Mungkin Anda pernah merasa bertanya-tanya, kenapa di perut kucing Anda ada benjolan? Benjolan ini bisa menandakan berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga cukup serius.
Mungkin Anda pernah merasa bertanya-tanya, kenapa di perut kucing Anda ada benjolan? Benjolan ini bisa menandakan berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga cukup serius.

Sangat penting untuk mengetahui berbagai penyebab dan cara mengatasi benjolan ini supaya kesehatan anabul Anda tetap terjaga dengan baik.
Memahami penyebab benjolan di perut kucing peliharaan bisa membantu Anda menentukan langkah yang tepat untuk menjaga kesehatanya.
Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan pada kucing yang bisa ditandai dengan benjolan pada area perutnya.

Benjolan di perut kucing dapat disebabkan oleh trauma ringan, misalnya akibat terjatuh, terkena pukulan benda tumpul, atau berkelahi dengan kucing lain.
Trauma ini dapat memicu pembengkakan pada jaringan di bawah kulit. Pembengkakan ini akan terasa seperti benjolan saat Anda sentuh.
Benjolan akibat trauma ringan mungkin tidak menyebabkan kucing kesakitan. Umumnya, gejala akan membaik dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Luka akibat gigitan atau cakaran kucing lain berisiko terinfeksi bakteri dan menyebabkan abses pada kucing. Abses ditandai dengan terbentuknya kantong berisi nanah di bawah kulit.
Selain benjolan pada abses, kucing yang mengalami kondisi ini juga bisa mengalami gejala lain, seperti demam, lemas, dan kehilangan nafsu makan.
Jika abses pecah, akan tampak cairan nanah berwarna kekuningan atau kehijauan dengan bau yang tidak sedap.
Jenis hernia yang bisa menyebabkan adanya benjolan di perut kucing adalah hernia umbilikalis.
Kondisi ini dapat terjadi ketika lapisan perut, jaringan lemak, atau organ dalam kucing terdorong keluar melalui pembukaan umbilikus alias pusar pada perut kucing.
Pusar kucing terletak tepat di bawah tulang rusuk. Dikutip dari VCA Animal Hospitals, hernia ini berukuran sekitar 1–2 cm dan tampak menonjol ketika kucing mengeong atau mengejan.

Hairball atau bola bulu dapat membentuk benjolan sementara di perut kucing, khususnya bila anabul sering menjilat tubuhnya.
Bulu yang tertelan bisa menumpuk di dalam saluran pencernaan sehingga membentuk hairball yang terasa seperti benjolan saat diraba.
Kondisi ini biasanya tidak berbahaya karena bola bulu dapat keluar melalui muntah atau feses.
Namun, ada pula kasus hairball yang menyebabkan sumbatan pada saluran cerna. Gejalanya yakni perut kucing membesar, kucing tidak nafsu makan, dan kucing jarang buang air besar.
Feline infectious peritonitis atau FIP adalah penyakit serius pada kucing yang disebabkan oleh mutasi virus corona kucing.
Benjolan perut umumnya ditemui pada FIP kucing jenis basah atau efusif. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada rongga perut kucing.
Kucing yang mengalami FIP tipe ini akan menunjukkan ciri khas berupa perut kembung akibat penumpukan cairan. Gejala lainnya yakni demam, lemas, dan penurunan nafsu makan.
Lipoma adalah penyakit kucing yang ditandai dengan benjolan berbentuk bulat atau oval yang terbentuk dari jaringan lemak di bawah kulit.
Tumor jinak ini menimbulkan benjolan yang terasa lunak, bisa digerakkan, dan umumnya tidak menyebabkan rasa sakit.
Studi pada Journal of Feline Medicine and Surgery Open Reports (2023) menyebutkan bahwa lokasi paling umum dari lipoma adalah area di sekitar batang tubuh dan bokong.
Lipoma lebih sering terjadi pada kucing yang berusia lebih tua. Benjolan ini tidak berbahaya bila tidak mengganggu aktivitas kucing peliharaan.
Tumor payudara adalah salah satu penyebab umum benjolan di perut kucing, utamanya pada kucing betina yang belum disterilkan.
Benjolan paling sering ditemukan di bagian bawah atau samping puting susu dengan tekstur yang keras.
Sekitar 85% dari kasus tumor pada kucing ini baru diketahui saat kondisinya sudah ganas dan menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, dan kelenjar getah bening.

Penanganan benjolan di perut kucing sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Kasus hernia dan tumor biasanya ditangani melalui tindakan operasi untuk memperbaiki celah pada dinding otot dan mengangkat massa abnormal pada tubuh kucing.
Dalam kasus yang melibatkan infeksi, misalnya abses dan FIP, penanganan dilakukan dengan obat antibiotik dan antivirus tergantung dari penyebabnya.
Selain pengobatan dari dokter hewan, Anda bisa merawat kucing dengan beberapa langkah di bawah ini agar mereka merasa lebih nyaman selama masa pemulihan.
Jangan menunda pemeriksaan dengan dokter hewan bila kucing Anda memiliki benjolan di perut yang disertai dengan demam, muntah, atau kehilangan nafsu makan.
Dengan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat diatasi dengan baik. Kucing peliharaan Anda pun akan merasa bahagia dan bisa aktif kembali.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Lumps and bumps on cats. (n.d.). Cats Protection. Retrieved January 7, 2025, from https://www.cats.org.uk/help-and-advice/health/lumps-and-bumps-on-cats
Lumps and bumps in cats: What causes them and what should you do. (2023). RSPCA Pet Insurance. Retrieved January 7, 2025, from https://www.rspcapetinsurance.org.au/pet-care/cat-care/cat-lumps-bumps
Cat bites & abscesses. (2019). International Cat Care. Retrieved January 7, 2025, from https://icatcare.org/advice/cat-bites-and-abscesses/
The danger of hairballs. (n.d.). Cornell University College of Veterinary Medicine. Retrieved January 7, 2025, from https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/danger-hairballs
Mammary tumors. (2018). Cornell University College of Veterinary Medicine. Retrieved January 7, 2025, from https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/mammary-tumors
Hunter, T., & Ward, E. (2020). Umbilical hernia in cats. VCA Animal Hospitals. Retrieved January 7, 2025, from https://vcahospitals.com/know-your-pet/hernia-umbilical-in-cats
Versi Terbaru
31/01/2025
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari