membutuhkan penanganan yang lebih lanjut melalui jalan operasi.

Jika informasi yang Anda miliki belum jelas, diskusikan kemungkinan komplikasi ini dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://urologyandhealthcare.com/downloads/pdfs/UR11-Rigid-sistoskopi-in-female.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 04/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x