Benarkah Makanan Pedas Membuat Kita Makan Lebih Banyak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda termasuk penyuka makanan pedas? Bagi Anda yang suka sekali makan pedas biasanya akan sangat nafsu makan jika ada sesuatu yang membuat pedas di makanan Anda, seperti cabai, lada, dan rempah-rempah lainnya. Dan, nafsu makan Anda bisa menurun atau Anda makan tidak sebanyak biasanya jika tidak ada yang membuat makanan Anda menjadi pedas. Namun, benarkah makan pedas dapat membuat Anda makan lebih banyak?

Kenapa ada anggapan makan pedas bikin kita makan lebih banyak?

Tampaknya, belum ada penelitian yang telah membuktikan hal ini. Bagi Anda yang suka makan pedas, Anda mungkin selalu ingin memakannya lagi dan lagi, sehingga Anda akan makan lebih banyak. Hal ini mungkin terjadi karena makanan pedas tersebut membuat selera makan Anda meningkat.

Memang kalau itu adalah makanan yang Anda sukai, ini normal terjadi. Nafsu makan Anda akan meningkat jika Anda dihadapkan dengan makanan yang Anda sukai. Sama halnya dengan orang yang makanan kesukaannya adalah daging, ia akan makan lebih banyak jika makan dengan lauk daging. 

Selain itu, makanan pedas juga dapat membuat Anda merasa puas setelah makan. Hal ini membuat Anda senang saat makan makanan pedas dan menjadi ingin selalu makan makanan pedas. 

Makanan pedas justru dapat menekan nafsu makan Anda

Penelitian justru membuktikan bahwa makanan pedas dapat menurunkan nafsu makan Anda. Tak heran, jika ada teori yang mengatakan bahwa makanan pedas dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Chemical Senses tahun 2012, cabai merah dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan makanan yang berlemak, manis, dan makanan asin.

Makanan pedas juga dapat membantu Anda merasa kenyang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Appetite tahun 2014 menunjukkan bahwa makanan pedas dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga kemungkinan Anda untuk makan berlebih menjadi berkurang.

Makanan pedas membakar lebih banyak kalori

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa makanan pedas dapat meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh Anda. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chemical Senses menunjukkan bahwa makanan pedas yang kaya akan bumbu rempah-rempah dapat meningkatkan suhu tubuh Anda. Hal ini kemudian dapat meningkatkan jumlah energi yang Anda pakai. Namun, tampaknya peningkatan pembakaran kalori ini tidak bekerja pada semua orang dan mungkin tidak berlangsung lama karena tubuh dapat menoleransi panas.

Kandungan capsaicin dalam cabai dan lada mungkin bertanggung jawab pada semua hal ini. Capsaicin dalam cabai dan lada dapat meningkatkan metabolisme dan dapat menghasilkan panas dalam tubuh setelah Anda makan makanan ini. Sehingga, kalori dan juga lemak yang dibakar saat tubuh mencerna makanan pedas dapat lebih banyak dibandingkan saat Anda makan makanan yang tidak pedas.

Peningkatan metabolisme saat Anda makan makanan pedas juga dapat menekan keinginan Anda untuk makan. Hal ini membuat makanan pedas dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Semakin banyak kandungan capsaicin dalam cabai, maka rasanya akan semakin pedas. Bagian cabai yang mengandung senyawa capsaicin paling banyak adalah pada biji dan tulangnya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

Tahukah Anda bahwa minum kopi sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari? Lalu apa yang bisa jadi alternatifnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

Ingin terus terlihat awet muda hingga bertahun-tahun ke depan? Hindari makanan yang ada di dalam artikel ini jika tidak ingin tampak cepat tua!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 1 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan, namun ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
olahraga kardio dan angkat berat untuk menurunkan berat badan

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit