home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Terapi Lintah Bermanfaat untuk Kesehatan, Benarkah?

Terapi Lintah Bermanfaat untuk Kesehatan, Benarkah?

Sebagian kalangan rela melakukan apa saja demi terlihat awet muda, termasuk melakukan terapi lintah. Meski Anda merasa jijik saat membayangkannya, tetapi banyak orang percaya manfaat terapi lintah untuk kesehatan, termasuk pada kulit.

Lantas, benarkah manfaat perawatan dari terapi lintah?

Mengenal terapi lintah dalam dunia medis

Terapi lintah dalam dunia medis telah dikenal mulai peradaban Mesir, Yunani, India, hingga Arab Kuno.

Para ahli pada zaman tersebut percaya bahwa lintah mampu menyembuhkan segala penyakit, termasuk laringitis, kelainan sistem saraf, demam kuning, masalah gigi, penyakit kulit, dan infeksi.

Lintah termasuk hewan hematofagus alias pemakan darah. Di alam liar, lintah akan menempel pada kulit hewan dan mengisap darah sebagai makanannya.

Saat ini para ahli memanfaatkan air liur lintah jenis Hirudo medicinalis untuk perawatan medis karena memiliki kandungan senyawa aktif seperti berikut.

  • Anestesi lokal alami untuk mengurangi rasa sakit.
  • Vasodilator lokal untuk melebarkan pembuluh darah.
  • Hirudin dan calin untuk mencegah proses pembekuan darah.

Manfaat terapi lintah pada dasarnya untuk mencegah pembekuan darah. Selain itu, senyawa aktif dalam air liur lintah juga akan membuat aliran darah lebih lancar.

Manfaat terapi lintah untuk kesehatan

jenis operasi plastik

Dalam dunia kedokteran modern, dokter umumnya akan memanfaatkan terapi lintah sebagai upaya penyelamatan terakhir dalam operasi plastik dan bedah mikro lainnya.

Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan jaringan atau anggota tubuh yang terancam mati, termasuk akibat komplikasi penyakit atau dalam proses pemasangan kembali bagian tubuh yang terputus.

Manfaat terapi lintah juga bisa membantu menghilangkan penumpukan darah pascaoperasi. Kondisi yang disebut kongesti vena ini dapat memicu bagian tubuh atau kulit memar.

Ketika aliran darah jadi sangat terbatas, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan kematian bagian tubuh.

Sebagai contoh, TRAM flap atau operasi rekonstruksi untuk membuat payudara baru setelah mastektomi dapat menyebabkan darah tergenang dan tidak bisa keluar dari bagian tersebut.

Lintah berperan mengisap genangan darah. Sebagai gantinya, senyawa aktif dalam air liur lintah akan melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah ke bagian bermasalah.

Selain itu, manfaat terapi lintah untuk melancarkan peredaran darah kemungkinan dapat membantu mengatasi kebotakan dan kerontokan rambut.

Efek yang meningkatkan sirkulasi darah ini juga dapat membantu mengobati gangguan terkait diabetes atau penyakit kardiovaskular berdasarkan sejumlah penelitian.

Bagaimana prosedur terapi lintah?

terapi lintah

Dokter atau tenaga medis yang menangani Anda akan memberikan penjelasan terkait terapi lintah, mulai dari langkah persiapan, prosedur, hingga efek samping dan risikonya.

Anda juga akan diminta berhenti merokok dan minum minuman berkafein, misalnya teh, kopi, atau soda.

Hal ini perlu Anda lakukan karena nikotin dan kafein menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga dapat memengaruhi keberhasilan pengobatan.

Dokter terlebih dahulu akan menentukan seberapa banyak lintah yang akan digunakan. Hal ini tergantung dari seberapa parah kondisi Anda.

Selanjutnya, dokter akan membersihkan bagian kulit tempat lintah akan menempel. Lintah akan dibiarkan menempel pada kulit Anda untuk menyerap penumpukan darah di dalamnya.

Untuk mengetahui terapi lintah bekerja atau tidak, dokter akan memperhatikan perubahan warna kulit dan aliran darah yang berangsur membaik pada kulit Anda.

Prosedur ini biasanya berlangsung 30–60 menit hingga tubuh lintah membesar karena terisi darah. Lintah akan lepas dengan sendirinya atau dokter akan melepasnya secara perlahan.

Anda membutuhkan terapi lintah selama tiga hingga lima hari. Hal ini untuk memastikan pembuluh darah baru terbentuk dan aliran darah kembali normal.

Adakah efek samping dari terapi lintah?

Terapi lintah secara umum tidak menimbulkan rasa sakit atau masalah kulit serius. Namun, prosedur ini mungkin bisa menimbulkan efek samping, termasuk infeksi dan perdarahan.

Lintah medis juga mengandung bakteri untuk mencerna darah. Meski risiko infeksi terbilang kecil, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk mencegah atau mengobati infeksi dari lintah.

Senyawa hirudin dalam air liur lintah juga mencegah pembekuan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan hingga beberapa jam pascaprosedur yang bisa memicu anemia.

Maka dari itu, orang dengan anemia atau gangguan pembekuan darah umumnya tidak dokter sarankan untuk menjalani terapi lintah.

Sementara itu, anak-anak dan wanita hamil juga perlu mendapatkan pengawasan dokter untuk mencegah efek samping dari terapi lintah.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait manfaat terapi lintah ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Leech Therapy. Oxford University Hospitals. (2017). Retrieved 3 December 2021, from https://www.ouh.nhs.uk/patient-guide/leaflets/files/32855Pleech.pdf

Leech Therapy. Sydney Children’s Hospital. (2019). Retrieved 3 December 2021, from https://www.schn.health.nsw.gov.au/files/factsheets/leech_therapy-en.pdf

Sig, A. K., Guney, M., Uskudar Guclu, A., & Ozmen, E. (2017). Medicinal leech therapy-an overall perspective. Integrative medicine research, 6(4), 337–343. https://doi.org/10.1016/j.imr.2017.08.001

Mumcuoglu, K. (2014). Recommendations for the Use of Leeches in Reconstructive Plastic Surgery. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2014, 1-7. https://doi.org/10.1155/2014/205929

Pannucci, C. J., Nelson, J. A., Chung, C. U., Fischer, J. P., Kanchwala, S. K., Kovach, S. J., Serletti, J. M., & Wu, L. C. (2014). Medicinal leeches for surgically uncorrectable venous congestion after free flap breast reconstruction. Microsurgery, 34(7), 522–526. https://doi.org/10.1002/micr.22277

Abdualkader, A. M., Ghawi, A. M., Alaama, M., Awang, M., & Merzouk, A. (2013). Leech therapeutic applications. Indian journal of pharmaceutical sciences, 75(2), 127–137. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3757849/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 13/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro