home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips dan Cara Mencegah Vertigo agar Tidak Sering Kambuh

Tips dan Cara Mencegah Vertigo agar Tidak Sering Kambuh

Apa Anda tahu bahwa vertigo yang terjadi bukan merupakan penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan lain? Hal ini menyebabkan tindakan untuk mencegah vertigo harus melihat kondisi kesehatan yang dialami. Secara umum, akan sulit untuk melakukan pencegahan apabila Anda mengidap sebuah penyakit yang akan memicu vertigo sebagai gejalanya. Namun, bukan berarti vertigo benar-benar tidak bisa dicegah. Berikut beberapa tips dalam cara mencegah vertigo agar tidak sering kambuh.

Mencegah vertigo dengan mengenali penyebabnya

Sebelum menjelaskan tips dalam mencegah vertigo, Anda perlu tahu apa saja faktor yang menyebabkan vertigo. Definisi dari vertigo sendiri adalah perasaan saat lingkungan sekitar tiba-tiba berputar. Vertigo masih merupakan bagian dari pusing.

Berikut kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan vertigo:

  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Bentuk paling umum dari vertigo dan dikategorikan sebagai sensasi dari pergerakan sejenak akibat misalnya pergerakan kepala yang tiba-tiba. Vertigo akibat BPPV dapat berlangsung selama 15 detik hingga beberapa menit.
  • Peradangan pada telinga bagian dalam. Vertigo yang disebabkan radang telinga ini dikategorikan sebagai serangan vertigo secara tiba-tiba dan mungkin berhubungan dengan gangguan pendengaran karena infeksi virus atau bakteri.
  • Trauma pada kepala dan cedera leher. Kedua hal tersebut dapat menyebabkan vertigo tapi biasanya akan hilang dengan sendiri sehingga mungkin Anda tidak perlu melakukan tindakan untuk mencegah vertigo.
  • Penyakit Meniere. Pengidap penyakit ini dapat seketika mengalami vertigo parah, telinga berdengung, dan kehilangan pendengaran tetapi juga memiliki periode saat tidak mengalami gejala apapun.

Masih terdapat beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan vertigo. Anda perlu mengetahui beberapa di antaranya karena beberapa cara mencegah vertigo berhubungan dengan faktor penyebabnya itu sendiri.

Cara mencegah vertigo agar tidak kambuh

Vertigo dapat dicegah asalkan Anda tahu penyebab utamanya. Berikut beberapa tips untuk mencegah vertigo agar tidak sering kambuh:

1. Menghindari posisi yang memicu vertigo

Vertigo disebabkan BPPV bergantung pada posisi kepala Anda. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menghindari melakukan pergerakan atau menempatkan kepala pada posisi yang sering memicu timbulnya vertigo. Selain itu juga Anda dapat berkonsultasi pada dokter mengenai cara mencegah infeksi telinga.

2. Mengurangi asupan garam

Pengidap vertigo yang disebabkan oleh penyakit Meniere disarankan untuk mengurangi asupan garam. Penyakit Meniere memiliki tiga gejala utama yaitu vertigo, telinga berdenging (tinnitus), dan gangguan pendengaran.

Mengurangi asupan garam cukup direkomendasikan pada pengidap vertigo karena dipercaya dapat mengurangi tekanan dari endolimfatik. Selain itu, mengurangi asupan garam juga dapat membantu menurunkan frekuensi dan parahnya serangan penyakit Meniere.

3. Aktif bergerak dapat mencegah vertigo

Sebuah studi meneliti hubungan antara aktivitas fisik dan vertigo yang disebabkan BPPV pada orangtua. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat menurunkan risiko pada wanita tapi tidak dengan pria.

Wanita yang memiliki gaya hidup lebih pasif atau kurang bergerak dan jarang melakukan aktivitas fisik rentan mengalami BPPV dibanding dengan mereka yang aktif.

4. Mengontrol tekanan darah, tingkat kolesterol, dan berhenti merokok

Pengidap vertigo yang memiliki faktor risiko stroke harus mengendalikan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi serta berhenti merokok.

5. Menjalani gaya hidup sehat

Mungkin tips dalam cara mencegah vertigo ini berlaku untuk mencegah segala macam gejala penyakit dan kondisi kesehatan. Namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang kesulitan untuk melakukan gaya hidup sehat.

Untuk mencegah vertigo kambuh, mulai gaya hidup dengan cara memenuhi kebutuhan cairan harian, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, serta istirahat atau tidur yang cukup dan hindari stres.

Vertigo masih merupakan bagian dari pusing, tapi dengan tingkatan yang cukup berbeda. Banyak hal yang dapat memicu vertigo kambuh sehingga cara utama untuk mencegah vertigo adalah dengan melakukan tindakan pencegahan sesuai dengan penyebabnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cunha, J. P. (2020). Vertigo Symptoms, Treatment, Medications & Causes. Retrieved March 5, 2020, from https://www.emedicinehealth.com/vertigo/article_em.htm#what_is_vertigo_prognosis

American Academy of Family Physicians. (2019). Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Retrieved March 5, 2020, from https://familydoctor.org/condition/benign-paroxysmal-positional-vertigo/

Bazoni, J. A., Mendes, W. S., Meneses-Barriviera, C. L., Melo, J. J., Costa, V. de S. P., Teixeira, D. de C., & Marchiori, L. L. de M. (2014). Physical Activity in the Prevention of Benign Paroxysmal Positional Vertigo: Probable Association. International Archives of Otorhinolaryngology18(4), 387–390. https://doi.org/10.1055/s-0034-1384815

MENIERE’S SOCIETY. (n.d.). Ménière’s Society: Other non-surgical treatments. Retrieved March 5, 2020, from https://www.menieres.org.uk/information-and-support/treatment-and-management/other-non-surgical-treatments

Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). (2019). Dizziness – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Retrieved March 5, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dizziness/diagnosis-treatment/drc-20371792

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 09/04/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x