Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tips Bekerja Saat Puasa, Wajib Lakukan 4 Hal Ini!

Tips Bekerja Saat Puasa, Wajib Lakukan 4 Hal Ini!

Tidak terasa, sebentar lagi akan datang bulan suci Ramadan. Selama bulan puasa, ada beberapa rutinitas dalam bekerja yang berubah total, termasuk kebutuhan tubuh akan zat gizi dan cairan. Untuk itu, Anda mesti tahu apa saja tips bekerja saat puasa agar tubuh tetap sehat dan semangat.

Simak penjelasan lengkapnya di sini!

Tips agar tetap semangat bekerja saat puasa

menghadapi kecemasan di new normal

Selama bulan puasa, Anda akan menghabiskan belasan jam tanpa makan dan minum. Kurangnya asupan makanan dan cairan tentu bisa menurunkan fokus dan semangat dalam bekerja.

Nah, berikut ini beberapa cara mudah untuk mengatasinya

1. Sahur dan berbuka dengan makanan yang bergizi

Sahur sangatlah dianjurkan karena akan membantu mempersiapkan tubuh untuk berpuasa pada esok harinya. Begitu pun dengan berbuka, Anda bisa mengembalikan energi yang telah terpakai seharian.

Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi untuk buka puasa dan sahur. Pasalnya, perpaduan karbohidrat, protein, dan lemak diperlukan untuk menopang tubuh saat Anda beraktivitas berat. Terutama saat Anda bekerja pada siang hari selama bulan puasa.

Akan tetapi, ingat juga bahwa terdapat beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, contohnya makanan tinggi garam dan gorengan. Daripada makan gorengan untuk buka puasa, Anda lebih dianjurkan untuk mengonsumsi telur, pisang, atau alpukat.

2. Tidur cukup selama bulan puasa

Alangkah lebih baik jika Anda juga mengatur jadwal tidur selama bulan puasa. Anda bisa tidur lebih awal pada malam hari dan kalau sempat, juga menjadwalkan tidur siang secara teratur.

Tubuh perlu mendapatkan waktu istirahat minimal 6–8 jam setiap harinya. Apabila tubuh kekurangan waktu istirahat, hal ini bisa menurunkan kekebalan tubuh dan akhirnya metabolisme tubuh selama puasa pun jadi terganggu.

Dengan mengikuti tips bekerja saat puasa ini, Anda dapat mengurangi risiko penyakit berbahaya, stres, dan perubahan mood. Tidur pun jadi salah satu sumber energi yang bagus saat berpuasa bisa sehingga Anda bisa lebih fokus dalam bekerja.

3. Memenuhi kebutuhan cairan

minum saat sahur

Seperti yang Anda tahu, tubuh manusia terdiri dari 60% air. Saat buang air kecil dan berkeringat, tubuh pun akan kehilangan sekitar 2 hingga 3 liter air.

Selama puasa Ramadan, Anda harus menahan diri untuk tidak minum air. Hal ini akan menyebabkan penurunan kadar air dalam tubuh.

Apabila tubuh kehilangan terlalu banyak air, Anda bisa mengalami dehidrasi. Gejalanya yakni pusing, sakit kepala, kelelahan, jantung berdebar, dan rasa haus yang berlebihan. Kondisi ini akan menurunkan performa Anda dalam bekerja selama bulan puasa.

Untuk menghindari dehidrasi, pastikan selama waktu sahur dan berbuka Anda mengonsumsi air minum yang cukup.

Anda bisa membuat takaran minum saat puasa yang terdiri dari empat gelas ketika sahur, dua gelas pada malam hari, dan dua gelas saat berbuka puasa.

Dilansir dari Cornell Health, sebaiknya Anda juga menghindari konsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi. Pasalnya, kandungan kafein bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

4. Jangan duduk terlalu lama

Ketika puasa hari pertama, kebanyakan orang cenderung lebih letih karena masih beradaptasi. Duduk-duduk di meja kerja tanpa beraktivitas mungkin menjadi momen yang paling nikmat.

Namun, apakah Anda tahu bahaya dari duduk terlalu lama dan tidak bergerak sama sekali? Kebiasaan ini bisa menyebabkan nyeri leher dan punggung serta meningkatkan risiko obesitas.

Jika dilakukan secara berkelanjutan setiap hari, aktivitas ini bahkan dapat berujung pada penyakit jantung dan diabetes.

olahraga ringan saat puasa

5. Lakukan olahraga atau aktivitas fisik ringan

Agar tidak terlalu berlarut-larut dalam rasa lelah, Anda bisa mencoba tips bekerja saat puasa yang satu ini. Cukup dengan melakukan peregangan, berjalan santai, dan latihan pernapasan sederhana, mungkin saja Anda dapat membangkitkan semangat kembali.

Anda lebih dianjurkan untuk memilih olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisik. Olahraga saat puasa bisa dilakukan sebelum berbuka puasa, sekurang-kurangnya selama 30–60 menit. Tidak harus setiap hari, cukup berolahraga 3–5 kali seminggu saja.

Olahraga tidak semata-mata bertujuan untuk membakar lebih banyak energi, tetapi juga membuat Anda lebih fokus bekerja saat berpuasa. Dengan begini, Anda akhirnya bisa mendapatkan performa kerja yang jauh lebih baik.

Untuk itulah, pastikan tips bekerja saat puasa di atas tidak hanya Anda lakukan Pada satu atau dua hari pertama puasa. Lakukanlah secara konsisten dan berkelanjutan setiap harinya. Jadi, setelah puasa Ramadan selesai, tubuh pun tidak akan jatuh sakit.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Tips For More Energy During Ramadan. (2022). Retrieved 28 March 2022, from https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/pages/5-tips-for-more-energy-during-ramadan.aspx

5 ways to boost your productivity in Ramadan | IslamicFinder. (2022). Retrieved 28 March 2022, from https://www.islamicfinder.org/news/5-ways-to-boost-your-productivity-in-ramadan/

Development, S. (2021). Tips for Ramadan Fasting To Stay Healthy During Pandemic – Summit Institute for Development. Retrieved 28 March 2022, from https://sid-indonesia.org/tips-for-ramadan-fasting-to-stay-healthy-during-pandemic/

Stay Hydrated for a Healthier Ramadan (Video). (2022). Retrieved 28 March 2022, from https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/pages/stay-hydrated-for-a-healthier-ramadan.aspx

Ramadhan Healthy Tips When Fasting A La AIYA – Australia-Indonesia Youth Association. (2022). Retrieved 28 March 2022, from https://aiya.org.au/id/2020/04/30/ramadhan-healthy-tips-when-fasting-a-la-aiya/

Tips for Healthy Ramadan Fasting | Cornell Health. (2022). Retrieved 28 March 2022, from https://health.cornell.edu/about/news/ramadan-fasting

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui Apr 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa