Berbagai Penyebab Terjadinya Pilek Menahun

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/03/2020
Bagikan sekarang

Pilek dapat menyerang siapa dan kapan saja tanpa memberi aba-aba. Pada umumnya, pilek bertahan selama 3 sampai 7 hari. Namun, terkadang pilek menahun menyerang Anda dan bisa bertahan hingga 2 minggu.

Pilek punya gejala berbeda untuk semua orang. Tetapi pilek biasanya muncul sekitar satu hingga tiga hari setelah terpapar virus penyebab pilek, memuncak pada hari keempat, dan berkurang pada hari ke tujuh.

Penyebab pilek menahun atau tak kunjung sembuh

Jika Anda mengalami pilek menahun selama 2 minggu atau terus kembali, alergi, sinusitis dan infeksi sekunder lain mungkin yang menjadi penyebabnya.

Mungkin juga tubuh Anda berada dalam salah satu kondisi ini:

1. Kurang istirahat

Tidur membantu sistem pertahanan tubuh Anda bekerja dengan seharusnya. Setiap kali pilek datang, Anda perlu tidur yang cukup untuk tubuh melawan virus. 

Kurangnya durasi tidur juga membuat Anda rentan terkena pilek menahun. Sebuah penelitian menemukan orang yang tidur kurang dari 7 jam hampir 3 kali lipat lebih mudah sakit daripada mereka yang tidur lebih dari 8 jam.

2. Tubuh kekurangan cairan

Saat sakit, Anda akan mudah mengalami dehidrasi. Ketika demam, cairan dalam tubuh mudah berkurang. Ditambah, Anda juga kehilangan cairan ketika tubuh memproduksi lendir.

Jadi, minumlah banyak air putih, jus atau sup. Jenis-jenis minuman tersebut dapat membantu mencairkan lendir di hidung dan kepala juga saat pilek menahun. Namun, hindari minum minuman keras, kopi atau minuman yang mengandung kafein.

3. Stres

Ketika pikiran bercampur aduk dan Anda merasa stres, fungsi sistem imun tubuh akan menurun. Sehingga Anda tidak dapat melawan virus seperti pada kondisi normal. Hal ini menyebabkan Anda cenderung terkena pilek.

Mengalami stres membuat tubuh kurang bisa bereaksi terhadap kortisol, hormon yang mengontrol respon tubuh terhadap ancaman seperti virus yang menyebabkan pilek.

4. Anda mengobati penyakit yang salah

Kesulitan dalam membedakan pilek menahun dan penyakit lain mudah terjadi. Mungkin Anda sudah mencoba mengobati pilek selama beberapa minggu, padahal ternyata bukan pilek melainkan kondisi kesehatan lain, contohnya seperti alergi.

Begini cara membedakannya:

  • Gejala pilek biasanya membutuhkan beberapa hari untuk muncul. Sedangkan gejala alergi dapat langsung dirasakan selama Anda terpapar oleh alergen. Keduanya menyebabkan Anda mengalami batuk, hidung meler dan bersin-bersin. Tapi pilek kemungkinan menyebabkan sakit, nyeri atau demam.
  • Anda juga mungkin mengalami infeksi sinus atau sinusitis. Sinusitis dan pilek menyebabkan nyeri di sekeliling mata dan hidung, termasuk juga lendir yang lengket dan kekuning-kuningan. Perbedaannya, ketika pilek gejala tersebut biasanya hanya muncul di beberapa hari pertama saja.

5. Obat yang dipilih kurang tepat

Terdapat banyak obat-obatan yang dijual bebas di luar sana yang mengakui dapat mengatasi pilek tidak kunjung sembuh dan gejalanya secara instan. Padahal, pernyataan mereka belum tentu dapat dibuktikan. Obat yang bertuliskan “herbal” pun belum tentu aman untuk Anda.

Bukan hanya pengobatan herbal saja yang akan sia-sia, tetapi antibiotik pun tidak akan efektif karena pilek disebabkan oleh virus. Cara terbaik untuk mengatasi pilek adalah mengendalikan gejalanya.

6. Meski pilek, olahraga harus tetap berlanjut

Olahraga saat pilek menahun masih diperbolehkan asalkan gejala yang dirasakan berada di tubuh bagian atas leher, seperti hidung meler, kepala pengap, bersin-bersin atau tenggorokan kering. Namun, tetap pertimbangkan untuk mengurangi beban olahraga Anda.

Jika gejala berada di bawah leher, seperti dada sesak, batuk-batuk, sakit perut, demam, nyeri otot dan lemas, Anda perlu rehat berolahraga. Istirahat yang cukup merupakan cara terbaik untuk mengembalikan fungsi kekebalan tubuh.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber