home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Gangguan Kesehatan Akibat Kelebihan Hormon Testosteron

4 Gangguan Kesehatan Akibat Kelebihan Hormon Testosteron

Di dalam tubuh terdapat dua hormon penting, estrogen dan testosteron, yang berfungsi meningkatkan imun, energi, libido, dan yang paling penting adalah reproduksi manusia. Kedua hormon tersebut memerlukan keseimbangan jumlah satu sama lain agar mendapatkan fungsi dan kerja tubuh yang baik. Tapi bagaimana jika salah satu hormon terlalu banyak? Dan, bagaimana jika itu adalah hormon testosteron? Simak pembahasan berikut ini.

Apa itu hormon testosteron?

Testosteron sering dianggap sebagai “hormon pria”, yang diproduksi di bagian testis pria. Meski begitu, wanita juga punya hormon testosteron dalam tubuh, fungsinya untuk meningkakan gairah seks dan sebagai pengatur mood (suasana hati). Sedangkan fungsi hormon testosteron pada adalah untuk membangun masa otot dan meningkatkan energi pria.

Apa yang terjadi kalau kelebihan hormon testosteron?

Efek kelebihan hormon testosteron terhadap tubuh, sebetulnya bergantung pada usia dan jenis kelamin. Pada pria dan wanita, kelebihan hormon testosteron dapat menyebabkan pubertas sebelum dewasa dan berakibat pada ketidaksuburan. Bukan hanya itu, di bawah ini merupakan dampak dari kelebihan hormon testosteron yang dapat timbul:

1. Kulit berminyak dan jerawatan

Nyatanya, kelebihan hormon testosteron dapat menyebabkan kulit jadi berminyak dan berjerawat. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar DHT (dihidrotestosteron) yang meningkat, terkait dengan kelebihan hormon testosteron itu sendiri. Kadar testosteron yang tinggi, akan meningkatkan produksi sebum minyak, zat kental yang bisa menyumbat pori-pori pada wajah. Nah, kalau pori-pori tertutup, bakteri akan menumpuk pada kulit dan menyebabkan peradangan, atau biasa disebut jerawat.

2. Rambut rontok

Salah satu hal yang dapat terjadi jika kelebihan hormon testosteron pada pria dan wanita adalah adanya gejala rambut rontok atau bahkan kebotakan. Umumnya, gejala kerontokan rambut ini akan dimulai dari bagian simpul kulit kepala, lalu akan berlanjut rontok apa rambut bagian pelipis dan akan berlanjut keseluruhan.

3. Buah zakar mengerut

Secara sederhana, saat otak menstimulasi kelebihan hormon testosteron dalam tubuh, otak akan menganggap semua itu berawal dari tempat produksi testosteron, yaitu pada buah zakar. Selanjutnya, otak akan menutup produksi LH (Luteinizing Hormon), yang berguna memberi tahu testis untuk memproduksi testosteron. Maka dari itu, buah zakar akan mengalami perubahan ukuran dengan cara menyusutkan dirinya.

4. Kelebihan sel darah merah dan hemoglobin

Jika tubuh Anda mengalami kelebihan testosteron dalam tubuh, salah satu efeknya adalah adanya peningkatan kadar sel darah merah dan kadar hemoglobin di tubuh. Pada pria yang lebih tua, peningkatan sel darah merah dapat menimbulkan adanya serangan jantung dan stroke.

Peningkatan sel darah merah dalam darah, akibat kelebihan hormon testosteron, dapat dikurangi dengan menurunkan dosis pengganti testosteron, atau donor darah. Biasanya bertujuan untuk menurunkan tingkat sel darah dalam tubuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

High and Low Testosteron Level http://www.medicinenet.com/high_and_low_testosterone_levels_in_men/views.htm Diakses pada 25 April 2017

The Myth of Too Much Testosteron http://www.everydayhealth.com/mens-health/the-myth-of-too-much-testosterone.aspx Diakses pada 25 April 2017

Excessive Body Building Low Testosteron Level

http://www.livestrong.com/article/552447-excessive-body-building-low-testosterone-levels/ Diakses pada 25 April 2017

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 11/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x