backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

5 Cara Mengatasi Hairball pada Kucing, Pahami Juga Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 22/11/2023

5 Cara Mengatasi Hairball pada Kucing, Pahami Juga Gejalanya

Apakah Anda pernah melihat kucing memuntahkan sesuatu yang terlihat seperti gumpalan rambut? Gumpalan pada muntahan kucing tersebut bisa disebut juga dengan hairball.

Kucing peliharaan yang memuntahkan gumpalan bulu mungkin terlihat mengkhawatirkan. Apalagi jika ia sangat kesulitan mengeluarkan gumpalan tersebut dari dalam tubuhnya. Lalu, apakah muntah hairball berbahaya untuk kucing? Ketahui jawabannya di bawah ini.

Apa itu hairball pada kucing?

Hairball adalah gumpalan yang terbentuk ketika kucing menjilat bulu mereka untuk membersihkan diri dan bulu-bulu tersebut justru tertelan.

Dalam bahasa Indonesia, hairball sering disebut dengan gumpalan bulu atau bola bulu kucing.

Sebagian besar bulu yang tertelan ini sebenarnya dapat melewati saluran pencernaan kucing dan dikeluarkan bersama feses.

Namun, terkadang bulu kucing yang tertelan dapat mengumpul dan membentuk gumpalan besar di dalam perut kucing.

Kucing tidak dapat mencerna bulu, sehingga bulu-bulu ini tetap ada di saluran pencernaan.

Gumpalan bulu ini kemudian bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti muntah atau masalah pencernaan lainnya.

Apa gejala hairball pada kucing?

kucing muntah

Gejala hairball pada kucing dapat bervariasi. Tidak semua kucing akan menunjukkan gejala yang sama.

Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat muncul jika kucing mengalami masalah dengan hairball.

  • Muntah bulu. Jika kucing muntah bulu secara rutin atau berulang kali, ini dapat menjadi tanda bahwa terdapat gumpalan bulu di saluran pencernaannya.
  • Perilaku muntah berlebihan. Jika kucing mencoba muntah terus-menerus tapi tidak ada cairan yang keluar, ini bisa menandakan adanya masalah hairball di dalam perut kucing.
  • Penurunan nafsu makan. Jika gumpalan bulu menyebabkan penyumbatan atau rasa tidak nyaman, kucing dapat kehilangan nafsu makan.
  • Perilaku menjilat berlebihan. Menjilat diri secara berlebihan sebagai upaya untuk membersihkan bulu dapat menjadi tanda bahwa kucing mengalami hairball.
  • Pilek atau tidak sehat. Kucing dengan gumpalan bulu yang menyebabkan masalah pencernaan mungkin menunjukkan gejala pilek atau tampak tidak sehat secara umum.
  •  Perubahan dalam feses. Gumpalan bulu yang melewati saluran pencernaan dapat memengaruhi feses. Kotoran mungkin tampak lebih keras atau terdapat tanda sembelit.

Apakah normal kucing muntah hairball?

  • Melansir dari situs Cornell Feline Health Center, Dokter Hewan Joanna Guglielmino, DVM, mengatakan normal bagi kucing muntah hairball setiap seminggu atau dua minggu sekali, sehingga tidak termasuk kondisi yang mengkhawatirkan.
  • Namun, perlu diwaspadai jika kucing muntah hairball disertai gejala lain, seperti terlihat lelah, tidak mau makan lebih dari sehari, atau muntah-muntah. Pada kondisi ini, sebaiknya segera bawa kucing ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan.

Apa penyebab hairball pada kucing?

Hairball pada kucing disebabkan oleh perilaku menjilat yang alami dan penting bagi kucing. Kucing menjilat bulu mereka untuk membersihkan diri dan merawat bulu kucing.

Selama proses menjilat ini, kucing akan menelan bulu yang kemudian masuk ke saluran pencernaan.

Sebagian besar bulu ini akan melewati sistem pencernaan tanpa masalah dan dikeluarkan bersama feses.

Namun, terkadang bulu yang tertelan dapat mengumpul di dalam saluran pencernaan dan membentuk gumpalan yang disebut hairball.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hairball pada kucing meliputi berikut ini.

  • Bulu panjang. Kucing dengan bulu panjang lebih cenderung mengalami masalah hairball karena mereka menelan lebih banyak bulu selama proses merawat diri kucing.
  • Musim gugur dan musim semi. Pada musim-musim ini, kucing sering mengalami pergantian bulu, dan ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya bola bulu kucing.
  • Gaya hidup kucing dalam ruangan. Kucing yang tinggal di dalam ruangan lebih cenderung menjilat bulu mereka sendiri karena mereka tidak memiliki akses ke tanaman atau rumput yang dapat membantu membersihkan saluran pencernaan dari bulu yang tertelan.
  • Penyakit kulit. Jika kucing memiliki masalah kulit atau bulu yang rontok, mereka mungkin lebih cenderung menjilat dan menelan lebih banyak bulu.
  • Kesehatan gusi yang buruk. Kucing dengan masalah gusi atau gigi mungkin lebih cenderung menjilat bulu untuk mencoba meredakan ketidaknyamanan.

Bagaimana mendiagnosis hairball pada kucing?

Diagnosis hairball pada kucing biasanya didasarkan pada gejala klinis yang terlihat oleh pemilik kucing dan hasil pemeriksaan fisik oleh dokter hewan.

Dokter hewan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk menilai kesehatan kucing dan memastikan bahwa gejala yang terlihat tidak disebabkan oleh masalah kesehatan lain.

Dalam beberapa kasus, dokter hewan mungkin juga merekomendasikan tes tambahan, seperti rontgen atau ultrasonografi, untuk memeriksa saluran pencernaan dan memastikan tidak ada penyumbatan atau masalah lain yang lebih serius.

Bagaimana cara mengatasi hairball pada kucing?

cara mengobati kucing sariawan

Meskipun umum terjadi pada kucing, terlalu banyak gumpalan bulu atau ukuran bola bulu yang terlalu besar dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Untuk mengatasi kondisi ini, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Makanan khusus hairball

Ada makanan khusus yang dirancang untuk membantu mengatasi hairball pada kucing.

Makanan ini mengandung serat tambahan atau bahan-bahan khusus yang membantu bulu melewati saluran pencernaan dengan lebih mudah.

Konsultasikan kepada dokter hewan untuk rekomendasi makanan yang sesuai untuk kucing Anda.

2. Menyisir bulu kucing

Rutin menyisir bulu kucing dapat membantu mengurangi jumlah bulu yang tertelan.

Untuk itu, sisirlah bulu kucing secara teratur, terutama jika kucing memiliki bulu yang panjang atau cenderung rontok.

Bila perlu, Anda juga bisa membawa kucing ke dokter hewan atau perawat kucing (groomer) untuk grooming atau memotong bulu kucing secara rutin agar lebih rapih.

Kucing biasanya perlu dipotong bulunya satu atau dua kali setahun, terutama untuk kucing dengan bulu yang panjang.

3. Mainan berbulu

Berikan mainan berbulu kepada kucing untuk merangsang aktivitas bermain kucing.

Mainan ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres pada kucing serta memicu kucing untuk membersihkan bulu dengan cara yang lebih alami.

4. Perbanyak air minum

Pastikan kucing memiliki akses yang cukup dan mudah ke tempat air minum kucing.

Asupan air yang cukup bisa membantu melunakkan gumpalan bulu dan mendukung fungsi pencernaan yang sehat.

5. Pantau perilaku makan

Jika kucing menunjukkan penurunan nafsu makan atau tanda-tanda masalah pencernaan lainnya, segera konsultasikan kepada dokter hewan.

Masalah yang lebih serius mungkin memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Bulu yang sudah masuk ke dalam perut kucing juga bisa dicerna oleh kucing hingga masuk ke dalam usus.

Kondisi tersebut bisa berisiko menyebabkan penyumbatan yang berbahaya di dalam saluran pencernaan.

Dengan melakukan penanganan yang tepat, kucing bisa terhindar dari masalah kesehatan lain yang mungkin terjadi akibat gumpalan bulu.

Anda juga bisa mencegah terjadinya hairball pada kucing peliharaan Anda di kemudian hari.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 22/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan