Radang usus adalah kondisi di mana usus mengalami inflamasi atau peradangan. Radang usus sendiri sering kali digunakan untuk menjelaskan dua jenis penyakit, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kedua penyakit ini diakibatkan oleh peradangan kronis pada bagian gastrointestinal (sistem pencernaan). Kondisi ini muncul karena reaksi keliru dari sistem kekebalan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat.

Lalu, apakah pasien radang usus masih boleh berpuasa? Jika boleh, bagaimana menjalankan puasa saat radang usus?

Pola makan meningkatkan risiko seseorang menderita radang usus

Radang usus adalah penyakit jangka panjang dengan gejala yang biasanya muncul dan menghilang selama beberapa waktu. Tingkat keparahan gejala yang muncul tergantung pada bagian mana saja yang mengalami peradangan.

Perlu diingat bahwa gejala yang muncul pada orang-orang tidaklah sama. Beberapa orang mungkin akan mengalami muntah-muntah, anemia, dan demam tinggi. Kondisi ini akan datang dan pergi selama kurun waktu yang lama. Ketika kambuh, gejala bisa ringan atau sangat parah.

Hingga kini, radang usus belum diketahui penyebab dasarnya. Pola makan dan tingkat stres seseorang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita radang usus, tapi keduanya bukanlah menjadi penyebab utama. Malfungsi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan diduga menjadi penyebab utama. Namun, belum diketahui apa penyebab kekeliruan sistem imun tubuh.

Selain itu, faktor keturunan juga diduga memiliki pengaruh pada munculnya radang usus. Risiko seseorang akan lebih tinggi apabila ada keluarga dekat yang menderita radang usus.

Aturan aman puasa saat radang usus

Jika radang usus tidak menyurutkan niat Anda untuk tetap semangat menjalankan ibadah puasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk Anda yang tetap puasa saat radang usus. Dengan memperhatikan hal-hal berikut ini, ibadah puasa Anda akan tetap lancar dan tidak terganggu.

1. Perhatikan pola makan saat sahur dan berbuka puasa

Jika Anda memiliki radang usus sangat dianjurkan untuk makan dengan porsi yang lebih kecil namun sering. Mengapa? Karena beberapa aturan diet atau pola makan untuk penderita radang usus adalah dengan memastikan asupan makanan yang dikonsumsi tidak membebani kerja usus yang sedang meradang. Makan dengan porsi yang lebih kecil namun sering dapat membantu kerja usus menjadi lebih ringan.

Untuk mengurangi beban usus pada penderita radang usus maka beberapa jenis makanan yang sebenarnya baik memerlukan pengawasan yang ketat jika Anda ingin mengonsumsinya. Prinsip pola makan untuk sahur dan berbuka puasa untuk Anda yang memiliki radang usus antara lain adalah:

  • Rendah serat. Makanan yang dikonsumsi harus memiliki syarat rendah serat, sehingga makanan seperti sayuran berdaun hijau, agar agar, jagung, kentang, brokoli, asparagus, buah buahan seperti apel, pisang, pir, pepaya yang termasuk tinggi serat perlu dibatasi.
  • Rendah lemak. Produk santan, makanan bersantan, jeroan, kacang-kacangan, biji-bijian sebaiknya dibatasi pada pasien radang usus.
  • Kurangi makanan pedas.
  • Kurangi makanan yang bersifat terlalu asam.

2. Perbanyak konsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik

Probiotik penting untuk Anda yang memiliki radang usus. Probiotik adalah bakteri hidup yang mirip dengan bakteri baik yang biasanya berada dalam usus. Bakteri ini membantu memulihkan keadaan bakteri baik dalam saluran pencernaan, yang memiliki fungsi meningkatkan pencernaan, penyerapan dan pengolahan makanan melalui saluran pencernaan.

Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan probiotik seperti yogurt, kefir, tempe dan teh kombucha. Makanan atau minuman ini dapat Anda jadikan menu sahur dan berbuka Anda. Mengonsumsi makanan dan minuman ini membantu Anda tetap puasa saat radang usus.

Disarankan untuk minum suplemen probiotik yang mengandung organisme L. acidophilus dan L. bifidus, yang keduanya meningkatkan kesehatan pencernaan. Anda bisa konsultasikan dengan dokter untuk dosis suplemen probiotik yang tepat.

3. Cukupi kebutuhan vitamin D

Pasien radang usus sering memiliki kadar vitamin D rendah. Bahkan, sebuah studi 2010 yang dilakukan di Universitas McGill dan Universitas Montreal menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D merupakan penyebab utama dari penyakit Crohn (jenis penyakit radang usus).

Para peneliti percaya bahwa vitamin D memainkan peranan dalam mengatur respon kekebalan tubuh dan bahkan dapat meredakan peradangan dan meredakan gejala penyakit Crohn.

  • Sumber terbaik vitamin D adalah matahari yang mengaktifkan produksi vitamin D tubuh. Cobalah untuk memaparkan tubuhmu tehadap sinar matahari pagi.
  • Makan makanan yang kaya vitamin D seperti hati sapi, kuning telur, ikan sarden, salmon, udang, ikan kod dan susu yang kaya vitamin D.
  • Anda juga bisa meminum 800 IU suplemen vitamin D harian. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda meminum suplemen apapun.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca