home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulik Efektivitas Terapi Lintah Untuk Kecantikan

Mengulik Efektivitas Terapi Lintah Untuk Kecantikan

Anda termasuk orang yang rela melakukan apa saja untuk tetap awet muda? Misalnya, mengizinkan seseorang untuk menggunakan darah dari tubuh sendiri hasil isapan lintah sebagai masker wajah?

Mungkin menjijikan untuk membayangkannya, tetapi bagi sebagian orang, lintah adalah jalan keluar yang mereka butuhkan. Terapi lintah adalah prosedur kosmetik nyata untuk mereka yang bersedia untuk menggelontorkan upaya ekstra untuk mempertahankan kecantikan.

Manfaat terapi lintah dalam dunia kesehatan

Terapi lintah dalam dunia medis memiliki sejarah panjang. Dokter di peradaban Mesir, Yunani, India, dan Arab kuno percaya bahwa lintah mampu menyembuhkan segala, termasuk laringitis, demam kuning, kelainan sistem saraf, masalah gigi, penyakit kulit, dan infeksi.

Hewan hematofagus, seperti lintah, diketahui memiliki senyawa biologis aktif dalam zat buangan mereka, terutama dalam air liur. Air liur lintah mengandung berbagai peptida bioaktif dan protein yang melibatkan antitrombin (hirudin, bufrudin), antiplatelet (calin, saratin), inhibitor faktor Xa (lefaxin), antibakterial (theromacin, theromycin), dan lainnya bekerja untuk mencegah pembekuan darah. Akibatnya, darah dapat mengalir lebih lancar ke situs luka untuk mempercepat proses penyembuhan.

Kegunaan terapi lintah dalam operasi plastik

Dalam dunia kedokteran modern, lintah sebagian besar digunakan sebagai upaya penyelamatan terakhir dalam operasi plastik dan bedah mikro lainnya untuk menyelamatkan jaringan flap atau anggota tubuh yang terancam mati setelah prosedur rekonstruktif, termasuk untuk kanker dan diabetes, dan juga membantu proses pemasangan kembali bagian tubuh yang terputus.

Biasanya, ahli bedah plastik menggunakan metode penusukan jarum atau dengan nitropaste (obat jantung yang melebarkan pembuluh darah) untuk menyelamatkan jaringan yang terkompromi. Saat cara ini tidak dapat diraih, dokter akan beralih menggunakan lintah. Flap trem — sebuah jaringan perut yang digunakan untuk membuat payudara baru setelah mastektomi — misalnya, dapat tergenang dengan darah yang tidak bisa mencari jalan keluar dari area tersebut. Ketika aliran darah menjadi sangat terbatas, jaringan yang bermasalah bisa mengalami kematian. Lintah berperan menghapus genangan darah vena dengan mengisapnya untuk makan. Sebagai gantinya, lintah-lintah ini akan melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah menuju area bermasalah tersebut.

Selama lintah mengisap darah, mereka akan melepaskan zat anti pembekuan darah, dikenal sebagai hirudin, ke dalam luka yang akan memelihara kelancaran perdarahan pada area yang bermasalah hingga 5-6 jam setelah lintah otomatis jatuh kekenyangan atau diangkat oleh dokter.

Beberapa tahun belakangan ini, terapi lintah mengalami kebangkitan akibat manfaatnya yang sedehana dan murah guna mencegah komplikasi — terutama dalam dunia kecantikan. Semakin banyak orang, termasuk selebritis dunia, yang telah mencoba terapi lintah untuk kecantikan, disebut dengan “face lift lintah”.

Apa manfaat lintah bagi kecantikan?

Selama proses face lift lintah, sekitar 1-2 ekor lintah lapar akan ditempatkan di tubuh Anda — biasanya di daerah perut sekitar pusar — untuk mengisap darah Anda sampai kenyang. Setelahnya, dokter, atau lebih dikenal dengan hiroudotherapist, akan mengeluarkan darah segar yang telah mereka konsumsi untuk kemudian dioleskan langsung ke wajah Anda.

Terapi lintah untuk kecantikan dipercaya dapat meningkatkan keseluruhan penampilan wajah dengan mengencangkan, melenturkan, bercahaya, dan melembutkan kulit. Apa alasannya?

Selain memproduksi berbagai macam protein, air liur lintah juga mengandung sejumlah lipid (lemak). Lipid merupakan bahan aktif penting yang umum ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit. Tapi, adakah kaitannya antara lipid hasil produksi lintah dengan peningkatan penampilan kulit wajah idaman?

Asam fosfatidat dan asam lemak bebas menempati proposi terbesar dari lipid dalam air liur lintah. Aplikasi asam lemak bebas topikal telah terbukti mempengaruhi pembentukan lipid dalam kulit manusia, dan lipid topikal telah diketahui keefektivitasannya sebagai agen kondisioner dan pelembap kulit yang baik (biasanya, kandungan asam lemak ini terkandung pula dalam minyak, yang juga memberikan minyak manfaat melembabkan).

Namun demikian, terlepas dari khasiat terapi lintah dalam dunia kedokteran, masih belum banyak yang dapat diketahui pasti dari peran dan efek air liur lintah dalam dunia kosmetik. Selain itu, keamanan dan komplikasi dari terapi lintah untuk kecantikan masih terbilang kontroversial.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Leech Therapy- Ludicrous or Luxury? http://www.beautybythegeeks.com/leech-therapy-ludicrous-or-luxury-2/ accessed August 8, 2016

Leeches: Beauty Treatment Or Pain Reducer? http://www.cbsnews.com/news/leeches-beauty-treatment-or-pain-reducer/ accessed August 8, 2016

The leech face-lift: Hollywood’s creepy cosmetic craze http://nytlive.nytimes.com/womenintheworld/2015/10/13/the-leech-face-lift-hollywoods-creepy-cosmetic-craze/ accessed August 8, 2016
Leech Therapeutic Applications http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3757849/ accessed August 8, 2016

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila pada 16/08/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x