home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Cegukan

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Cegukan

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami cegukan. Kondisi yang disertai dengan suara ‘hik’ ini sering kali membuat kita merasa tidak nyaman dan buru-buru minum air untuk meredakannya. Sebenarnya, apa itu cegukan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu cegukan?

cegukan sebabkan kematian

Cegukan, atau yang dikenal dengan istilah singultus dalam bahasa medis, adalah bunyi ‘hik’ yang muncul secara tidak disengaja ketika otot diafragma menegang atau berkontraksi secara tak terkendali. Diafragma sendiri merupakan otot pemisah rongga dada dan perut yang berperan penting dalam pernapasan manusia.

Akibatnya, udara masuk ke dalam paru-paru secara mendadak. Hal ini menyebabkan katup saluran pernapasan menutup sangat cepat, sehingga muncul suara seperti terjepit.

Cegukan atau singultus adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Hampir setiap orang pasti pernah mengalaminya. Keadaan ini juga dapat menimpa semua orang dari seluruh golongan usia, termasuk bayi dan anak-anak. Cegukan pada bayi juga sangat lumrah terjadi, bahkan sejak bayi masih di dalam kandungan.

Untungnya, kondisi ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit dan tidak membahayakan kesehatan. Namun, pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, cegukan bisa terjadi terus-menerus dan tak kunjung berhenti selama beberapa hari, bahkan bulan. Ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan lain.

Apa penyebab cegukan?

makan malam lebih awal

Penyebab cegukan bisa terjadi karena berbagai macam hal, mulai dari masalah organ tubuh, saraf, hingga jenis obat-obatan yang Anda konsumsi.

Namun, biasanya cegukan yang akut atau ringan disebabkan oleh hal-hal umum, seperti:

  • Minum minuman bersoda
  • Minum terlalu banyak alkohol
  • Makan terlalu banyak
  • Kegembiraan atau stres emosional
  • Perubahan suhu mendadak
  • Menelan udara saat mengunyah permen karet atau mengisap permen.

Selain penyebab-penyebab di atas, terdapat berbagai pemicu yang juga mengakibatkan kondisi tersebut bertahan hingga lebih dari 48 jam.

Biasanya, penyebab cegukan tak bisa berhenti selama beberapa hari dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, tertentu, seperti:

1. Masalah otak

Kondisi pembuluh darah otak yang bermasalah dapat mengakibatkan terganggunya fungsi otak, dan hal ini memengaruhi kemunculan kondisi ini. Beberapa penyakit akibat bermasalahnya pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan munculnya kondisi tersebut, antara lain:

  • Stroke
  • Lupus eritematosus sistemik (SLE)
  • Aneurisma otak

2. Masalah pada sistem saraf perifer

Cegukan jangka panjang juga dapat disebabkan oleh kerusakan atau iritasi pada sistem saraf perifer, yang juga memengaruhi pergerakan otot diafragma.

3. Kelainan pada sistem pencernaan

Menurut sebuah studi dari Journal of Neurogastroenterology and Motility, cegukan adalah kondisi yang kemungkinan memiliki kaitan erat dengan masalah sistem pencernaan, seperti:

  • Kenaikan asam lambung
  • Heartburn
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Tumor atau kanker esofagus

4. Cegukan pascaoperasi

Beberapa kasus pengencangan otot diafragma terjadi setelah prosedur operasi. Penggunaan obat bius sebelum operasi dapat menyebabkan kondisi ini. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut muncul akibat tindakan operasi itu sendiri atau dipicu oleh penggunaan obat bius.

5. Kelainan sistem metabolisme

Sistem metabolisme tubuh yang bermasalah dapat menjadi penyebab terjadinya cegukan jangka panjang. Penyakit-penyakit yang biasanya berkaitan dengan sistem metabolisme tubuh adalah diabetes dan gagal ginjal.

6. Konsumsi obat-obatan tertentu

Berikut adalah obat-obatan yang dapat memicu munculnya cegukan:

  • Pengobatan Parkinson
  • Morfin
  • Steroid
  • Obat-obatan barbiturat
  • Azithromycin
  • Aripiprazole

Apa saja komplikasi yang muncul akibat cegukan?

insomnia kanker hati risiko kanker pria

Pada umumnya, kondisi ini tidak membahayakan kesehatan, terutama jenis yang masih tergolong ringan atau akut. Namun, Anda perlu mewaspadai jika kondisi ini berlangsung kronis atau persisten hingga lebih dari 48 jam.

Berbagai komplikasi yang muncul akibat cegukan jangka panjang adalah:

1. Berat badan turun dan dehidrasi

Apabila kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dan memiliki jeda yang pendek, Anda dapat mengalami kesulitan untuk makan dan minum dengan normal.

2. Insomnia

Jika kondisi ini terus terjadi, bahkan saat Anda sedang tertidur, kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan tidur dan terus terbangun di malam hari.

3. Kelelahan

Cegukan kronis sangat melelahkan bagi tubuh, terutama jika kondisi tersebut memengaruhi pola makan dan minum Anda.

4. Kesulitan berkomunikasi

Tidak hanya makan dan minum, kondisi ini juga mungkin dapat menyebabkan terganggunya komunikasi Anda dengan orang lain.

5. Depresi

Depresi klinis adalah komplikasi lainnya yang kemungkinan berawal dari cegukan persisten.

6. Pemulihan luka lebih lama

Cegukan terus-menerus dapat menyebabkan luka pascaoperasi membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Hal ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya infeksi atau pendarahan setelah tindakan operasi.

Bagaimana cara memeriksa penyebab cegukan?

imunisasi vaksin rotavirus

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, umumnya kondisi ini akan hilang dengan sendirinya, kurang dari 48 jam. Namun, jika cegukan terus terjadi sampai lebih dari 48 jam, segera periksakan diri Anda.

Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab cegukan Anda tak kunjung berhenti dengan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui:

  • refleks
  • keseimbangan
  • koordinasi
  • penglihatan
  • indra peraba
  • kekuatan otot
  • bentuk otot

Apabila dokter mencurigai adanya masalah kesehatan lainnya di tubuh Anda yang dapat memicu munculnya cegukan, maka beberapa tes pemeriksaan berikut akan dilakukan.

1. Tes laboratorium

Dokter akan mengambil sampel darah Anda. Sampel tersebut akan dicek di laboratorium untuk mengetahui apakah ada kondisi-kondisi seperti diabetes, infeksi, atau penyakit pada ginjal.

2. Tes pencitraan

Selain itu, dokter mungkin juga akan melakukan tes pencitraan untuk mengetahui adanya kelainan yang memengaruhi saraf vagus, saraf frenikus, atau diafragma. Tes yang akan dilakukan meliputi tes X-ray, CT scan, dan magnetic resonance imaging (MRI).

3. Tes endoskopi

Tidak hanya kedua tes di atas, dokter juga mungkin akan melakukan tes endoskopi. Prosedurnya adalah dengan memasukkan kamera kecil yang terdapat di tabung tipis, kecil, dan fleksibel.

Tabung dengan kamera tersebut kemudian dimasukkan melewati tenggorokan untuk mengecek apakah ada gangguan pada esofagus atau batang tenggorokan Anda.

Bagaimana cara menghilangkan cegukan?

air putih mengatasi growing pains

Biasanya, kondisi ini dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya bantuan atau penanganan medis. Menurut Mayo Clinic, terdapat beberapa cara menghilangkan cegukan yang bisa Anda coba, seperti:

  • Bernapas dengan kantong kertas
  • Kumur dengan air es
  • Tahan napas selama beberapa detik
  • Minum air dingin
  • Makan dengan porsi yang lebih sedikit
  • Hindari minuman bersoda dan makanan yang memicu produksi gas dalam tubuh

Akan tetapi, ada kalanya kondisi ini disebabkan oleh masalah kesehatan lain dan gejala terus muncul bahkan lebih dari 48 jam. Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan berikut untuk cegukan yang tak kunjung hilang:

  • Chlorpromazine
  • Obat antikejang (antikonvulsan)
  • Simethicone
  • Obat prokinetik
  • Baclofen
  • Nifedipine
  • Midazolam
  • Methylphenidate
  • Lidocaine
  • Sertraline

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hiccups – Mayo Clinic. (2017). Retrieved September 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiccups/symptoms-causes/syc-20352613 

Hiccups – BetterHealth Channel. (n.d.). Retrieved September 3, 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/hiccups 

Chronic hiccups – Genetic and Rare Diseases Information Center. (2014). Retrieved September 3, 2020, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6657/chronic-hiccups#:~:text=Chronic%20hiccups%20are%20unintentional%20movements,own%20after%20a%20couple%20minutes.

What causes hiccups? – Harvard Health Publishing. (2018). Retrieved September 3, 2020, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/what-causes-hiccups 

Cole, JA., Plewa, MC. (2020). Singultus (Hiccups). StatPearls.

Chang, F. Y., & Lu, C. L. (2012). Hiccup: mystery, nature and treatment. Journal of neurogastroenterology and motility, 18(2), 123–130. https://doi.org/10.5056/jnm.2012.18.2.123 

Quiroga, J., García, J., & Guedes, J. (2016). Hiccups: a common problem with some unusual causes and cures. British Journal Of General Practice, 66(652), 584-586. https://doi.org/10.3399/bjgp16X687913 

Marinella M. A. (2009). Diagnosis and management of hiccups in the patient with advanced cancer. The journal of supportive oncology, 7(4), 122–130.

Woelk, CJ. (2011). Managing hiccups. Canadian Family Physician. 57, 672-675

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 21/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita