Risiko Stres Pekerjaan Pada Jantung Wanita

Oleh

Penelitian dari Harvard telah menemukan hubungan yang kuat antara stres pekerjaan pada wanita, dengan penyakit jantung. Penemuan Women’s Health Study (WHS) menunjukkan, wanita dengan pekerjaan yang membuat stress memiliki 40% peningkatan risiko penyakit jantung (termasuk serangan jantung dan perlunya operasi arteri koroner), dibanding dengan rekan kerja yang tidak mengalami stres. Hasilnya, yang dipresentasikan pada pertemuan American Heart Association tahun 2010 lalu, juga menunjukkan bahwa wanita yang khawatir kehilangan pekerjaan lebih mudah memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolestrol yang tidak sehat, dan obesitas.

Para peneliti menggunakan definisi “job strain” alias stres di tempat kerja, yang mengkombinasikan tuntutan psikologis dan tingkat kontrol. “Tuntutan” mengacu pada jumlah, kecepatan, dan kesulitan pekerjaan. Kontrol berarti kemampuan untuk menentukan keputusan tentang pekerjaan atau kreativitas pada pekerjaan.

Bukti lainnya

WHS bukanlah satu-satunya sumber yang beredar pada 2010 tentang stres pekerjaan dan masalah jantung pada wanita. Penelitian besar selama 15 tahun pada perawat di Denmark, menyimpulkan bahwa semakin besar tekanan pekerjaan, semakin besar risiko penyakit jantung pada wanita yang berusia 51 ke bawah. Penelitian pada pekerja kantoran di Beijing, job strain dikaitkan pada wanita dengan penebalan dinding arteri karotid, tanda awal penyebab penyakit kardiovaskular.

Apa yang dapat Anda lakukan?

Stres yang disebabkan tuntutan pekerjaan yang berlebih dan kontrol yang terlalu sedikit, umum terjadi di dunia kerja. Banyak wanita memiliki banyak pekerjaan di waktu bersamaan, seperti mengurus anak atau orangtua dan bekerja di luar rumah, tanpa sumber daya yang cukup untuk membantu semuanya. Situasi seperti ini mungkin tidak bisa dihindari, dan di dunia pekerjaan yang kompetitif, Anda mungkin merasa tidak banyak yang bisa Anda lakukan.

Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan, seperti:

  • Menjalin hubungan suportif dengan teman, keluarga, dan rekan kerja.
  • Rutin berolahraga baik untuk jantung, mengurangi rasa gelisah dan depresi, serta meningkatkan kualitas tidur
  • Batasi gangguan (seperti e-mail tentang pekerjaan) pada kehidupan di luar kerja
  • Praktikkan teknik relaksasi, seperti meditasi, nafas dalam-dalam, atau visualisasi. (Kunjungi www.health.harvard.edu/womenextra.)

Jika Anda merasa kewalahan, cari pertolongan dari ahli kesehatan mental.

Kenapa ini bisa terjadi?

Tubuh diprogram untuk bereaksi pada stres yang mengancam dengan respon “fight-or-flight”, di mana otak akan memicu zat kimia dan hormon yang mempercepat detak jantung dan pernapasan, meningkatkan tekanan darah, dan menaikkan kadar energi (gula) pada otot. Sayangnya, tubuh tidak dapat membedakan mana bahaya yang genting dan mana penyebab stres seperti kesulitan finansial, tekanan pekerjaan, dan kekhawatiran terhadap masalah yang belum muncul. Jika respon “fight-or-flight” tubuh aktif secara kronis, tubuh akan menderita.

Tidak diketahui jelas bagaimana stres di dunia kerja dapat memperburuk kondisi jantung. Stres dapat memperburuk peradangan pada arteri koroner, menyebabkan pembekuan darah yang memicu serangan jantung. Stres juga dapat mempersulit kebiasaan sehat untuk jantung, seperti olahraga, pola makan yang baik, berhenti merokok dan tidur yang cukup. Sulit diperkirakan proporsi risiko serangan jantung yang disebabkan stres atau merokok atau kurangnya berolahraga.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 11, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca