Masker Bubble Benar Bermanfaat Atau Cuma Tren Kecantikan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Baru-baru ini media sosial dan internet sedang ramai mengupas tuntas tentang bubble mask yang menjadi tren baru di ranah kecantikan Indonesia. Masker ini jika dipakai akan menghasilkan efek gelembung atau busa sehingga wajah Anda akan terlihat menggelembung seperti awan. Nah, perlu ditelaah lebih jauh apakah masker wajah yang satu ini memang betul bermanfaat atau cuma tren. Simak ulasannya di sini, ya.

Apa itu bubble mask? Manfaat apa yang dihasilkan?

Bubble mask adalah masker berkarbonasi yang terbuat dari air mengandung karbon, bubuk charcoal (arang hitam), dan tanah liat. Masker dari Korea Selatan ini menjadi laku di pasaran Indonesia berkat sensasi masker yang menggemaskan, yakni menimbulkan busa gelembung.

Dikutip dari kantor berita Today, setelah Anda mengoleskan masker ini ke wajah sekitar 10 menit, masker tersebut akan menggelembung berbusa sampai menutupi pori-pori wajah Anda. Berkat kandungan karbon di dalamnya, masker ini bisa menggelembung berbusa setelah Anda gunakan beberapa saat.

Menurut dr. Angela J. Lamb, seorang spesialis kulit dari Westside Dermatology Faculty Practice di Icahn School of Medicine at Mount Sinai Hospital, bubble mask ini berbahan asli tanah liat. Tanah liat memang sudah lama digunakan di dalam produk kecantikan untuk menyerap minyak dan menutup pori-pori di kulit sementara waktu. Hasilnya juga bisa membuat kulit Anda terasa lebih kencang dan halus.

Akan tetapi, keunggulan dan manfaat bubble mask jika dibandingkan dengan produk masker wajah lainnya belum terbukti secara ilmiah dan belum ada uji klinisnya. Sejauh ini, baru ada ulasan-ulasan dari orang yang sudah pernah menggunakannya. Selain itu, bagaimana efek masker ini juga tentu berbeda-beda pada setiap orang dengan berbagai jenis kulit.

Bagaimana cara pemakaiannya?

Sama dengan pemakaian masker lainnya, pertama-tama Anda harus membersihkan wajah Anda terlebih dahulu. Setelahnya, keringkan dan oles masker dengan spatula kecil secukupnya. Ingat! Jangan oleskan masker terlalu dekat dengan lubang hidung atau mata. Pasalnya ketika masker mulai memunculkan efek bubble, busa tersebut bisa masuk mengenai mata atau terhirup ke dalam hidung.

Setelah digunakan di wajah, diamkan sampai busa muncul, kira-kira sekitar 5 sampai 10 menit. Lalu, bersihkan atau angkat sisa krim menggunakan spatula. Anda bisa langsung mencuci muka dengan air sampai bersih.

Adakah efek sampingnya?

Penggunaan masker ini sama penggunaan masker wajah lainnya, yaitu harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kemungkinan akan ada efek samping tertentu. Pasalnya, setiap kulit punya reaksi yang berbeda terhadap produk kimia. 

Jika setelah memakai masker kulit wajah menjadi kemerahan atau gatal, baiknya segera hentikan pemakaian tersebut. Nah, ada baiknya Anda melakukan uji coba pada masker sebelum digunakan. Caranya, oleskan sedikit masker pada punggung tangan, diamkan selama beberapa saat. Jika tidak ada gejala iritasi dan lainnya, Anda boleh mencobanya di kulit wajah.

Pastikan Anda selalu menggunakan spatula yang dikemas dengan masker. Ini mencegah adanya campuran bahan asing ke masker yang bisa merusak isi kandungan dan kualitas masker. Jangan gunakan jari Anda untuk menyendok masker dari kemasan,  karena bisa menyebabkan gelembung busa prematur. Setelahnya, cuci spatula dengan benar sebelum meletakkannya kembali ke tempat penyimpanan wadah masker.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Tangan atau tubuh tiba-tiba gemetar setelah minum kopi? Hati-hati, mungkin Anda sudah mengalami overdosis kafein. Apa saja gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Obat viagra kini dikenal sebagai obat kuat pria. Padahal, ada beragam fakta obat viagra yang mungkin tidak Anda sangka. Yuk, ketahui info lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Kesehatan Pria, Impotensi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
selingkuh hati

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit