Setelah Terserang Stroke, Kapan Proses Pemulihannya Mulai Bisa Dilakukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika berkurang atau terganggunya pasokan darah menuju otak. Akibatnya, kebutuhan oksigen dan nutrisi yang seharusnya diperoleh otak pun tidak tercukupi. Stroke identik dengan kondisi yang datang secara tiba-tiba, sehingga harus segera ditangani sebelum terlambat. Setelah mengalami stroke, kapan pasien bisa mulai melakukan proses penyembuhan stroke?

Kapan proses penyembuhan stroke dimulai?

Stroke bukanlah penyakit ringan yang bisa dianggap enteng. Sebaliknya, serangan stroke justru dapat mengakibatkan masalah pada kemampuan kognitif, motorik, sensorik, hingga bicara (bahasa). Tak jarang, stroke bahkan bisa menimbulkan gangguan serius pada kemampuan tubuh jangka panjang, tergantung dari tingkat keparahan stroke tersebut.

Itulah mengapa penyembuhan stroke merupakan proses panjang yang membutuhkan banyak waktu, usaha, serta kesabaran. Saat terkena stroke, dokter akan melakukan serangkaian tindakan guna mengontrol kondisi pasien agar lebih stabil, mencegah serangan stroke kembali, serta menghindari komplikasi yang mungkin terjadi akibat stroke.

Setelah kondisi kesehatan dirasa sudah cukup stabil, pasien stroke mulai bisa melakukan terapi penyembuhan stroke. Atau dengan kata lain, proses pemulihan atau rehabilitasi stroke baru bisa dimulai sekitar 24-48 jam setelah stroke.

Semakin cepat proses pemulihan atau penyembuhan stroke dimulai, semakin besar peluang pasien untuk mengembalikan fungsi otak dan tubuh yang sempat hilang.

Berapa lama waktu pemulihan stroke berlangsung?

Durasi waktu yang dibutuhkan untuk rehabilitasi atau penyembuhan stroke tergantung pada kondisi tubuh serta tingkat keparahan stroke yang dialami. Jika stroke yang pasien alami cukup parah, bahkan disertai dengan komplikasi penyakit, tentu butuh waktu pemulihan yang tidak sebentar.

Sebaliknya, waktu pemulihan bisa terbilang singkat ketika kondisi stroke yang dialami tidak terlalu parah. Selama proses penyembuhan berlangsung, pasien akan terus dibimbing untuk melatih dan mempelajari kembali kemampuan tubuhnya yang mungkin sempat hilang.

Apa saja kemampuan yang bisa dipulihkan pasca stroke?

Tujuan proses rehabilitasi atau penyembuhan stroke yaitu untuk mengembalikan kemampuan tubuh, seperti:

1. Berbicara

Stroke bisa mengakibatkan menurunnya kemampuan berbahasa (berbicara) seseorang, yang disebut sebagai afasia. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sulit berbicara dengan lancar, hingga sulit merangkai kalimat yang tepat untuk berbicara.

Proses rehabilitasi stroke akan membantu pasien untuk belajar bicara dan berkomunikasi dengan jelas, sesuai dengan masalah bicara yang dialami.

2. Kognitif

Terganggunya kemampuan berpikir, perubahan perilaku, hingga melemahnya daya ingat merupakan masalah utama yang kerap dialami pasien stroke. Jika tidak segera dipulihkan, tentu akan berisiko buruk bagi kesehatan dan keselamatan pasien itu sendiri. Maka itu, seorang terapis akan membantu memulihkan keterampilan kognitif yang terganggu ini.

3. Motorik

Gejala umum stroke lainnya berupa melemahnya otot-otot di salah satu atau kedua sisi tubuh, sehingga pergerakan tubuh pun terganggu. Lambat laun, kondisi tersebut akan menghambat pasien untuk berjalan, melakukan berbagai aktivitas fisik lainnya, bahkan bisa sampai mengalami kejang otot.

Di sini, terapis akan membantu pasien untuk belajar bagaimana caranya menggunakan otot dan menyeimbangkan tubuhnya. Rutin melakukan latihan peregangan, serta ditambah dengan penggunaan alat bantu jalan setidaknya bisa membantu mempercepat kembalinya kemampuan motorik yang hilang.

4. Sensorik

Tak jarang, stroke bisa menghambat kemampuan tubuh untuk merasakan panas, dingin, dan fungsi sensorik lainnya. Namun tak perlu khawatir, terapis akan membantu proses penyembuhan stroke dengan melatih pasien menyesuaikan diri dengan adanya perubahan dari lingkungan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana COVID-19 Memicu Risiko Stroke pada Orang yang Lebih Muda?

Tidak hanya saluran pernapasan, ternyata virus COVID-19 juga dapat menyebabkan masalah pada otak dan pembuluh darah hingga meningkatkan risiko stroke.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 11 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Stroke, Health Centers 17 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Pengidap dan Penyintas Stroke

Selain memerhatikan makanan pokoknya, penderita stroke perlu memperbanyak konsumsi buah yang menyehatkan untuk jantung. Contoh mudahnya pisang dan jeruk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Health Centers 19 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Stroke Ringan (Transient Ischaemic Attack)

Stroke ringan merupakan salah satu jenis stroke yang belum dianggap seberbahaya stroke lainnya. Lalu apa bedanya dengan jenis stroke lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Health Centers 22 November 2019 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
dampak stroke pada anak

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit