home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Agar Tidak Keliru, Yuk Kenali Perbedaan Suntik Botox dan Filler

Agar Tidak Keliru, Yuk Kenali Perbedaan Suntik Botox dan Filler

Botox dan filler adalah perawatan kecantikan yang sama-sama diberikan melalui suntikan. Keduanya sama-sama termasuk perawatan yang tidak melibatkan operasi. Meski sama-sama melalui suntikan, kedua prosedur ini sangat berbeda. Yuk kenali terlebih dahulu beda filler dan botox agar Anda tidak salah pilih prosedur.

Apa saja beda filler dan botox?

suntik filler wajah

Sebelum memutuskan akan memilih perawatan yang mana, ketahui dulu apa saja beda filler dan botox.

Tujuan prosedur

Suntik botox adalah perawatan kulit yang diandalkan untuk mengatasi kerutan. Biasanya, kerutan muncul akibat ekspresi wajah sehari-hari, dari tersenyum, mengernyit, hingga menangis.

Botox bekerja dengan menghambat sinyal saraf di dalam otot dan membuatnya lebih rileks. Dengan begitu, permukaan kulit menjadi lebih halus dan kencang.

Sementara filler atau yang sering disebut dengan dermal filler bertujuan untuk mengisi jaringan lunak yang ada di bawah permukaan kulit untuk menambah volume pada bagian wajah tertentu. Biasanya digunakan untuk menambah volume pada pipi, bibir, dan sekitar mulut yang menipis akibat penuaan.

Bahan yang digunakan

Botox menggunakan protein dari bakteri Clostridium Botolinum yang akan disuntikkan ke dalam kulit. Sementara filler menggunakan beberapa bahan yang telah disetujui oleh U.S Food and Drugs Administration atau setara BPOM di Indonesia, seperti:

  • Kalsium hidroksupalatite (Radiesse), senyawa mirip mineral yang ditemukan di tulang.
  • Asam hyaluronat, bahan yang ditemukan di cairan dan jaringan di dalam tubuh untuk menambah kekenyalan kulit.
  • Asam polilaktik, bahan yang dapat merangsang kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen.
  • Polyalkylimide, berbentuk gel transparan.
  • Polymethyl-methacrylate microspheres (PMMA), filler yang bersifat semi-permanen

Ketahanan

Suntik botox biasanya bertahan selama 3 hingga 4 bulan setelah perawatan. Jadi, Anda membutuhkan perulangan suntikan yang cukup sering untuk mempertahankan hasilnya.

Sementara filler efeknya tergantung pada bahan yang digunakan. Namun, biasanya memiliki hasil yang lebih lama dibandingkan dengan botox. Rentang waktunya sekitar 4 bulan hingga 2 tahun. Namun, sama seperti botox Anda tetap membutuhkan perawatan lanjutan untuk mempertahankan hasil yang diinginkan.

Efek samping

Botox memiliki berbagai efek samping seperti memar di kulit yang disuntik, sakit kepala, kelopak mata yang terkulai, dan mata yang mengalami kemerahan dan iritasi.

Sementara filler memiliki efek samping yang cenderung lebih banyak seperti reaksi alergi, memar, infeksi, gatal, mati rasa, kemerahan, jaringan parut, hingga luka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is The Difference Between Botox and Filler

https://www.medicalnewstoday.com/articles/320510.php accessed on September 17th 2018

What’s the Difference Between Botox and Dermal Fillers?

https://www.healthline.com/health/botox-vs-fillers accessed on September 17th 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 28/09/2018
x