backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Tanda Tumor dan Kanker pada Kucing yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 24/11/2023

Tanda Tumor dan Kanker pada Kucing yang Perlu Diwaspadai

Sama seperti manusia, kucing juga bisa mengidap berbagai penyakit, tidak terkecuali tumor. Tumor pada kucing tentunya juga bisa berkembang menjadi kanker. Kanker bahkan bisa ditemukan pada satu dari lima kucing.

Beruntungnya, dengan perawatan yang tepat dan deteksi sedini mungkin, kucing tetap bisa memiliki hidup berkualitas dengan tumor yang dimilikinya.

Tanda tumor pada kucing secara umum

Setiap jenis tumor tentu memiliki gejala yang berbeda-beda. Namun, berikut adalah tanda-tanda umum dari keberadaan tumor atau kanker pada kucing.

  • Benjolan di sekitar kulit yang semakin membesar atau tidak hilang.
  • Luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba.
  • Perubahan nafsu makan, bahkan terhadap jenis makanan kucing yang disukai.
  • Lesu atau kurang gerak.
  • Pincang atau rasa sakit yang tidak tertahankan yang menyebabkan perubahan tingkah laku pada anabul.

Macam-macam tumor pada kucing

ciri-ciri kucing sakit

Ada banyak jenis tumor yang bisa menyerang kucing. Namun, berikut adalah beberapa jenis tumor yang paling sering ditemukan.

1. Limfoma

Salah satu jenis tumor yang paling banyak diidap oleh kucing adalah tumor limfoma. Semua jenis kucing berisiko terkena tumor yang satu ini.

Namun, kucing yang terinfeksi Feline Immunodeficiency Virus (FIV), berusia di atas 10 tahun, atau tidak menerima vaksin lebih berisiko untuk mengalaminya.

Tumor limfoma dapat berkembang menjadi kanker limfoma. Karena limfosit tersebar di seluruh tubuh, maka jenis kanker ini bisa berkembang di berbagai area.

Namun, bagian tubuh yang paling sering terserang limfoma adalah saluran pencernaan, terutama usus.

Selain mual, muntah, diare, dan kehilangan nafsu makan, tanda lain dari kanker limfoma adalah rontoknya kumis dan perubahan tekstur bulu kucing.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, kanker limfoma kerap dikaitkan dengan Feline Leukemia Virus (FeLV).

2. Squamous cell carcinoma (SCC)

Mengutip dari laman People’s Dispensary for Sick Animals, SCC adalah jenis tumor kulit pada kucing yang disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebih.

Oleh karena itu, squamous cell carcinoma lebih sering ditemukan pada bagian kulit yang tidak tertutup bulu, seperti hidung, telinga, kelopak mata, hingga mulut.

Keberadaan tumor pada mulut menandakan bahwa kanker sudah terhitung ganas. Bahkan, kanker seperti ini sering kali telah menyebar hingga ke tulang wajah.

Untungnya, dari total kasus SCC yang tercatat, hanya ditemukan sekitar 3% SCC yang menyerang mulut kucing.

Selain luka yang sulit disembuhkan, SCC juga kerap ditandai dengan peningkatan produksi air liur, bau mulut, pembengkakan pada rahang, dan penurunan nafsu makan.

Kanker kulit ini lebih banyak ditemukan pada kucing dengan warna bulu yang terang.

3. Tumor payudara

Benjolan sebagai tanda tumor payudara paling sering ditemukan di bawah atau samping puting susu dengan tekstur yang keras. 

Sekitar 85% kasus tumor payudara kucing baru ditemukan saat sudah bersifat ganas dan menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, atau kelenjar getah bening.

Ditambah lagi, benjolan pada payudara kucing sering kali berukuran kecil sehingga tidak kasat mata.

Oleh karena itu, pemilik anabul disarankan untuk secara rutin meraba bagian payudara kucing untuk memastikan tidak ada benjolan yang tumbuh.

Tahukah Anda?


Sebagian besar kasus tumor payudara memang ditemukan pada kucing betina.
Namun, sekitar 10% di antaranya diketahui menyerang kucing jantan, khususnya yang berusia di atas 10 tahun.

4. Kanker jaringan lunak

vitamin kucing yang bagus

Fibrosarkoma atau Soft Tissue Sarcoma (STS) adalah kanker yang menyerang jaringan lunak pada kucing. Gejala awal tumor ini adalah benjolan di bawah kulit yang semakin membesar dari waktu ke waktu.

Karena lokasi jaringan lunak yang menyebar, penyebaran kanker ini cukup cepat, tetapi hanya bersifat lokal. Artinya, jarang ditemukan fibrosarkoma yang menyerang organ lain.

Jika tumornya masih kecil, dokter hewan biasanya akan menyarankan pembedahan untuk mengangkat sel yang rusak.

Pada kondisi ini, sebanyak 50% kasus kucing STS dapat bertahan hidup tanpa kambuhnya tumor selama beberapa tahun.

Namun, jika penyakit kucing ini sudah berkembang menjadi kanker, anak bulu (anabul) Anda mungkin memerlukan perawatan radiasi dan kemoterapi sekaligus.

Jika Anda merasa khawatir dengan kondisi anabul Anda, segeralah bawa ia ke dokter hewan. Apabila dokter memberi obat atau vitamin kucing, pastikan Anda selalu memberikannya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 24/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan