Kenali Lethologica, Fenomena Saat Anda Sulit Mengingat Suatu Kata Saat Berbicara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

“Kita harus apa tuh namanya…? Itu yang ada huruf B-nya. Aku tahu, tapi susah banget nemu kata-katanya.” Anda pasti pernah mengalami fenomena ini. Di tengah pembicaraan, Anda sulit untuk mengucapkan suatu kata sehingga membuat Anda bicara terbata-bata. Fenomena ini dikenal dengan lethologica. Ingin tahu lebih dalam mengenai fenomena ini? Simak penjelasannya berikut ini.

Lethologica adalah fenomena yang umum saat berbicara

Lethologica berasal dari bahasa Yunani klasik, yakni lethe (pelupa) dan logo (kata). Jika digabungkan, akan mengarah pada makna ‘melupakan suatu kata’. Psikolog mengartikannya sebagai ketidakmampuan otak untuk mengambil informasi dari ingatan yang tersimpan.

‘Fenomena di ujung lidah’ adalah nama lain untuk kondisi ini. Pasalnya, kata-kata yang dilupakan sempat tebersit di otak, namun tidak kunjung terucap di bibir.

Saat terjadi, ada yang sibuk menemukan kata yang kelupaan. Ada pula yang memilih kata alternatif untuk mengisi kekosongan ketimbang menyibukkan diri mencari kata yang terlupakan itu.

Sebenarnya lethologica sudah dikenal sejak abad ke-20. Pencetusnya adalah psikolog bernama Carl Jung. Namun, catatan mengenai fenomena di ujung lidah ini dalam Kamus Kedokteran Amerika tercatat pada tahun 1915. 

Terlepas dari itu, istilah lethological memberi gambaran mengenai bagaimana otak bekerja dalam mengolah memori saat seseorang sedang berbicara.

Kenapa lethologica terjadi?

fungsi otak kecil cerebellum

Otak tidak bekerja seperti komputer yang bisa menyimpan data dengan mudah lalu memunculkan kembali data tersebut dengan menekan suatu tombol. Cara kerja otak sangat kompleks, bahkan masih menjadi misteri karena tidak terpecahkan sepenuhnya. 

Meskipun begitu, periset meyakini bahwa lethologica adalah kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini terjadi karena fungsi otak dalam menyimpan memori dan membuka kembali memori tersebut mengalami kesalahan. 

Menurut University of Queensland, tidak semua memori disimpan dalam satu bagian otak yang sama. Terdapat beberapa bagian otak yang berfungsi sebagai ruang penyimpanan memori, yakni hippocampus, neocortex, amygdala, bangsal ganglia, dan cerebellum.

Di antara banyaknya bagian otak, yang berkaitan dengan pengolahan bahasa adalah neocortex, yakni lembaran jaringan saraf berkerut yang membentuk permukaan luar otak.

Periset mengungkapkan bahwa yang menyebabkan lethologica mungkin saja karena kelelahan otak bagian neocortex. Otak yang terus bekerja, memiliki risiko melakukan kesalahan dalam menyampaikan sinyal suatu informasi. Akibatnya, seseorang bisa lupa dengan suatu kata saat berbicara. 

Namun, bisa juga menandakan bahwa fungsi otak bagian neocortex Anda cukup lemah sehingga kondisi ini rentan terjadi. 

Adakah cara untuk mencegah hal ini terjadi?

belajar hal baru

Fenomena ujung lidah normal terjadi, tapi bisa menjadi gangguan karena menghambat komunikasi satu orang dengan yang lainnya. Kepercayaan diri juga bisa turun ketika Anda harus presentasi atau menyampaikan pendapat karena bicara yang terbata-bata. 

Lethologica sendiri merupakan kesalahan alami pada sistem kerja otak. Itu sebabnya, tidak ada cara khusus untuk mencegah terjadinya fenomena alami ini.

Namun, sebisa mungkin Anda perlu meluangkan waktu untuk melepas stres dan membiarkan pikiran Anda lebih tenang.

Meski membuat Anda terbata-bata dalam berbicara, kondisi ini justru dapat menjadi latihan bagi otak. Lethologica membuat otak semakin mengenal “kata” yang sering dilupakan dengan mencari jalan dan membuat kode khusus untuk mengingatnya di lain waktu. 

Cara terbaik untuk mengatasi lethologica adalah mengalihkan otak pada kata lain yang sepadan. Dengan begitu, Anda tidak terpaku dalam diam memikirkan kata yang hilang dari otak Anda. Ini membantu Anda berbicara tetap lancar.

Perbanyak untuk membaca buku, mengulang kata yang sering dilupakan, supaya ingatan Anda pada kata-kata itu jadi lebih tajam. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Penyebab dan Faktor Risiko dari Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer dapat menyebabkan seseorang mudah lupa. Lantas, apa penyebab dan faktor risiko dari penyakit Alzheimer? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Alzheimer dan Demensia 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit