home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Adrenal Fatigue, Kondisi yang Diduga Membuat Anda Selalu Kelelahan

Adrenal Fatigue, Kondisi yang Diduga Membuat Anda Selalu Kelelahan

Terus merasa kelelahan, tentu mengganggu rutinitas Anda. Bisa jadi ini bukan kelelahan biasa dan merupakan pertanda dari adrenal fatigue (kelelahan adrenal). Sebenarnya, apa itu adrenal fatigue?

Apa itu adrenal fatigue?

Menurut Todd D. Nippoldt, MD seperti dilansir dari laman Mayo Clinic, adrenal fatigue adalah istilah pada sekumpulan gejala umum, seperti nyeri badan, kelelahan, gangguan tidur, dan masalah tidur.

Meski begitu, menurut laman Harvard Health Publishing, kondisi ini belum sepenuhnya diakui oleh ahli endokrinologi sebagai suatu kondisi kesehatan.

Terlebih banyak pula kondisi kesehatan yang menyebabkan gejala serupa.

Keputusan tersebut juga didukung oleh sebuah laporan tahun 2016 pada jurnal BMC Endocrine Disorder yang meninjau kembali 58 studi mengenai keletihan adrenal.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa seluruh studi yang telah dilakukan masih memiliki keterbatasan. Misalnya, tes untuk mengetahui tingkat kortisol (hormon stres) pada air liur untuk menegakkan diagnosis tidak menunjukkan banyak perbedaan.

Sebanyak 61% hasil tes air liur dari semua studi tidak menunjukkan perbedaan yang bisa dijadikan tolok ukur. Baik itu tingkat kortisol di air liur pada orang sehat ataupun dengan orang yang dianggap memiliki kelelahan adrenal.

Mengapa bisa muncul istilah adrenal fatigue?

HIV mudah lelah

Meski belum ditetapkan sebagai salah satu penyakit, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui tentang kelalahan adrenal.

Istilah “kelelahan adrenal” pertama kali dipopulerkan tahun 1998 oleh James Wilson, PHD, seorang ahli pengobatan alternatif. Kondisi ini merujuk adanya gangguan pada kelenjar adrenalin yang berada di atas ginjal.

Kelenjar adrenalin bertugas untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan tubuh, salah satunya hormon kortisol atau dikenal juga dengan hormon stres. Jadi, saat Anda stres, maka kelenjar ini akan sangat aktif memproduksi hormon kortisol.

Salah satu teori menyebutkan bahwa penyebab fatigue adrenal adalah kondisi stres berkepanjangan. Stres berkepanjangan menyebabkan kelenjar adrenal bekerja terus-menerus. Kelelahan organ inilah yang menyebutkan tubuh kelelahan.

Selain tubuh merasa lelah tanpa henti, gejala lain yang dipercaya terjadi akibat kelelahan adrenal, antara lain:

  • Badan pegal-pegal
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Tekanan darah rendah
  • Sakit kepala ringan
  • rambut rontok
  • Perubahan warna kulit
  • Otak berkabut
  • Suasana hati (mood) mudah berubah
  • Mengidam makan makanan manis atau asin
  • Masalah pencernaan, seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut

Lantas, mungkinkah saya kena adrenal fatigue?

Bila seseorang mengalami kelelahan ekstrem disertai gejala lain, dokter akan mengutamakan beberapa kondisi lain ketimbang kelelahan adrenal (adrenal fatigue).

Dokter lebih mungkin mendiagnosis beberapa kondisi di bawah ini jika muncul gejala-gejala yang serupa, antara lain:

  • Depresi
  • Sleep apnea (napas terhenti sejenak saat tidur)
  • Fibromyalgia (gangguan pada otak yang memengaruhi sinyal rasa sakit)

Untuk meringankan gejala yang dicurigai sebagai kelelahan adrenalin, dokter mungkin akan lebih berfokus pada perubahan gaya hidup yang sehat. Perubahan gaya hidup untuk mengurangi gejala, meliputi:

  • Memperbaiki jam tidur agar kualitas tidur jadi lebih baik
  • Memperbanyak makanan yang bergizi, yang kaya vitamin C, vitamin B, dan magnesium
  • Pengaturan kembali rutinitas sehari-hari agar tubuh tidak kelelahan
  • Mengikuti konseling dan belajar untuk menangani stres, seperti latihan pernapasan dan visualisasi

Agar diagnosis penyakit jadi lebih jelas, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan serangkaian tes kesehatan sebelum akhirnya mendiagnosis Anda dengan suatu kondisi tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sabrina Felson, MD. WebMD. Is adrenal fatigue “real”?. Accessed on July 11th, 2019.

Todd B. Nippoldt, MD. Mayo Clinic. Adrenal fatigue: What causes it?. Accessed on July 11th, 2019.

Marcelo Campos, MD. Harvard Health Publishing. Is adrenal fatigue “real”? Accessed on July 11th, 2019.

Cadegiani FA, Kater CE. Adrenal fatigue does not exist: a systematic review [published correction appears in BMC Endocr Disord. 2016 Nov 16;16(1):63]. BMC Endocr Disord. 2016;16(1):48. Published 2016 Aug 24. doi:10.1186/s12902-016-0128-4.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 05/08/2019
x