10 Jenis Sisir dan Fungsinya untuk Merawat Rambut

    10 Jenis Sisir dan Fungsinya untuk Merawat Rambut

    Merawat rambut tidak hanya sebatas memilih sampo yang tepat. Menyisir juga menjadi bagian dari perawatan rambut agar tetap sehat. Ternyata, ada beragam jenis sisir rambut dengan fungsi yang berbeda. Penggunaan sisir yang tepat pun bisa menjaga rambut agar tidak mudah rusak dan rontok.

    Berbagai jenis sisir rambut

    Untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan, Anda perlu mengetahui ragam jenis sisir yang tersedia di pasaran. Apa saja?

    1. Sisir sasak

    jenis sisir rambut sisir sasak

    Sesuai dengan namanya, jenis sisir sasak berguna untuk memberikan gaya sasakan pada rambut.

    Jenis sisir ini bergigi kecil dan sangat rapat. Gagang pegangannya menyerupai stik dan meruncing di bagian ujung.

    Gagang sisir ini berguna untuk memisahkan beberapa bagian rambut yang akan disasak.

    Gunakan jenis sisir ini hanya untuk sasak. Jika digunakan sehari-hari, giginya yang rapat bisa menarik rambut dari akarnya sehingga bisa menyebabkan rambut rontok.

    2. Sisir bergigi jarang

    Jenis sisir rambut ini memiliki ruang yang lebih besar di setiap giginya.

    Ini berguna agar sisir mudah bergerak ke ujung rambut tanpa tersangkut. Hal ini pun mencegah rambut patah dan rontok.

    Menurut American Academy of Dermatology (AAD), jenis sisir ini cocok untuk Anda yang sedang mengalami rambut rontok, setengah basah, panjang, dan tebal.

    3. Sisir bulat

    Jenis sisir rambut ini berbentuk seperti tabung dengan gigi yang mengelilinginya.

    Sisir ini berbentuk bulat sehingga cocok untuk mem-blow rambut. Hasilnya, rambut pun tampak lebih bervolume.

    Sisir ini juga cocok untuk rambut tipis dan mudah lepek.

    Beberapa jenis sisir bulat terbuat dari keramik, turmalin, atau titanium. Bahan ini bisa menghantarkan panas ke batang rambut sehingga lebih mudah kering dan tertata rapi.

    4. Paddle brush

    jenis sisir rambut sisir paddle brush

    Paddle brush adalah jenis sisir dengan permukaan bantalan yang lebar. Ujung gigi sisir biasanya tumpul dan dilapisi bola karet kecil.

    Bentuknya yang melebar memudahkan Anda untuk menyisir rambut dalam jumlah yang banyak dalam waktu cepat.

    Paddle brush cocok untuk merawat rambut yang panjang dan lurus.

    5. Curved brush

    Curved brush mirip paddled brush, tetapi memiliki permukaan melengkung. Hal ini berguna agar menyesuaikan dengan bentuk kepala.

    Jenis sisir rambut ini memiliki rongga-rongga khusus di bagian belakang permukaan.

    Melalui rongga tersebut, udara bisa keluar dan masuk dengan mudah. Jadi, rambut pun bisa kering dengan cepat.

    Curved brush terasa ringan bila digenggam sehingga cocok untuk dibawa saat bepergian.

    6. Hair detangler brush

    Jenis sisir ini dirancang khusus untuk mengatasi rambut susah diatur dan kusut.

    Sisir ini cocok untuk semua jenis rambut, bahkan untuk rambut tebal dan keriting sekali pun.

    Gigi sisir ini tipis dan lentur, bahkan menyerupai bulu-bulu halus. Hal inilah yang membuatnya membantu mengurai rambut kusut tanpa harus menarik rambut dengan kuat.

    Tak hanya itu, gigi sisirnya tahan panas sehingga tidak mudah patah dan meleleh saat Anda mencatok atau menggunakan pengering rambut.

    7. Sisir sikat

    Jenis sisir ini dikenal bisa menyebarkan minyak alami dari kulit kepala agar lebih merata. Hal ini tentu membuat rambut sehat, halus, dan berkilau.

    Sikat yang digunakan bertekstur sangat halus sehingga membuat rambut tak mudah rontok dan rapuh. Tak heran bila sisir sikat cocok untuk rambut yang halus, rusak, dan menipis.

    Karena halus, sisir ini cocok untuk menjaga bentuk rambut keriting alami. Tidak seperti sisir dari plastik, sisir sikat tidak membuat rambut berdiri tegang akibat efek listrik statis.

    8. Vented brush

    Sisir ini terlihat unik karena kecil, memiliki bantalan, tetapi giginya sangat renggang dan jumlahnya sedikit.

    Ternyata, desain ini mempermudah udara masuk ke helai-helai rambut. Hal ini membuat seluruh bagian rambut bisa terurai dan kering lebih cepat.

    Sisir ini kurang cocok untuk menata rambut dengan beragam gaya.

    9. Sisir panas

    Cara meluruskan rambut tanpa catok bisa dilakukan dengan sisir ini.

    Jenis sisir rambut ini memiliki panas yang berasal dari aliran listrik. Panas ini berguna untuk meluruskan rambut, sama seperti catokan pada umumnya.

    Rongga di gigi sisir catokan tidak langsung menjepit di helai rambut. Jadi, panasnya tidak terlalu merusak rambut daripada catokan biasa.

    Oleh karena itu, hasil penataan akan tampak lebih alami bila menggunakan sisir catok.

    Bila ingin hasil yang lebih lurus, Anda lebih dianjurkan menggunakan catokan biasa.

    Tanda rambut rusak

    Sisir catok memang tidak menimbulkan kerusakan separah catokan biasa. Namun, rambut rusak tetap bisa terjadi. Tanda-tanda rambut rusak, yaitu kering, kusam, kasar, dan bercabang.

    10. Sisir keramas

    Jenis sisir rambut ini hanya digunakan saat keramas. Sebenarnya, fungsi utamanya bukan untuk merapikan helai rambut saat basah.

    Namun, sisir ini membantu memijat dan membersihkan kulit kepala secara menyeluruh ketika keramas.

    Sisir keramas cocok bagi pemilik ketombe atau kulit kepala berminyak. Sisir ini juga bisa digunakan setelah menggunakan kondisioner agar pembilasan bisa lebih bersih.

    Memilih sisir sesuai jenis rambut berguna agar helai tetap halus, tidak mudah rontok, dan bentuknya terjaga.

    Sebaiknya, hindari berbagi sisir dengan orang lain untuk mencegah masalah kulit kepala, seperti ketombe dan infeksi kulit kepala lainnya.

    Bila rambut Anda lurus, sebaiknya sisirlah rambut hanya saat kering. Rambut basah cenderung lebih rapuh sehingga lebih mudah rusak jika disisir.

    Pemilik rambut keriting sebaiknya disisir saat basah agar tidak mudah patah.

    Agar rambut tumbuh dengan cepat, Anda bisa mengonsumsi vitamin untuk memanjangkan rambut.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 20/12/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan