Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makan memang bisa membuat Anda merasa ngantuk dan lemas setelahnya. Selain itu, Anda mungkin saja mengalami sakit kepala. Ya, banyak orang mengeluhkan sakit kepala setelah makan. Sakit kepala yang muncul biasanya cukup tajam, seolah kepala Anda ditusuk-tusuk jarum. Ternyata, ada beberapa penyebab munculnya hal ini. Mulai dari kondisi kesehatan Anda sendiri sampai makanan yang Anda konsumsi. Jadi, perhatikan kalau Anda punya kondisi-kondisi sebagai berikut.

Penyebab sakit kepala setelah makan

1. Gula darah rendah

Hati-hati kalau Anda merasa sakit kepala setelah makan. Anda mungkin mengalami hipoglikemia reaktif. Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah menurun secara drastis atau tiba-tiba. Glukosa dalam darah didapatkan dari makanan yang kaya akan karbohidrat. Karbohidrat kemudian diserap oleh tubuh. Dengan bantuan insulin, karbohidrat yang sudah menjadi glukosa akan diubah menjadi sumber energi. Insulin dihasilkan oleh organ pankreas.

Jika pankreas menghasilkan insulin terlalu banyak dalam tubuh, kadar gula darah Anda pun akan tiba-tiba turun drastis. Ini karena insulin langsung menghabiskan suplai glukosa dalam darah Anda. Akibatnya, Anda akan merasakan sakit kepala setelah makan.

Untuk mencegah hipoglikemia sesudah makan, hindari makanan yang kadar gula atau karbohidratnya terlalu tinggi. Zat tersebut bisa mendorong pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin lagi. Kalau Anda memang ingin makan makanan yang kaya karbohidrat, batasi porsinya.

2. Migrain

Perhatikan jenis sakit kepala yang muncul sesudah Anda makan. Jika sakitnya muncul pada salah satu sisi kepala dan terasa berdenyut tajam, Anda mungkin mengalami migrain. Migrain bisa dipicu oleh jenis-jenis makanan dan minuman tertentu. Pemicu migrain yang paling umum adalah tiramin, yaitu zat yang terdapat pada yogurt, keju, dan krim asam. Selain itu, makanan seperti ati ayam, kecap, daging yang sudah diawetkan, dan jeruk juga bisa jadi penyebab migrain Anda kumat.

Selain sakit kepala, Anda mungkin akan mengalami gejala lain seperti mual, muntah, peka terhadap cahaya, dan perasaan seperti ingin pingsan. Cara terbaik untuk mencegah migrain adalah menghindari makanan pemicunya.

3. Hipertensi

Sakit kepala setelah makan bisa jadi gejala tekanan darah tinggi (hipertensi). Perhatikan menu makanan Anda. Jika makanan yang Anda santap kadar sodiumnya sangat tinggi, tekanan darah Anda mungkin jadi meningkat. Sodium yang biasanya banyak didapatkan dari garam diatur oleh ginjal. Kalau dalam tubuh Anda sodiumnya terlalu tinggi, tubuh akan mengalirkan air lebih banyak ke dalam darah. Akibatnya, volume darah pun meningkat sehingga tekanan darah juga ikut melonjak naik. Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit kepala setelah makan.

Bila Anda memang punya penyakit hipertensi, sebaiknya batasi jumlah sodium atau garam yang Anda konsumsi sehari-hari. Selain itu, konsultasikan langsung dengan dokter untuk menangani kondisi ini.

4. Reaksi alergi

Sakit kepala setelah makan bisa jadi salah satu reaksi alergi terhadap makanan atau zat tertentu. Reaksi alergi menyebabkan tubuh memproduksi histamin, yaitu senyawa yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Histamin akan bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan kulit gatal, mual, bersin-bersin, atau sakit kepala.

Sekali lagi, perhatikan apa yang Anda santap. Anda mungkin alergi makanan laut, telur, susu dan produk olahannya, serta zat-zat aditif seperti micin (MSG), sakarin, dan pengawet buatan. Hindari penyebab alergi Anda untuk mencegah sakit kepala sesudah makan.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit