home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Meninggal Dengan Mata Tertutup dan Terbuka, Apa Bedanya?

Meninggal Dengan Mata Tertutup dan Terbuka, Apa Bedanya?

Tak semua orang meninggal dengan mata tertutup. Terkadang pada saat orang meninggal, baik di film maupun di dunia nyata, mata orang yang meninggal tersebut dapat terus terbuka walaupun ia sudah meninggal. Hal ini menyebabkan matanya harus ditutup paksa oleh orang lain agar menutup.

Terkadang bahkan ada orang yang menggunakan koin untuk menutup mata orang yang sudah meninggal agar tetap tertutup. Hal ini dikarenakan meninggal dengan mata terbuka sering dikaitkan dengan rasa tidak tenang atau ketakutan yang disebabkan oleh tindakan di masa lampau, sehingga kita sering cemas bila ada kerabat yang meninggal dengan mata terbuka.

Namun, tidak jarang pula orang yang meninggal dengan mata tertutup sempurna sesaat sebelum meninggal. Orang yang meninggal dengan mata tertutup sering dianggap meninggal dengan tenang dan tanpa penyesalan.

Kondisi mata yang menutup ini kita kenal dengan istilah ptosis. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan ptosis?

Ptosis, kelainan pada kelopak mata yang menyebabkan mata tertutup saat ajal menjemput

Fenomena menutup mata ini disebut ptosis. Definisi ptosis secara umum merupakan kondisi jatuhnya atau menutupnya kelopak mata bagian atas.

Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang masih hidup dikarenakan stroke, atau penyakit tertentu yang melibatkan persarafan di sekitar mata. Namun kondisi ptosis ini juga dapat terjadi pada orang yang meninggal secara spontan.

Menutupnya kelopak mata atau ptosis ini dapat terjadi secara minimal (1-2 mm), secara sedang (3-4 mm), maupun secara berat (>4mm), atau bahkan dapat menutup sepenuhnya. Ptosis dapat terjadi dari lahir ataupun terjadi sepanjang hidup, hingga meninggal. Ptosis juga dapat terjadi pada satu sisi mata saja ataupun keduanya.

Kenapa dapat terjadi ptosis pada orang yang meninggal?

Berdasarkan penelitian di rumah sakit, ditemukan 63% orang meninggal dengan mata tertutup. Hal ini dihubungkan dengan keterlibatan sistem saraf pusat.

Menutupnya mata disebabkan oleh kontraksi dari otot mata dan kelopak mata, yang dilengkapi oleh berbagai macam serabut saraf. Rangsangan pada serabut saraf ini dapat menyebabkan gangguan pada proses membuka atau menutup mata.

Berbagai penyakit yang melibatkan persarafan pusat manusia dapat menyebabkan peristiwa ini, seperti contohnya penjalaran tumor ke otak, atau ensefalopati hepatic, yaitu suatu kondisi di mana menumpuknya kadar amonia darah sehingga mempengaruhi persarafan.

Jadi umumnya, peristiwa menutupnya mata seseorang pada saat kematian disebabkan oleh hubungan dengan sistem persarafan, dan merupakan gambaran neurologis dari penyakit. Baik jika seseorang meninggal dengan mata tertutup atau malah dengan mata terbuka, ini tak ada hubungannya dengan dosa, peristiwa masa lampau, maupun apakah orang tersebut meninggal dengan “tenang” atau tidak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ptosis: causes, presentation, and management.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12925861

Diakses pada 25 Juli 2017

Eyelid Closure at Death

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2902109/

Diakses pada 25 Juli 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh dr. Kent Pradana Diperbarui 07/09/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x