Waspada Lipedema, Saat Lemak Menumpuk Hanya di Satu Bagian Tubuh (Tak Cuma Perut)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda merasa berat badan masih normal, tapi ketika berkaca melihat beberapa bagian tubuh ada yang membuncit, sebaiknya pertimbangkan untuk periksakan ke dokter. Bisa jadi, ini gejala lipedema. Lipedema umumnya terjadi pada wanita. Di dokter, kondisi ini ditangani dengan membungkus tubuh pakai sebuah alat khusus untuk menguras kelebihan cairan dalam tubuh.

Apa itu lipedema?

Lipedema adalah gangguan yang menyebabkan sebagian besar simpanan lemak tubuh hanya berkumpul di satu-dua titik tertentu, mengakibatkan area tubuh tersebut membesar secara tidak proporsional.

Kondisi ini biasanya disebabkan penumpukan sel lemak di jaringan bawah kulit. Akibatnya, cairan juga berkumpul di dalam sel lemak tersebut. Kulit orang yang memiliki kondisi ini biasanya sangat empuk ketika dipegang dan mudah memar. Dalam beberapa kasus, selulit rentan muncul pada bagian tubuh yang membesar.

Perlu diingat, lipedema berbeda dengan obesitas atau perut buncit.

Apa saja tanda dan gejala lipedema?

Lipedema seringnya terjadi di pantat, paha, kadang lengan, atau di kaki. Bisa juga mengenai kedua sisi kaki, tetapi pada umumnya pembengkakan hanya terjadi sebatas pada area pergelangan kaki. Kedua kaki atau lengan biasanya membesar pada saat bersamaan dan pada tingkat kecepatan yang sama.

Kulit di area tubuh yang terpengaruh akan tampak pucat, terasa lunak, dan nyeri ketika disentuh, tapi tidak membal ketika ditekan karena menumpuknya lemak di bawah kulit. Bagian tubuh yang mengalami pembengkakan juga mudah memar.

Seseorang dengan kondisi ini bisa memiliki retensi cairan (limfedema) di kaki mereka. Jenis pembengkakan ini bisa timbul tenggelam dalam semalam, sedangkan pembengkakan lemak lipedema terjadi secara konstan.

Apakah penyebab lipedema?

Penyebab dari lipedema sebenarnya belum ditemukan. Namun faktor keturunan sering disebut-sebut menjadi penyebabnya. Banyak wanita yang memiliki lipedema lahir dalam keluarga yang memiliki riwayat kondisi sama.

Naik-turunnya hormon wanita saat pubertas, selama kehamilan, setelah operasi bedah rahim, dan sekitar waktu menopause juga diperkirakan berperan penting dalam memicu kondisi ini.

Pilihan pengobatan lipedema

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat untuk kondisi langka ini. Bahkan diet ketat atau olahraga pun belum bisa untuk menghilangkan lemak. Diet untuk mengurangi berat badan dan olahraga mungkin dapat mengecilkan bagian-bagian atas tubuh Anda, tetapi tidak akan mengubah jumlah lemak yang terdapat pada bawah kulit yang menyebabkan pembengkakan ini.

Tapi tetap penting untuk menjalani kedua hal tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehat guna membantu menurunkan berat badan dari lemak nonlipedema dan mengurangi peradangan. Beberapa terapi medis dapat membantu Anda mengurangi gejalanya, seperti:

Manual lymphatic drainage

Manual lymphatic drainage adalah serangkaian pijatan yang lembut dengan gerakan berirama untuk merangsang aliran getah bening di sekitar daerah pembuluh supaya dialihkan mengalir ke sistem vena. Hal ini membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah fibrosis.

Kompresi

Penggunaan perban, stocking, celana, atau celana pendek spandek yang ketat untuk meningkatkan tekanan jaringan di kaki. Selain itu, hal tersebut dapat mengurangi kemungkinan cairan membesar kembali.

Perawatan kulit dan kuku

Perawatan kulit dan kuku yang menyeluruh membantu menurunkan risiko luka dan infeksi yang terkait dengan pembengkakan.

Liposuction

Operasi liposuction bisa menghilangkan lemak di bawah kulit. Akan tetapi para ahli memperingatkan bahwa menghilangkan lemak pada kaki memiliki risiko kematian lebih besar daripada menghilangkan lemak pada perut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Oatmeal bukan hanya lezat, tapi juga penuh serat., mengenyangkan, dan cocok untuk Anda yang sedang berdiet. Simak 7 resep oatmeal berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Resep Sehat, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit