7 Manfaat Gerakan Salat bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    7 Manfaat Gerakan Salat bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Ibadah salat bagi pemeluk agama Islam tidak hanya dilakukan agar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Hal ini sekaligus mampu menyegarkan hati dan jiwa. Dari sisi medis, sejumlah penelitian pun telah membuktikan bahwa ada manfaat salat bagi kesehatan yang bisa membuat tubuh Anda makin bugar.

    Ragam manfaat gerakan salat bagi kesehatan

    Sebagai pemeluk agama Islam, salat lima waktu sudah menjadi sebuah kewajiban yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebuah penelitian dalam International Journal of Health Sciences & Research (2018) telah merangkum sejumlah manfaat salat bagi kesehatan.

    Untuk mengetahui penjelasan dari setiap manfaatnya, simak poin-poin berikut ini.

    1. Memperlancar peredaran darah

    manfaat gerakan salat bagi kesehatan

    Dalam salat ada gerakan takbiratul ihram, yakni ketika Anda berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya ke depan perut atau dada bagian bawah.

    Salah satu manfaat gerakan salat ini bagi kesehatan ialah memperlancar aliran darah dan aliran getah bening dalam tubuh Anda.

    Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu juga ikut meregang sehingga membuat aliran darah kaya nutrisi dan oksigen menjadi lebih lancar.

    2. Mengurangi risiko sakit punggung

    Gerakan rukuk Anda lakukan dengan cara membungkuk dengan posisi punggung dan kepala lurus ke depan, sambil kedua tangan bertumpu pada lutut.

    Posisi ini akan meregangkan otot paraspinal yang berada pada punggung Anda. Gerakan salat inilah yang memberikan manfaat dalam mengurangi risiko cedera atau sakit punggung.

    Para ahli juga menjelaskan bahwa postur ini berguna untuk membantu menurunkan risiko osteoporosis dan penyakit lain terkait tulang belakang.

    3. Meningkatkan aliran darah ke otak

    Sujud merupakan gerakan berlutut dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi Anda menempel di lantai secara bersamaan.

    Posisi kepala yang lebih rendah dari jantung membuat gerakan salat ini bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah menuju otak.

    Hal ini bermanfaat untuk mengurangi risiko sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan perdarahan otak.

    4. Memperlancar sistem pencernaan

    Gerakan bangun dari rukuk (iktidal) dan duduk di antara dua sujud melibatkan perut dan organ pencernaan lainnya dalam tubuh.

    Ketika melakukan gerakan ini, organ pada sistem pencernaan Anda akan mengalami kontraksi dan relaksasi sehingga kerjanya menjadi lebih lancar.

    Postur ini juga mampu menyingkirkan sejumlah gangguan pencernaan, seperti sakit perut dan sembelit, serta meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.

    5. Merelaksasi otot leher dan kepala

    salam

    Meski terlihat sederhana, ternyata manfaat gerakan salam bagi kesehatan juga membantu meningkatkan jangkauan gerak leher sambil meregangkan otot trapezius.

    Saat melakukan salam pada akhir rakaat salat, otot pada bagian sekitar leher dan kepala akan lebih rileks sehingga menyempurnakan aliran darah ke kepala.

    Alhasil, gerakan salat ini bisa menghilangkan sakit kepala pada orang yang mengalaminya.

    6. Menjaga keseimbangan tubuh

    Gerakan salat dengan berdiri tegak, rukuk, dan sujud yang Anda lakukan berulang-ulang bisa membantu menjaga dan meningkatkan keseimbangan tubuh.

    Sebuah studi dalam Journal of Physical Therapy Science (2013) menunjukkan orang yang rutin salat punya keseimbangan dinamis yang jauh lebih baik daripada orang sehat pada umumnya.

    Keseimbangan dinamis merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan kestabilannya selagi bergerak atau berpindah posisi.

    Keseimbangan yang terlatih setelah rutin melakukan salat tentu akan membantu Anda terhindar dari risiko jatuh yang lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia.

    7. Meningkatkan kecerdasan

    Selain kesehatan fisik, manfaat gerakan salat juga dapat Anda rasakan bagi kecerdasan otak.

    Gerakan sujud yang meningkatkan aliran darah ke otak juga memberi efek positif pada memori, konsentrasi, dan kemampuan kognitif lainnya.

    Selain itu, salat yang memadukan gerakan serta doa dan lantunan ayat Al-Qur’an juga memberikan manfaat relaksasi, sama halnya seperti saat Anda melakukan meditasi.

    Gerakan salat juga bermanfaat bagi kesehatan mental

    Kegiatan beribadah juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Hal ini dipaparkan Harold Koenig, MD, profesor kedokteran dan psikiatri dari Duke University School of Medicine, AS, seperti dikutip dari WebMD.

    Profesor dan penulis Handbook of Religion and Health ini menjelaskan bahwa ada sekitar 1.200 studi baru yang membuktikan berbagai manfaat ibadah bagi kesehatan.

    Orang-orang religius cenderung hidup lebih lebih sehat dan juga lebih lama. Mereka juga tidak merokok dan minum alkohol.

    Harold Koenig, MD

    Faktanya, orang-orang yang rajin beribadah juga lebih jarang sakit berdasarkan hasil terpisah dalam sejumlah penelitian. Berikut merupakan beberapa hasilnya.

    • Orang yang jarang beribadah akan menghabiskan waktu rata-rata tiga kali lebih lama saat dirawat di rumah sakit daripada orang yang rajin beribadah.
    • Pasien gangguan jantung 14 kali lebih mungkin meninggal setelah operasi bila mereka tidak menganut agama tertentu.
    • Orang tua lanjut usia yang jarang atau tidak beribadah dua kali lebih berisiko terkena stroke dibandingkan yang rajin beribadah.
    • Orang-orang yang religius memiliki tingkat kematian 40% lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular dan kanker.

    Koening juga mengatakan, orang yang religius lebih jarang mengalami depresi. Ketika mengalami depresi, mereka juga bisa sembuh lebih cepat sehingga tidak berdampak bagi kesehatan fisik dan kualitas hidupnya.

    Tentunya, manfaat salat bagi kesehatan tidak dapat Anda rasakan secara instan. Gerakan salat juga harus dipraktikkan dengan benar dan khusyuk untuk merasakan manfaatnya.

    Di samping rutin beribadah, Anda juga perlu mengimbanginya dengan pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan, olahraga teratur, dan cukup istirahat.

    Dengan begitu hidup akan jauh lebih tenang, serta tentunya lebih sehat secara lahir dan batin.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Can Prayer Heal?. WebMD. Retrieved 22 February 2022, from https://www.webmd.com/balance/features/can-prayer-heal

    Nazish, N., & Kalra, N. (2018). Muslim Prayer- A New Form of Physical Activity: A Narrative Review. International Journal Of Health Sciences And Research, 8(7), 337-344. Retrieved 22 February 2022, from https://www.ijhsr.org/IJHSR_Vol.8_Issue.7_July2018/43.pdf

    Ghazal, K. (2018). Physical benefits of (Salah) prayer – Strengthen the faith & fitness. Journal Of Novel Physiotherapy And Rehabilitation, 043-053. https://doi.org/10.29328/journal.jnpr.1001020

    AlAbdulwahab, S., Kachanathu, S., & Oluseye, K. (2013). Physical Activity Associated with Prayer Regimes Improves Standing Dynamic Balance of Healthy People. Journal Of Physical Therapy Science, 25(12), 1565-1568. https://doi.org/10.1589/jpts.25.1565

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Mar 18
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa