backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

15

Tanya Dokter
Simpan

6 Penyebab Perut Kucing Membesar yang Harus Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 27/10/2023

6 Penyebab Perut Kucing Membesar yang Harus Diwaspadai

Apakah perut kucing Anda tiba-tiba tampak lebih besar dari biasanya? Perut kucing yang membesar rupanya bisa menandakan masalah tertentu, apalagi jika kucing Anda juga mengalami gejala lainnya, seperti kehilangan nafsu makan, diare, dan menjadi kurang aktif.

Lantas, masalah kesehatan seperti apa yang kerap ditandai dengan kondisi ini? Simak informasi berikut untuk tahu jawabannya.

Penyebab perut kucing membesar

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan pada kucing yang kerap ditandai dengan perut yang membesar.

1. Asites (penumpukan cairan)

kucing diabetes

Penumpukan cairan di dalam rongga perut atau asites sering kali membuat perut kucing terlihat lebih besar.

Asites sendiri sebenarnya bukanlah penyakit. Namun, kondisi ini memang kerap menjadi gejala dari berbagai jenis penyakit kucing seperti berikut.

  • Gangguan fungsi hati, ginjal, usus, atau jantung.
  • Keracunan.
  • Perdarahan di dalam perut.
  • Pecahnya organ berongga, seperti saluran pencernaan dan kandung kemih.
  • Kanker.
  • Penyakit infeksi seperti Feline Infectious Peritonitis (FIP).

Karena berbagai penyakit di atas memiliki gejala yang sama, yaitu perut yang membesar, Anda perlu membawa anak bulu (anabul) ke dokter hewan untuk memastikan kondisinya.

Terkadang, perut kucing yang membesar tidak hanya terisi oleh cairan, tapi juga darah, kotoran, atau hal lain yang dapat membahayakan kesehatannya.

2. Gastrointestinal parasitism (GI)

Gastrointestinal parasitism atau cacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing di dalam saluran pencernaan.

Selain perut yang buncit, kondisi ini juga ditandai dengan muntah, diare, bulu kucing kusam, penurunan berat badan, dan kekurangan energi.

Kadang-kadang, cacingan juga tidak ditandai dengan gejala tertentu. Meski begitu, penyakit ini tidak boleh disepelekan.

Ini lantaran infeksi jenis cacing tertentu, seperti cacing gelang, dapat menyebabkan anemia pada kucing jika tidak segera ditangani.

Selain itu, beberapa jenis cacing pada kucing juga bisa menyebar ke manusia meski kemungkinannya kecil. Contoh cacing yang bisa menyebar ke pemilik anabul adalah cacing gelang dan cacing pita.

Tahukah Anda?

Gastrointestinal parasitism merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada kucing. Penyakit ini bisa menyerang hingga 45% kucing dari suatu populasi.

3. Gastric dilatation volvulus (GDV)

Satu lagi alasan kenapa perut kucing membesar adalah penumpukan gas. Kondisi ini dikenal sebagai gastric dilatation volvulus (GDV).

Penumpukan gas pada GDV tidak hanya menyebabkan anabul kembung, tapi juga dapat menyebabkan bagian usus terpuntir. Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera diatasi.

Apabila gas terus menumpuk, suplai darah ke lambung pun akan terhambat. Gas yang menekan ke seluruh bagian perut juga bisa membuat kucing kesulitan bernapas.

Penyakit yang bisa disebabkan oleh pemberian pakan kucing berlebihan ini juga bisa menyerang hewan lainnya, mulai dari anjing hingga burung.

4. Pyometra

manfaat memelihara kucing

Bagi Anda yang memiliki kucing betina tetapi belum disterilisasi, sebaiknya lebih berhati-hatilah dengan penyakit pyometra.

Kucing betina akan lebih rentan terkena pyometra setelah melewati masa birahi, tepatnya saat level hormon progesteron berada pada puncaknya.

Kelebihan hormon progesteron pada kucing bisa menyebabkan penebalan dinding rahim. Padahal, lapisan rahim kucing yang tidak dibuahi seharusnya menipis.

Dinding rahim yang menebal tanpa pembuahan tersebut akan menjadi tempat sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.

Selain perut kucing yang membesar, penyakit ini juga ditandai dengan nanah yang keluar dari vulva, penurunan nafsu makan, muntah-muntah, dan peningkatkan frekuensi buang air kecil.

Sebagai upaya pengurangan risiko, Anda disarankan untuk melakukan sterilisasi sebelum kucing berusia 10 tahun.

5. Pembesaran organ

Karena kondisi tertentu, berbagai organ di dalam tubuh kucing bisa membesar. Pembesaran organ-organ seperti ginjal, hati, dan limpa bisa menyebabkan perut kucing terlihat lebih buncit.

Pembesaran organ juga dapat menandakan penyakit tertentu, mulai dari infeksi, penyumbatan saluran, hingga kanker atau tumor pada kucing.

Oleh karena itu, untuk mengatasi pembengkakan pada perut hewan peliharaan, Anda perlu memahami penyebabnya terlebih dulu.

6. Penyebab lainnya

Pada kasus yang tidak berbahaya, perut kucing yang membesar bisa saja disebabkan oleh kebiasaan makan atau minum yang terlalu banyak, kehamilan, atau kegemukan.

Cara terbaik untuk memastikan penyebab membuncitnya perut anabul ialah dengan memeriksakannya ke dokter hewan.

Pengobatan perut kucing yang membesar

tumor pada kucing

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan perut kucing buncit. Itulah mengapa cara mengobati perut kucing yang membesar perlu disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

Menurut Cornell University of Veterinary Medicine, pembengkakan perut kucing yang disebabkan oleh gastrointestinal parasitism umumnya bisa diatasi dengan pemberian obat dari dokter.

Namun, untuk perut kucing yang membesar karena gastric dilatation volvulus, pyometra, atau penumpukan cairan, dokter mungkin menyarankan pembedahan.

Selain pengobatan secara intens, dokter biasanya juga memberikan panduan cara memelihara kucing yang sakit di rumah, seperti menghindari jenis makanan tertentu hingga pemberian vitamin.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, pastikan Anda selalu mengikuti saran perawatan dari dokter hewan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 27/10/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan