backup og meta

10 Penyebab Kucing Tiba-Tiba Kurus dan Perawatan yang Tepat

10 Penyebab Kucing Tiba-Tiba Kurus dan Perawatan yang Tepat

Melihat kucing kesayangan mengalami penurunan berat badan drastis tentu membuat Anda merasa khawatir. Hal ini dapat terjadi karena kondisi medis tertentu. Ketahui berbagai penyebab kucing tiba-tiba kurus di bawah ini. 

Kenapa kucing tiba-tiba kurus?

Penurunan berat badan drastis pada kucing sebagian besar disebabkan oleh kondisi medis seperti infeksi virus, bakteri, atau gangguan pencernaan.

Berikut ini penjelasan mengapa berat badan kucing turun yang perlu Anda ketahui. 

1. Cacingan

Cacingan merupakan salah satu penyakit pada kucing yang sering dialami. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan drastis pada kucing. 

Ini karena bisa mengalami gejala seperti diare, berkurangnya nafsu makan, serta muntah yang terkadang disertai cacing. 

Anda berbagai jenis cacing yang dapat menginfeksi kucing seperti cacing gelang, cacing pita, cacing tambang, cacing jantung, dan cacing cambuk. 

2. Hipertiroidisme

kucing mendengkur

Penyebab kucing tiba-tiba kurus selanjutnya adalah penyakit hipertiroidisme. Penyakit pada kucing ini disebabkan oleh tumor jinak di dalam kelenjar tiroid. Tumor ini dapat meningkatkan produksi hormon tiroid.

Hormon tiroid adalah hormon yang berfungsi mengatur metabolisme. Kelebihan hormon tiroid akan mempercepat proses metabolisme.

Akibatnya, kucing bisa mengalami penurunan berat badan meskipun nafsu makannya banyak. 

Gejala lainnya yang dapat muncul dapat berupa muntah, diare, peningkatan rasa haus, sering buang air kecil, dan sulit tidur.

3. Feline immunodeficiency virus (FIV)

Infeksi virus juga bisa menjadi salah satu penyebab kucing tiba-tiba kurus, salah satunya feline immunodeficiency virus (FIV).

FIV menyerang sel darah putih kucing yang berfungsi melawan penyakit. Akibatnya, kucing yang terinfeksi FIV lebih rentan terkena penyakit.

Selain penurunan berat badan, kucing bisa mengalami pembengkakan pada kelenjar getah benih, demam berulang, radang gusi dan mulut, serta masalah neurologis.

Virus penyebab FIV biasanya menular melalui gigitan, misalnya saat berkelahi dengan kucing lain yang telah terjangkit virus.

4. Penyakit ginjal

Penurunan berat drastis merupakan hal yang umum terjadi pada kucing dengan penyakit ginjal kronis atau gangguan pada fungsi ginjal. 

Gangguan pada fungsi ginjal bisa membuat penumpukan zat sisa di dalam darah. Kondisi ini dapat membuat kucing merasa lesu dan tidak nafsu makan yang akhirnya mengakibatkan penurunan berat badan. 

Studi dalam Journal of Veterinary Internal Medicine mengungkapkan bahwa kucing dapat kehilangan 9% berat badan dalam 12 bulan setelah didiagnosis penyakit ginjal kronis, tetapi penurunan berat badan ini juga dapat terjadi 3 tahun sebelum diagnosis.

5.  Diabetes

Penyakit diabetes juga bisa menjadi salah satu penyebab kucing tiba-tiba kurus. Diabetes pada kucing terjadi ketika tubuh kucing tidak dapat memproduksi atau merespons hormon insulin, sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah.

Penyakit diabetes menyebabkan sel dalam tubuh kucing tidak dapat menyerap glukosa dalam darah, hal ini mengakibatkan anabul kekurangan energi. 

Untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan, tubuh kucing akan mencari sumber energi lain, yaitu dengan memecah lemak dan protein. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan meskipun nafsu makan kucing meningkat.

6. Stres

Kucing yang stres seringkali mengalami penurunan nafsu makan. Jika terus berlanjut, hal ini dapat menyebabkan berat badan kucing turun drastis. 

Ada berbagai alasan yang menyebabkan kucing merasa stres, seperti pindah rumah, keberadaan hewan lain di rumah, perubahan rutinitas, serta kurang perhatian dari pemiliknya.

Ciri-ciri kucing stres dapat berupa perubahan perilaku menjadi lebih agresif dan defensif, sering bersembunyi, atau perubahan pada pola tidur.

7. Gangguan pada gigi 

Gangguan gigi dan mulut dapat membuat kucing kesulitan untuk mengunyah makanan, bahkan kehilangan nafsu makan. Akibatnya, berat badan kucing pun turun.

Kucing sakit gigi biasanya disebabkan oleh penumpukan plak yang mengeras dan menjadi karang gigi. Jika karang gigi tidak dibersihkan, bakteri akan menginfeksi plak gigi dan menyebabkan terjadinya peradangan gusi atau gingivitis.

Ada beberapa gejala kucing sakit gigi, seperti bau mulut, kesulitan menelan, gigi goyang atau tanggal, muncul karang gigi, keluar air liur yang berlebihan serta tidak mau makan.

8. Inflammatory Bowel Disease (IBD)

kucing sembelit

Inflammatory bowel disease (IBD) pada kucing adalah kondisi dimana saluran pencernaan kucing mengalami iritasi dan peradangan kronis. 

Kucing yang menderita penyakit ini biasanya akan menunjukkan gejala meliputi muntah, lesu, diare, feses berdarah serta penurunan nafsu makan yang berdampak pada penurunan berat badan.

Belum diketahui secara pasti penyebab kondisi ini. Namun, mengutip situs PetMD, kondisi ini dapat terjadi karena alergi makanan, bakteri atau faktor genetik.  

9. Kanker

Penurunan berat badan secara drastis yang membuat kucing tiba-tiba kurus kemungkinan menandakan gejala kanker. 

Pertumbuhan sel kanker mengganggu penyerapan nutrisi atau membuat kucing kesulitan makan, sehingga berat badan kucing terus turun. 

Selain berat badan turun drastis, beberapa gejala yang mungkin yaitu muntah, diare, kelelahan ekstrem, luka yang tidak kunjung sembuh, dan kemunculan benjolan. 

10. Kucing tidak mendapatkan makanan yang cukup

Selain karena kondisi medis, penurunan berat badan mungkin dapat terjadi karena kucing tidak mendapatkan makanan yang cukup.

Hal ini mungkin terjadi karena ada kucing lain di rumah yang menghabiskan makanan atau mungkin jumlah kalori serta zat gizi di dalam makanan kucing yang Anda berikan tidak cukup.

Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan jenis makanan kucing, pastikan makanan kucing peliharaan Anda dapat memenuhi kebutuhan gizinya sehari-hari. 

Takaran makan kucing


Untuk kucing dewasa, berikan makanan setiap 4 – 5 kali sehari. Setiap kilogram berat badan kucing membutuhkan  30 – 40 gram makanan kering. Jika kucing memiliki berat badan 5 kilogram,  Anda perlu memberikan makanan sebanyak 150 – 200 gram per harinya.

Kapan harus pergi ke dokter?

Kucing tiba-tiba kurus sering kali merupakan gejala dari suatu penyakit. Anda perlu membawa kucing peliharaan ke dokter hewan bila melihat perubahan berat badan yang sangat drastis pada anabul. 

Segera juga bawa ke dokter bila penurunan berat badan disertai gejala seperti:

  • muntah,
  • diare,
  • sering buang air kecil,
  • minum air lebih banyak,
  • lemas,
  • bulu kusam,
  • mengeluarkan air liur, dan 
  • mulut kucing bau.  

Hal yang perlu dilakukan ketika kucing tiba-tiba kurus

Ketika Anda merasa kucing peliharaan tiba-tiba kurus tanpa sebab, periksakan kucing kepada dokter hewan. Dokter akan mencari tahu penyebab yang mendasarinya dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, tes darah, atau melihat kotoran kucing untuk memastikan adanya parasit kucing atau cacing yang mungkin menyebabkan penurunan berat badan. 

Jika berat badan kucing turun drastis karena penyakit yang berhubungan dengan virus, seperti Feline Immunodeficiency Virus (FIV), dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan. 

Apabila kucing kehilangan nafsu makan karena stres, dokter hewan akan menyarankan Anda untuk menjauhi kucing dari sumber stres serta menciptakan lingkungan yang aman untuk anabul.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Why Is My Cat Losing Weight? (2019). Retrieved 16 January 2024, from https://www.petmd.com/cat/conditions/digestive/c_ct_Weight_Loss_and_Cachexia 

Worms in cats. (2022.). Retrieved 16 January 2024, from  https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/conditions/worms-in-cats 

Weight loss in cats. (2020). Retrieved 16 January 2024, from https://www.pdsa.org.uk/pet-help-and-advice/pet-health-hub/symptoms/weight-loss-in-cats 

Hyperthyroidism in Cats: Symptoms and Treatment. (2020). Retrieved 16 January 2024, from https://www.petmd.com/cat/conditions/endocrine/c_ct_hyperthyroidism 

Freeman, L. M., Lachaud, M. P., Matthews, S., Rhodes, L., & Zollers, B. (2016). Evaluation of Weight Loss Over Time in Cats with Chronic Kidney Disease. Journal of Veterinary Internal Medicine, 30(5), 1661–1666. 

Chronic Kidney Disease. (2019). Retrieved 16 January 2024, from https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/chronic-kidney-disease

Dental Disease in Cat. (2019). International Cat Care. Retrieved 16 January 2024, from https://icatcare.org/advice/dental-disease-in-cats/ 

Feline Diabetes. (2021). Retrieved 16 January 2024, from https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/feline-diabetes

Cancer in Cats: Symptoms, Types and Treatment. (2019.). Retrieved 16 January 2024, from https://www.petmd.com/cat/conditions/cancer/cancer-cats-symptoms-types-and-treatment-0 

Inflammatory Bowel Disease. (n.d). Retrieved16 January 2024, from https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/inflammatory-bowel-disease

Versi Terbaru

23/01/2024

Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen

Diperbarui oleh: Fidhia Kemala


Artikel Terkait

7 Ciri-Ciri Kucing Peliharaan Kesepian dan Cara Mengatasinya

Kucing Bisa Alergi, Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 23/01/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan