backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Kenali 7 Parasit yang Bisa Menyebabkan Penyakit pada Kucing

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 18/01/2024

    Kenali 7 Parasit yang Bisa Menyebabkan Penyakit pada Kucing

    Ketika merawat kucing, sebaiknya Anda tidak memperhatikan asupan nutrisi dan kebersihannya saja. Penting juga mengetahui jenis parasit yang bisa hidup dalam tubuh kucing peliharaan Anda. Dengan begitu, Anda dapat mencegah penyakit kucing yang disebabkan oleh parasit.

    Jenis parasit yang bisa menyerang kucing

    Penyakit kucing yang disebabkan oleh parasit cukup umum terjadi. Parasit ini dapat berupa cacing atau organisme protozoa. 

    Beberapa parasit bahkan berpotensi menginfeksi manusia. Berikut ini beberapa jenis parasit yang bisa menimbulkan penyakit pada kucing.

    1. Kutu

    Kutuan sangat umum dialami hewan peliharaan berbulu, termasuk kucing. Kutu yang menyerang kucing biasanya adalah jenis Ctenocephalides felis yang hidup dengan menghisap darah.

    Parasit yang satu ini mudah terlihat, biasanya sedang bergerak melintas di antara bulu-bulu kucing. Gigitan kutu membuat kucing sering menggaruk tubuhnya karena gatal dan bisa menimbulkan benjolan merah.

    Cara menghilangkan kutu pada kucing adalah dengan memandikan anabul menggunakan sampo antikutu atau memberikan obat tetes kutu. 

    2. Cacing gelang

    cacing pada kucing

    Cacing gelang, khususnya spesies Toxascaris leonina dan Toxocara cati, merupakan parasit cacing yang umum ditemukan pada kucing.

    Mengutip Cornell Feline Health Center, cacing gelang (roundworms) menginfeksi sekitar 25 – 75% kucing di seluruh dunia dan paling banyak dialami oleh anak kucing. 

    Jenis parasit ini dapat tumbuh sepanjang 7 – 15 cm dan berbentuk menyerupai mi atau spageti.

    Kucing dapat terinfeksi cacing gelang melalui makanan yang telah terkontaminasi oleh feses yang mengandung telur atau cacing. Jenis cacing ini juga dapat menular dari induk kucing ke anaknya melalui air susu.

    Anabul yang terinfeksi oleh cacing gelang dapat mengalami gejala berupa bulu kusam, diare, muntah, dan penurunan berat badan.

    3. Cacing tambang

    Cacing tambang merupakan jenis cacing yang hidup menempel pada lapisan dinding usus kucing dengan memakan darah inangnya.

    Jenis cacing tambang yang umum menginfeksi kucing adalah Ancylostoma tubaeforme dan Uncinaria stenocephala.

    Ukuran cacing ini cukup kecil sehingga biasanya sulit terlihat pada kotoran kucing yang terinfeksi.

    Parasit ini dapat menular pada kucing melalui makanan yang telah terinfeksi oleh telur dan cacing tambang. Jika terinfeksi oleh penyakit ini, kucing dapat mengalami gejala berupa lemas, sesak napas, dan menceret

    Apakah cacing tambang bisa menginfeksi manusia?

    Telur cacing tambang (Ancylostoma) dapat menginfeksi manusia melalui kulit. Umumnya, penularan terjadi karena Anda sering berjalan kaki di tanah tanpa alas kaki. Infeksi parasit ini dapat menyebabkan gatal dan iritasi pada kulit manusia. 

    4. Cacing pita

    Seperti namanya, cacing pita memiliki tubuh berbentuk pipih dan panjang menyerupai pita. Jenis cacing kucing ini hidup di usus dan menyerap nutrisi yang dimakan oleh inangnya. 

    Kucing biasanya terinfeksi oleh cacing pita karena menelan telur kutu kucing, misalnya ketika kucing menjilat bulunya. 

    Selain itu, cacing dapat menular ketika kucing memakan hewan pengerat yang telah terinfeksi oleh parasit ini. 

    Anabul yang terinfeksi oleh parasit ini dapat tidak menunjukkan gejala tertentu. Akan tetapi, cacing pita pada kucing dapat dengan mudah dideteksi melalui feses. 

    5. Tungau telinga kucing

    Tungau Telinga Kucing,

    Tungau atau kutu telinga kucing (ear mites) merupakan parasit yang cukup umum menyerang kucing. Parasit ini hidup di kulit saluran telinga anabul dengan memakan kotoran telinga dan sel kulit mati 

    Tungau telinga kucing dapat menular pada kucing melalui kontak langsung dengan hewan yang telah terinfeksi. Tungau menyebabkan peradangan hingga infeksi pada telinga kucing. 

    Kutu telinga kucing dapat dengan cepat berkembang biak. Infeksinya membuat telinga kucing merah, nyeri, dan bau. Kucing juga akan sering menggelengkan kepalanya atau menggaruk-garuk telinga. 

    6. Toxoplasma

    Toxoplasma gondii merupakan salah satu jenis parasit yang banyak menyerang hewan peliharaan, termasuk pada kucing dan anjing. 

    Kucing dapat terinfeksi oleh parasit ini dengan memakan hewan pengerat seperti burung atau hewan lainnya yang terinfeksi. Selain itu, Toxoplasma dapat menular melalui kotoran kucing lain yang telah terinfeksi. 

    Manusia juga dapat terinfeksi oleh Toxoplasma dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi feses kucing yang terinfeksi. 

    Kucing yang terinfeksi bisa tidak mengalami gejala berarti, tapi bisa demam, kehilangan nafsu makan, dan lesu. 

    7. Mycoplasmosis

    Mycoplasmosis haemobartonellosis merupakan jenis parasit darah pada kucing yang menyebabkan penyakit Feline Hemotropic Mycoplasma (FHM).

    Bakteri ini dapat menempel pada permukaan sel darah merah kucing dan mengakibatkan kerusakan sel darah merah, serta berpotensi menyebabkan anemia.  

    Terdapat tiga jenis spesies Mycoplasma yang menyerang kucing yaitu Mycoplasma haemofelis, Candidatus mycoplasma haemominutum dan Candidatus Mycoplasma turicensis

    Beberapa kucing mungkin tidak menunjukkan gejala tertentu saat terinfeksi, tapi sebagian kucing dapat mengalami gejala anemia ringan. 

    Belum diketahui secara pasti mengenai cara penularan parasit ini pada kucing, tapi mengutip National Kitten Coalition, parasit ini dapat menular melalui gigitan atau cakaran kucing yang terinfeksi serta transfusi darah.

    Itulah beberapa jenis parasit pada kucing. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter hewan. 

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    drh. Hevin Vinandra Louqen

    Kesehatan · None


    Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 18/01/2024

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan