backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

6 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Menjalani Operasi Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/04/2023

    6 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Menjalani Operasi Medis

    Setelah dokter menyatakan bahwa Anda butuh operasi, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian demi kelancaran dan keberhasilan prosedur ini. Lalu, apa saja persiapan sebelum operasi yang harus Anda perhatikan? Berikut daftar selengkapnya.

    Hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum operasi

    tes kesehatan sebelum operasi

    Berbagai hal sebaiknya Anda perhatikan saat hendak menjalani operasi, baik itu operasi kecil seperti usus buntu hingga operasi besar seperti pasang ring jantung dan bedah lutut.

    Untuk memastikannya, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal penting tersebut melalui empat poin pertanyaan seperti di bawah ini.

    1. Apakah operasi adalah solusi terbaik?

    Pastikan terlebih dahulu bahwa prosedur operasi atau pembedahan menjadi langkah paling tepat untuk mengatasi kondisi yang Anda alami. 

    Oleh sebab itu, sebaiknya mintalah second opinion atau pendapat dari dokter yang berbeda. Dari situ Anda bisa menilai apakah benar-benar yakin dengan keputusan operasi.

    2. Bagaimana kredibilitas dokter dan rumah sakit?

    Kalau sudah yakin hendak operasi, hal kedua yang harus dicek adalah kredibilitas dokter yang akan melakukan operasi pada diri Anda dan fasilitas yang disediakan oleh rumah sakit.

    Cek rekam jejak dari dokter bedah dan dokter anestesi yang akan menangani Anda. Kemudian, cek juga segala kelengkapan fasilitas di rumah sakit tempat Anda akan menjalani operasi.  

    Apakah ada layanan darurat bila terjadi komplikasi pasca-operasi? Atau apakah semua alat dan mesin yang diperlukan untuk operasi telah tersedia di rumah sakit?

    3. Berapa biaya operasi dan apakah ditanggung asuransi?

    Kalau rumah sakit dan dokter Anda sudah tepercaya, saatnya cek biaya operasi dan kebijakan dari layanan asuransi yang sedang Anda gunakan. 

    Saat memeriksa rincian biaya operasi, perhatikan secara mendetail agar nanti di tengah-tengah prosedur tidak ada biaya tersembunyi yang membuat tagihan membengkak.

    4. Bagaimana peraturan di rumah sakit tersebut?

    Pastikan Anda dan keluarga sudah memahami peraturan rumah sakit saat atau setelah operasi.

    Contohnya, apakah ada anggota keluarga yang boleh menunggui, seperti apa aturan besuk rumah sakit, dan siapa yang akan dihubungi rumah sakit bila ada informasi penting seputar prosedur operasi Anda.

    Persiapan sebelum menjalani operasi medis

    makan sehat sebelum operasi

    Setelah memastikan empat hal di atas, saatnya Anda mempersiapkan diri untuk operasi. Inilah beberapa persiapan penting sebelum operasi, baik secara fisik maupun mental.  

    1. Menjalani gaya hidup sehat

    Jika dokter sudah menyarankan Anda untuk menjalani operasi, segeralah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

    Sebuah studi dalam British Medical Journal (2017), menyebutkan prehabilitation atau aktivitas fisik khusus sebelum operasi membantu meningkatkan keberhasilan operasi.

    Beberapa gaya hidup sehat lainnya, seperti pola makan sehat, cukup tidur, berhenti merokok, dan minum alkohol, juga membantu mempercepat waktu pemulihan.

    2. Puasa sebelum operasi medis

    Beberapa hari sebelumnya, dokter akan memberitahukan apakah Anda perlu puasa sebelum operasi. Pasalnya, perut yang kosong akan membantu kerja obat bius selama Anda dibedah. 

    Konsultasikan secara rinci makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi dan kapan Anda harus mulai puasa sebelum operasi.

    Apabila Anda sedang minum obat rutin, tanyakan juga apakah penggunaan obat masih bisa dilanjutkan atau harus dihentikan sementara waktu.

    3. Pemeriksaan kesehatan sebelum operasi

    Pada umumnya, dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di rumah sakit sehari atau beberapa hari sebelum operasi medis.

    Beberapa jenis tes sebelum operasi yang mungkin Anda lakukan meliputi pemeriksaan darah lengkap, tes urine, rontgen thorax, elektrokardiografi (EKG), dan MRI.

    4. Jangan membawa atau memakai aksesori apa pun

    rawat inap rumah sakit

    Tanggalkan semua perhiasan sebelum operasi, mulai dari kalung, cincin, dan anting. Anda juga sebaiknya tidak memakai cat kuku atau riasan wajah apa pun saat datang ke rumah sakit. 

    Persiapan ini perlu Anda lakukan untuk mencegah infeksi bakteri atau kontaminasi dari partikel-partikel asing selama prosedur operasi berlangsung.

    5. Bawa baju ganti yang nyaman

    Saat menjalani pemulihan setelah operasi di rumah sakit, gunakanlah baju dan pakaian dalam yang longgar, nyaman, dan memiliki bahan yang menyerap keringat.

    Pilih juga pakaian yang mudah dilepas dan dikenakan, seperti kaus dan celana pendek, terlebih bila pergerakan tubuh Anda menjadi terbatas setelah menjalani operasi.

    6. Minta dukungan orang-orang terdekat

    Jika tiba waktunya operasi, percayalah bahwa Anda berada di tangan para ahli dan profesional yang tepat. Mintalah juga dukungan dan kehadiran orang terdekat selama operasi berjalan. 

    Pastikan ada orang yang nanti akan membantu Anda memulihkan diri setelah operasi, baik di rumah sakit maupun di rumah saat Anda sudah diperbolehkan pulang.

    Anda tidak diperbolehkan untuk mengemudi kendaraan sendiri, bahkan setelah operasi rawat jalan. Pastikan orang terdekat membantu merencanakan kepulangan Anda.

    Kesimpulan

    • Sebelum operasi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan guna mendukung kelancaran dan keberhasilan prosedur medis ini.
    • Perlu tidaknya operasi, kredibilitas dokter dan rumah sakit, dan biaya operasi sering kali menjadi hal-hal yang perlu dipertimbangkan.
    • Apabila keputusan operasi sudah mantap, penting untuk melakukan persiapan, seperti menjalani gaya hidup sehat, melakukan tes medis sebelum operasi, hingga meminta dukungan orang terdekat.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/04/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan