Duduk Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang April 4, 2020
Bagikan sekarang

Orang-orang sering tidak menyadari berapa jam waktu yang mereka habiskan dengan posisi duduk di satu harinya. Padahal, dampak buruk dari duduk terlalu lama sudah banyak diketahui. Baru-baru ini, sebuah penelitian menambahkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita lanjut usia.

Duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit jantung

otak menciut akibat duduk terlalu lama

Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Sebenarnya, pria dan wanita sama-sama rentan terhadap penyakit jantung. Namun selama 30 tahun belakangan ini, kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, kasus penyakit jantung di Indonesia sendiri lebih banyak ditemukan pada wanita. Persentase keseluruhan wanita yang memiliki penyakit jantung mencapai 1,6 persen, sedangkan pada pria berjumlah 1,3 persen.

Baru-baru ini, sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association pun menjadikan risiko penyakit jantung pada wanita sebagai objek penelitiannya.

Penelitian itu mengamati kebiasaan duduk pada wanita pasca-menopause berusia sekitar 55 tahun atau lebih tua yang memiliki berat badan berlebih. Para wanita yang menjadi peserta penelitian itu juga dibagi menjadi dua kelompok etnis, yaitu kelompok Hispanik dan kelompok non-Hispanik.

Nantinya, peserta akan dipasangkan alat yang akan melacak aktivitas mereka selama 14 hari. Selain itu, mereka juga menjalani tes gula darah sebelum dan sesudah penelitian untuk melihat adanya perbedaan hasil yang akan dihubungkan dengan seberapa lama mereka berada dalam posisi duduk.

Ternyata, para wanita yang menghabiskan waktu lebih lama berada dalam posisi duduk menunjukkan hasil tes kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan wanita yang lebih aktif bergerak.

Para wanita tersebut menunjukkan adanya faktor-faktor yang akan berpengaruh pada meningkatnya risiko penyakit jantung seperti angka BMI dan lingkar pinggang yang lebih besar serta kadar gula darah, insulin, dan trigliserida yang lebih tinggi.

Diketahui juga bahwa kelompok non-Hispanik melakukan kebiasaan duduk yang lebih lama dengan rata-rata lebih dari 9 jam per hari. Sedangkan, durasi rata-rata pada kelompok Hispanik adalah 8,5 jam per hari.

Bagaimana duduk terlalu lama bisa berpengaruh pada risiko penyakit jantung

penyakit jantung wanita perempuan

Sebenarnya, hubungan langsung antara duduk terlalu lama dalam meningkatkan risiko penyakit jantung masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Namun, dugaan yang mungkin memperkuat adanya hubungan di antara keduanya adalah sedikit atau tidak adanya aktivitas otot yang terjadi saat seseorang sedang dalam posisi duduk.

Ketika Anda duduk terlalu lama, metabolisme tubuh pun akan melambat. Tubuh membakar sekitar 50 kalori lebih sedikit dalam satu jamnya dibandingkan jika seseorang berdiri. Selain itu, kemampuan tubuh dalam mengatur gula dan tekanan darah serta membakar lemak jadi berkurang.

Saat membakar lemak, tubuh mengeluarkan lipoprotein lipase, yaitu enzim yang berfungsi untuk memecah lemak di dalam darah. Duduk terlalu lama mengakibatkan penurunan produksi enzim ini sampai sekitar 90 persen, sehingga membuat tubuh Anda lebih sulit untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Jika hal ini terjadi, asam lemak yang menumpuk dalam darah dapat mengalir dan menyumbat jantung. Penumpukan lemak juga bisa saja memutus aliran darah ke jantung.

Batasi durasi duduk, kurangi kemungkinan penyakit jantung

aktif berhubungan seks lansia

Jika tak ingin risiko penyakit jantung meningkat, hal yang tentu harus Anda lakukan adalah mengurangi lama Anda berdiam dengan posisi duduk.

Sebenarnya tidak ada aturan pasti yang menganjurkan berapa lama waktu yang aman untuk duduk. Namun, beberapa studi menyarankan untuk bangun dari duduk setiap 30 menit sekali. Rekomendasi lainnya, Anda bisa memberi jeda selama 1-2 menit untuk berdiri dan melakukan hal-hal lainnya.

Memang, untuk menghindari risiko penyakit jantung, tubuh Anda harus aktif bergerak. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah olahraga selama sedikitnya 150 menit perminggu. Namun, meski Anda rutin melakukannya, olahraga tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika Anda tetap bertahan pada kebiasaan duduk terlalu lama.

Sebuah studi laboratorium memaparkan fakta bahwa seseorang dapat tetap menjaga gula darah dan metabolisme tubuh yang lebih baik dengan sering berdiri untuk memotong waktu duduk yang terlalu lama.

Mungkin langkah pencegahan ini lebih mudah dilakukan oleh orang-orang dengan golongan yang lebih muda dan masih produktif. Nyatanya, kebiasaan duduk selama 9 jam tanpa berdiri banyak ditemukan pada orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba jika Anda termasuk golongan usia lanjut yang sudah tidak berada di usia produktif:

  • Berdiri dan bergerak setiap jeda iklan di televisi.
  • Lakukan naik turun tangga selama beberapa kali.
  • Mencoba mencari kegemaran baru seperti berkebun atau aktivitas lain yang akan membuat tubuh lebih banyak bergerak.
  • Bergabung dengan komunitas atau mengikuti beberapa kelas kegiatan.
  • Melakukan pekerjaan rumah yang ringan.

Jangan lupa untuk rutin melakukan tes kesehatan setiap dua kali dalam satu tahun supaya bisa memastikan bahwa tubuh Anda tetap dalam keadaan yang baik-baik saja.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Dibanding yang masih muda, orang tua lebih gampang kedinginan. Namun, penyebab lansia mudah kedinginan tidak sesepele karena suhu AC yang terlalu rendah.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Perawatan Lansia Oktober 12, 2019

Lansia yang Susah Makan, Bolehkah Hanya Minum Susu?

Lansia memang cenderung susah makan dan lebih suka minum susu. Tetapi, bukan berarti susu bisa digunakan sebagai pengganti makan.

Ditulis oleh Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Perawatan Lansia Oktober 1, 2019

Hati-hati, 6 Masalah Mulut dan Gigi Ini Rentan Menyerang Lansia

Masalah gigi dan mulut menjadi penyebab lansia bergigi ompong. Namun, apa saja masalah gigidan mulut yang umumnya rentan terjadi? Baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji

Rutin Minum Suplemen Magnesium Sejak Dini Bantu Lansia Cegah Alami Patah Tulang

Risiko cacat fisik pada lansia akibat patah tulang bisa dicegah sejak dini. Di sinilah peran manfaat magnesium untuk kesehatan tulang.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang April 27, 2020
Kenapa Memasuki Masa Lansia Tubuh Semakin Kurus?

Kenapa Memasuki Masa Lansia Tubuh Semakin Kurus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Desember 17, 2019
Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Desember 13, 2019