home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Anak Bisa Lebih Tinggi dari Orangtuanya?

Kenapa Anak Bisa Lebih Tinggi dari Orangtuanya?

Anak tentu bisa lebih tinggi dari orangtuanya. Anda pasti sering melihat seorang anak lebih tinggi dari ayah atau ibunya. Pertanyaannya adalah mengapa bisa seperti itu? Anda pasti telah mengetahui bahwa gen berperan dalam menentukan tinggi seorang anak, tapi gen bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi tinggi badan anak. Faktor-faktor seperti nutrisi dan penyakit juga berpengaruh sekitar 20% pada pertumbuhan anak. Selain itu, perbedaan tinggi badan antara anak dan orangtua di setiap negara berbeda. Contohnya, sebuah studi di Australia menemukan bahwa anak laki-laki biasanya lebih tinggi sekitar 1% dari ayah mereka, dan perempuan sekitar 3% lebih tinggi dari ibu mereka. Tetapi, di Belanda, perbedaannya sekitar dua kali lipat. Kemungkinan hal itu terjadi karena adanya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.

Faktor-faktor yang membuat seorang anak lebih tinggi dari orangtuanya

1. Jenis kelamin

Jelas bahwa jenis kelamin memainkan peran utama dalam keseluruhan tinggi badan anak. Dalam banyak kasus, perempuan akan tumbuh lebih pendek dibandingkan dengan laki-laki. Namun, hal ini tidak selalu terjadi dan ada banyak kasus di mana anak perempuan mengalahkan saudara laki-laki mereka dalam hal tinggi badan. Umumnya, seseorang yang mencoba untuk menentukan tinggi anak adalah dengan melihat tinggi ibu dan ayah mereka. Biasanya seorang anak akan tumbuh pada ketinggian tertentu di antara tinggi ibu dan ayah.

Seorang anak perempuan bisa dengan mudah melampaui ketinggian ibunya, dengan ayah yang secara signifikan lebih tinggi. Dengan cara yang sama, anak laki-laki akan dengan mudah tumbuh menjadi sedikit lebih pendek dari ayahnya jika faktor genetik berperan. Penting untuk melihat kakek-nenek pada sisi ayah dan ibu ketika mencoba untuk menentukan seberapa tinggi anak Anda akan tumbuh. Jika anak Anda perempuan, maka kedua faktor ketinggian ibu dan nenek, mungkin memainkan peran dalam pertumbuhannya.

2. Pertimbangan gizi

Ketika mempertimbangkan nutrisi, penting halnya untuk mengetahui bahwa makanan yang terdiri atas gizi yang sangat memadai tidak akan mengubah genetik anak, yang memungkinkan dia untuk tumbuh lebih tinggi dari apa yang telah ditentukan secara genetik. Namun, makanan yang tidak cukup gizi dapat dengan mudah menghalangi seorang anak mencapai batas tinggi maksimalnya. Seorang anak harus diberi diet yang seimbang, yaitu makanan rendah lemak jenuh, rendah kadar gula, dan rendah natrium, serta kaya akan vitamin dan mineral.

Kalsium dan zat besi juga sangat penting untuk pertumbuhan yang tepat dari anak, dan pengembangan yang diperlukan untuk tulang dan sendi yang sehat. Banyak anak-anak sekarang yang menderita gizi berlebih. Kondisi ini berbeda dengan gizi buruk, maksudnya anak tersebut makan makanan yang cukup, tapi bukan makanan yang tepat. Makanan yang terdiri dari junk food bisa dengan mudah menyebabkan anak menderita gizi berlebih.

3. Latihan fisik

Jumlah yang baik dari aktivitas fisik sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika seorang anak tidak mendapatkan jumlah latihan fisik atau olahraga yang cukup, maka hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Salah satu hal yang bisa terjadi adalah bahwa anak tersebut dapat menjadi korban obesitas. Selain itu, kurangnya latihan fisik juga dapat mempengaruhi tinggi badan anak, jadi otot dan tulangnya tidak akan cukup kuat untuk mendukung potensi penuh. Sayangnya, anak zaman sekarang banyak yang tidak menerima jumlah latihan fisik yang cukup. Barang-barang elektronik, seperti video games dan komputer tampaknya menjadi hiburan yang lebih menarik untuk anak dibandingkan dengan olahraga.

4. Kondisi medis

Ada sejumlah penyakit yang dapat mempengaruhi tinggi badan anak, seperti sindrom Turner, Gigantisme, dan Dwarfisme. Sebagian besar penyakit adalah kelainan genetik yang membuat anak cenderung untuk melalui DNA orangtuanya. Bayi yang menderita kegagalan pertumbuhan, baik akibat dari prematur atau dari pertimbangan lain juga berpengaruh pada tinggi mereka dalam jangka panjang.

Perlu Anda ketahui bahwa pada kenyataannya, tidak mungkin seseorang dapat mengatakan seberapa tinggi anak akan tumbuh saat dewasa nanti, apakah ia akan melebihi orangtuanya atau tidak. Namun, faktor-faktor di atas dapat menjadi acuan prediksi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Do Kids Normally Grow Up To Be Taller Than Their Parents? http://www.sciencefocus.com/qa/why-do-kids-normally-grow-be-taller-their-parents. Accessed October 12, 2016.

Factors Affecting Children’s Height http://www.healthguidance.org/entry/14999/1/Factors-Affecting-Childrens-Height.html. Accessed October 12, 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Adinda Rudystina
Tanggal diperbarui 24/10/2016
x