Meninggal Dengan Mata Tertutup dan Terbuka, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tak semua orang meninggal dengan mata tertutup. Terkadang pada saat orang meninggal, baik di film maupun di dunia nyata, mata orang yang meninggal tersebut dapat terus terbuka walaupun ia sudah meninggal. Hal ini menyebabkan matanya harus ditutup paksa oleh orang lain agar menutup.

Terkadang bahkan ada orang yang menggunakan koin untuk menutup mata orang yang sudah meninggal agar tetap tertutup. Hal ini dikarenakan meninggal dengan mata terbuka sering dikaitkan dengan rasa tidak tenang atau ketakutan yang disebabkan oleh tindakan di masa lampau, sehingga kita sering cemas bila ada kerabat yang meninggal dengan mata terbuka.

Namun, tidak jarang pula orang yang meninggal dengan mata tertutup sempurna sesaat sebelum meninggal. Orang yang meninggal dengan mata tertutup sering dianggap meninggal dengan tenang dan tanpa penyesalan.

Kondisi mata yang menutup ini kita kenal dengan istilah ptosis. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan ptosis?

Ptosis, kelainan pada kelopak mata yang menyebabkan mata tertutup saat ajal menjemput

Fenomena menutup mata ini disebut ptosis. Definisi ptosis secara umum merupakan kondisi jatuhnya atau menutupnya kelopak mata bagian atas.

Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang masih hidup dikarenakan stroke, atau penyakit tertentu yang melibatkan persarafan di sekitar mata. Namun kondisi ptosis ini juga dapat terjadi pada orang yang meninggal secara spontan.

Menutupnya kelopak mata atau ptosis ini dapat terjadi secara minimal (1-2 mm), secara sedang (3-4 mm), maupun secara berat (>4mm), atau bahkan dapat menutup sepenuhnya. Ptosis dapat terjadi dari lahir ataupun terjadi sepanjang hidup, hingga meninggal. Ptosis juga dapat terjadi pada satu sisi mata saja ataupun keduanya.

Kenapa dapat terjadi ptosis pada orang yang meninggal?

Berdasarkan penelitian di rumah sakit, ditemukan 63% orang meninggal dengan mata tertutup. Hal ini dihubungkan dengan keterlibatan sistem saraf pusat.

Menutupnya mata disebabkan oleh kontraksi dari otot mata dan kelopak mata, yang dilengkapi oleh berbagai macam serabut saraf. Rangsangan pada serabut saraf ini dapat menyebabkan gangguan pada proses membuka atau menutup mata.

Berbagai penyakit yang melibatkan persarafan pusat manusia dapat menyebabkan peristiwa ini, seperti contohnya penjalaran tumor ke otak, atau ensefalopati hepatic, yaitu suatu kondisi di mana menumpuknya kadar amonia darah sehingga mempengaruhi persarafan.

Jadi umumnya, peristiwa menutupnya mata seseorang pada saat kematian disebabkan oleh hubungan dengan sistem persarafan, dan merupakan gambaran neurologis dari penyakit. Baik jika seseorang meninggal dengan mata tertutup atau malah dengan mata terbuka, ini tak ada hubungannya dengan dosa, peristiwa masa lampau, maupun apakah orang tersebut meninggal dengan “tenang” atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Inilah Fungsi 4 Hormon Penting untuk Manusia Bertahan Hidup

Anda mungkin sudah tahu kalau hormon yang tak seimbang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Tapi, tahukah Anda apa saja fungsi hormon esensial dalam tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Makan Petai dan Jengkol Bikin Napas dan Kencing Jadi Bau?

Suka makan petai dan jengkol? Kalau begitu, Anda pasti sudah hapal dengan bau mulut dan bau urin yang menyengat setelahnya. Apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gemetar setelah minum kopi

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
viagra

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit