home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Main Basket Dapat Membantu Menambah Tinggi Badan, Apakah Benar?

Main Basket Dapat Membantu Menambah Tinggi Badan, Apakah Benar?

Banyak kalangan percaya bahwa beberapa olahraga ampuh untuk menambah tinggi badan, salah satunya adalah bermain basket. Tak heran, apabila banyak orangtua yang menyarankan anaknya untuk mengikuti ekstrakurikuler basket. Adanya gerakan melompat dan berlari saat Anda main basket mungkin menjadi alasan kenapa olahraga ini bisa meninggikan badan. Namun, apakah hal ini fakta atau mitos belaka?

Benarkah bermain basket bisa meninggikan badan?

Banyak orang mengira bahwa salah satu manfaat bermain basket adalah bisa membuat tinggi badan Anda bertambah. Main basket bisa membuat tubuh melepaskan hormon pertumbuhan atau human growth hormon (HGH) yang diproduksi kelenjar pituitari pada otak. Hormon HGH yang meningkat selama Anda berolahraga inilah yang memicu pertumbuhan tinggi badan.

Dikutip dari BetterHealth Channel, hormon HGH akan meningkat selama masa anak-anak dan memuncak pada masa pubertas. Sayangnya, jumlah hormon ini akan menurun setelah Anda menginjak fase dewasa. Itulah sebabnya, anak-anak dan remaja akan lebih mudah untuk bertambah tinggi daripada orang dewasa.

Bermain bola basket juga melibatkan gerakan melompat sepanjang waktu, misal saat melempar bola, merebut bola dari lawan, bahkan slam dunk. Melompat akan membantu meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh yang bekerja, misalnya pada bagian kaki dan tulang belakang. Sehingga hal ini juga bisa membantu Anda dalam meningkatkan tinggi badan.

Kedua teori tersebut mungkin benar, tetapi butuh penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaatnya. Alhasil, bermain basket secara rutin tidak bisa berdampak langsung pada penambahan tinggi badan, sehingga penampilan Anda lebih tinggi.

Basket dan tinggi badan tidak mempunyai hubungan langsung. Orang yang rajin main basket bisa saja tidak lebih tinggi daripada orang yang tidak main basket. Hal ini bisa terjadi karena memang ada banyak faktor lain yang memengaruhi tinggi badan seseorang.

Walaupun begitu, main bola basket menyimpan banyak manfaat selain dari menambah tinggi badan Anda. Bermain basket bisa meningkatkan daya tahan otot, melatih keseimbangan dan koordinasi, serta memacu kinerja jantung dan paru. Sebagai olahraga tim, main basket sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi dan meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Hal-hal apa saja yang memengaruhi tinggi badan?

melompat bisa meninggikan badan

Banyak faktor yang memengaruhi tinggi badan, mulai dari faktor yang tidak bisa Anda ubah sampai pada faktor yang bisa Anda perbaiki. Beberapa faktor yang bisa memengaruhi tinggi badan Anda antara lain seperti berikut.

1. Genetik

Genetik merupakan salah satu faktor utama yang bisa memengaruhi tinggi badan Anda. Hal tersebut tidak bisa Anda ubah. Faktor genetik ini Anda dapatkan dari kedua orang tua, baik ayah maupun ibu. Jika kedua orang tua Anda mempunyai badan tinggi, maka lebih besar kemungkinan Anda mempunyai badan yang tinggi juga.

Untuk memprediksi tinggi badan anak saat dewasa, Jay L. Hoecker, MD seperti dikutip dari Mayo Clinic memiliki rumus seperti berikut ini.

  • Anak laki-laki: (tinggi ayah + tinggi ibu + 13 cm) / 2 = tinggi dewasa.
  • Anak perempuan: (tinggi ayah + tinggi ibu – 13 cm) / 2 = tinggi dewasa.

2. Hormon

Hormon tertentu dalam tubuh bisa memengaruhi pertumbuhan tinggi badan Anda. Proses pertumbuhan tulang dan otot erat kaitannya dengan hormon, terutama hormon pertumbuhan atau human growth hormone (HGH). Peningkatan alami hormon HGH dalam tubuh biasanya terjadi saat Anda melakukan aktivitas, seperti saat berolahraga atau tidur.

Peningkatan hormon terjadi pada masa anak-anak, mencapai puncak pada masa pubertas, dan semakin menurun setelah Anda beranjak dewasa. Gangguan kadar hormon pertumbuhan pada anak-anak bisa memengaruhi tinggi badan, yang perlu terapi khusus untuk menanganinya.

3. Nutrisi

Nutrisi yang Anda peroleh dari kecil, bahkan sejak berada dalam kandungan turut memengaruhi pertumbuhan tinggi badan. Kurang terpenuhinya asupan nutrisi bisa menyebabkan pertumbuhan tulang Anda terhambat. Sebaliknya, nutrisi yang cukup sejak kecil dapat mendukung pertumbuhan tulang, sehingga Anda bisa mencapai tinggi badan optimal.

Beberapa nutrisi yang memengaruhi pertumbuhan tulang, antara lain karbohidrat, lemak, protein, vitamin D, vitamin K, kalsium, fosfor, seng, magnesium, dan kromium. Maka, penting untuk menambahkan asupan makanan penambah tinggi badan, seperti susu, telur, bayam, brokoli, dan kacang polong yang kaya kandungan nutrisi tersebut.

4. Olahraga

Upayakan untuk selalu rutin berolahraga, apapun jenis olahraganya saat masa remaja, sebelum pertumbuhan tinggi badan Anda berhenti. Olahraga adalah salah satu cara untuk meningkatkan kadar hormon HGH dalam tubuh. Jenis olahraga dengan intensitas tertentu akan berpengaruh pada jumlah kadar hormon yang meningkat.

Pilihlah jenis olahraga intensitas tinggi, seperti sprint atau latihan interval untuk meningkatkan kadar HGH dengan cepat. Olahraga yang biasa Anda lakukan sehari-hari, seperti basket, voli, renang, yoga, dan aktivitas lainnya juga memiliki manfaat yang sama.

5. Tidur

Hormon pertumbuhan yang mendukung pertumbuhan tinggi badan juga banyak dilepaskan pada saat Anda tidur nyenyak. Tak heran, anak kecil membutuhkan tidur lebih banyak daripada orang dewasa. Hal ini karena saat tidur tubuh anak akan melakukan pertumbuhan.

Bagi remaja atau orang dewasa, memastikan tubuh tidur cukup juga bisa jadi cara ampuh meninggikan badan. Menerapkan sleep hygiene bisa meningkatkan kualitas tidur Anda, seperti kurangi paparan cahaya sebelum tidur dan hindari mengonsumsi kafein pada sore hari.

Berdasarkan beberapa poin tersebut, basket memang memiliki manfaat penting dalam membantu menambah tinggi badan. Kombinasi antara gen, hormon, nutrisi, olahraga, dan tidur yang baik bisa menghasilkan pertumbuhan tinggi badan yang optimal.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Growth hormone. Better Health Channel. (2017). Retrieved 2 June 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/growth-hormone

Mawer, R. (2019). 11 Ways to Boost Human Growth Hormone (HGH) Naturally. Healthline. Retrieved 2 June 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/11-ways-to-increase-hgh

Cronkleton, E., & Bubnis, D. (2020). Benefits of Basketball: 10 Physical and Emotional Benefits. Healthline. Retrieved 2 June 2021, from https://www.healthline.com/health/exercise-fitness/benefits-of-basketball

Hoecker, J. (2019). Can you predict your child’s adult height?. Mayo Clinic. Retrieved 2 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/expert-answers/child-growth/faq-20057990

Bouteraa, I., Negra, Y., Shephard, R. J., & Chelly, M. S. (2020). Effects of Combined Balance and Plyometric Training on Athletic Performance in Female Basketball Players. Journal of strength and conditioning research, 34(7), 1967–1973. https://doi.org/10.1519/JSC.0000000000002546

Siebert, D., & Rao, A. (2018). The Use and Abuse of Human Growth Hormone in Sports. Sports Health: A Multidisciplinary Approach, 10(5), 419-426. https://doi.org/10.1177/1941738118782688

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 21/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x