Ingat Wajah Tapi Lupa Nama, Kok Bisa, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

“Itu siapa namanya? Yang hidungnya mancung itu….” Anda mungkin pernah melontarkan pertanyaan ini ketika berusaha mengingat seseorang yang lama tidak Anda temui. Anda ingat wajahnya, namun tidak dengan namanya. Sebenarnya, apa yang membuat Anda sering lupa nama orang, tapi mengingat wajahnya dengan baik?

Alasan Anda sering lupa nama orang lain, tapi ingat wajahnya

Saat mendatangi acara reuni, Anda pasti mengingat wajah-wajah teman Anda yang dulu. Anda akan mengamati perubahan fisik apa saja yang terjadi.

Sayangnya, sebagian besar dari Anda mungkin tidak lagi mengingat nama mereka dengan baik.

Entah itu salah nama, seperti “Ratih” dengan “Ratni” atau bahkan lupa sama sekali. Sebenarnya, apa yang menyebabkan Anda sering lupa nama orang, tapi mampu mengingat wajahnya?

Perlu Anda tahu bahwa fenomena ini sangat erat kaitannya dengan otak. Otak memiliki fungsi kompleks, salah satunya mengatur memori.

Di otak terdapat bagian khusus yang bertugas untuk mengenali wajah. Bagian otak ini disebut dengan fusiform face area. Letaknya berada di lobus temporal—di bagian belakang telinga.

Sementara itu, otak tidak memiliki bagian yang secara khusus untuk mengingat nama. Otak hanya memiliki bagian yang diperuntukkan mengingat kata-kata.

Nama adalah contoh dari kata khusus, bukan kata-kata yang biasanya Anda gunakan untuk menyusun sebuah kalimat.

Adanya bagian otak khusus inilah yang memungkinkan seseorang lebih mengingat wajah tapi sering lupa dengan nama orang.

Sebab, ketika mengingat nama dengan wajah secara bersamaan, otak memiliki tugas yang berbeda.

Untuk mengingat wajah, otak akan mendapatkan lebih banyak tugas, seperti melihat, mengenali, mengamati, dan menyimpannya sebagai sebuah memori.

Sedangkan, untuk mengingat sebuah nama, otak hanya diperintahkan untuk mendengar dan menyimpannya. Tak perlu melibatkan pengamatan.

Tips supaya tidak sering lupa nama orang lain

strategi menyampaikan berita buruk

Sering tidak ingat nama orang, memang bukan hal yang terlalu mengkhawatirkan. Namun, hal ini bisa membuat Anda jadi tidak enak hati jika diharuskan menyapa atau mengobrol dengan orang tersebut.

Anda tentu merasa malu bukan jika harus menanyakan namanya lagi dan lagi?

Agar tidak sering lupa nama orang lain, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

1. Mencoba untuk mengulangi namanya

Saat berkenalan dengan orang baru, cobalah untuk mengulangi namanya. Anda mungkin bisa menyebutkan ulang namanya, seperti “Oh, hai, Saras.”

Cara ini cukup ampuh untuk Anda untuk mengingat nama orang daripada hanya diam atau mengiyakan.

2. Kaitkan namanya dengan hal lain yang menarik

Setelah mengulangi namanya, langkah selanjutnya agar Anda tidak lupa adalah mencoba mengaitkan namanya dengan hal lain yang menarik atau terkenal.

Misalnya saja, “Wah, superheronya generasi 90-an, ya?”

Selain memberi tugas pada otak untuk mengingat nama tersebut berkali-kali, percakapan seperti ini juga bisa membantu mencairkan suasana.

Tapi, ada juga orang yang kesulitan mengingat wajah ketimbang nama

lupa bikin otak lebih pintar

Kejadian sering lupa nama orang tapi ingat wajahnya memang umum terjadi. Namun, ada pula orang yang mengalami hal sebaliknya.

Beberapa orang lebih sulit mengenali wajah orang lain. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah prosopagnosia.

Tak ingat wajah seseorang ini membuat seseorang sulit mengenali wajah orang yang sudah dikenal. Bahkan, pada kasus yang parah bisa menyebabkan penderitanya tidak mengenali wajahnya sendiri.

Kondisi ini terjadi akibat kelainan atau kerusakan pada otak bagian fusiform face area atau pada bagian otak yang berfungsi untuk mengenali wajah.

Adanya kelainan atau kerusakan bisa terjadi karena stroke, cedera otak traumatis, penyakit yang menyerang otak, dan kelainan genetik yang membuat pertumbuhan otak jadi tidak sempurna.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Penyebab dan Faktor Risiko dari Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer dapat menyebabkan seseorang mudah lupa. Lantas, apa penyebab dan faktor risiko dari penyakit Alzheimer? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Alzheimer dan Demensia 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit