Berbagai Pertanyaan Seputar Demam Berdarah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang merupakan tempat habitat nyamuk demam berdarah. Setiap tahunnya di pertengahan musim penghujan, biasanya pada bulan Januari, banyak orang yang terkena demam berdarah. Pada musim ini, banyak nyamuk demam berdarah berkembang dan menjangkit orang yang digigitnya. Seperti dilansir dari website Kementerian Kesehatan RI, pada bulan Januari tahun 2016, Direktorat Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 3.298 orang terkena DBD dan sebanyak 50 orang meninggal karenanya.

Apa itu demam berdarah?

Penyakit demam berdarah masih banyak diderita oleh penduduk Indonesia. Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Nyamuk yang membawa virus demam berdarah ini biasanya adalah nyamuk Aedes aegypti. Terdapat empat serotipe virus yang dapat menyebabkan demam berdarah, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Keempat serotipe ini telah ditemukan di Indonesia, sehingga tidak salah jika Indonesia termasuk negara yang terjangkit demam berdarah paling banyak. Gigitan nyamuk ini menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri pada otot dan sendi.

Bagaimana gejala demam berdarah?

Banyak orang, terutama anak dan remaja, tidak memperlihatkan tanda atau gejala selama terserang demam berdarah tingkat ringan. Biasanya gejala mulai terlihat pada 4 sampai 10 hari setelah tergigit oleh nyamuk yang terinfeksi demam berdarah. Gejala yang timbul, antara lain:

  • Demam tinggi, sekitar 40 derajat celcius
  • Pusing
  • Nyeri pada otot, sendi, dan tulang
  • Nyeri di belakang mata
  • Ruam atau bintik merah menyebar di kulit
  • Mual dan muntah
  • Perdarahan minor pada gusi atau hidung

Tidak semua orang mengalami semua gejala yang disebutkan di atas. Beberapa orang hanya memunculkan beberapa gejala.

Apakah demam berdarah bisa parah?

Demam berdarah ringan dapat berkembang menjadi demam berdarah berat. Jika sudah berkembang menjadi demam berdarah berat, berbagai komplikasi dapat terjadi. Demam berdarah dapat merusak organ, seperti paru-paru, hati, dan jantung. Tekanan darah bisa turun ke tingkat yang membahayakan dan dapat menyebabkan syok, pada beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, jika gejala-gejala sudah mulai muncul, sebaiknya Anda periksa ke dokter sebelum penyakit mulai berkembang ke arah yang membahayakan.

Bagaimana siklus demam berdarah?

Setelah orang tergigit nyamuk demam berdarah, orang tersebut tidak akan langsung memunculkan gejala sakit demam berdarah. Biasanya 4-7 hari setelah tergigit nyamuk demam berdarah, barulah akan mulai muncul gejala. Periode waktu tersebut dinamakan periode inkubasi. Setelah periode inkubasi, siklus demam berdarah terbagi dalam tiga fase yang berlangsung kurang lebih selama 10 hari, yaitu:

  1. Fase Demam. Fase ini dimulai dengan mulai munculnya gejala dari demam berdarah, seperti panas tinggi lebih dari 40 derajat C, pusing, mual, bintik merah pada kulit, nyeri pada otot dan sendi, dan lain sebagainya. Fase ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
  2. Fase Kritis. Tidak semua orang yang sakit demam berdarah mengalami fase ini. Fase ini ditandai dengan turunnya suhu tubuh kurang dari 38 derajat C, biasanya dimulai pada demam hari ke 4 sampai hari ke 7. Pada fase kritis terjadi peningkatan permeabilitas kapiler dan kebocoran plasma. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit parah pada bagian perut karena terjadi penumpukan cairan. Selama fase kritis ini juga terjadi muntah bisa lebih dari 3 kali per hari, tubuh lemas, dan perdarahan pada jaringan mukosa.
  3. Fase Pemulihan. Fase ini dimulai ketika seseorang berhasil melewati fase kritis. Fase pemulihan terjadi saat adanya penyerapan kembali cairan ekstravaskular secara bertahap. Fase ini biasanya berlangsung selama 2 sampai 3 hari. Fase pemulihan ditandai dengan kondisi tubuh yang lebih bugar dan status hemodinamik yang stabil. Beberapa orang ada yang mengalami gatal-gatal dan detak jantung rendah (bradikardia). Beberapa juga ada yang mengalami ruam, berupa bercak kemerahan dengan atau tanpa penonjolan kulit, yang diikuti dengan pengelupasan kulit.

Makanan apa yang baik bagi penderita demam berdarah?

Banyak orang yang membawakan buah jambu biji atau jus jambu biji ketika menjenguk kerabatnya yang sedang menderita sakit demam berdarah. Tetapi, sebenarnya makanan apa saja yang dapat membantu proses penyembuhan sakit demam berdarah? Ini adalah beberapa makanan yang disarankan:

  • Pilih makanan yang mudah untuk ditelan dan dicerna, seperti makanan yang direbus. Saat panas tinggi, mulut menjadi tidak enak jika memakan apapun sehingga disarankan memakan makanan yang mudah untuk ditelan, seperti bubur atau makanan lunak lainnya. Dan hindari makanan yang digoreng dan berminyak karena makanan ini susah untuk dicerna.
  • Beri buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C, seperti strawberi, jambu biji, kiwi, pepaya, jeruk, dan lainnya. Karena vitamin C membantu tubuh memproduksi limfosit sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi karena cairan yang keluar melalui muntah dan demam tinggi. Air kelapa baik untuk dikonsumsi karena mengandung banyak elektrolit dan mineral. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi jus buah yang kaya akan vitamin C.
  • Berikan air jahe hangat. Air jahe hangat dapat memberi kekuatan pada tubuh dan mengurangi dampak dari mual yang sering dirasakan penderita demam berdarah.

Bagaimana cara mencegah penyakit demam berdarah?

Cara efektif untuk menekan kasus demam berdarah adalah dengan mengurangi habitat dari nyamuk demam berdarah. Di Indonesia sendiri, terdapat program untuk memberantas nyamuk demam berdarah yang dikenal dengan nama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Di dalamnya, terdapat tiga kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi sarang nyamuk, yaitu:

  1. Menguras, yaitu membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember yang berisi air, tempat penampungan air minum, tempat penampung air pada lemari es, dan tempat lainnya yang terdapat air menggenang di dalamnya.
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti bak mandi, ember yang berisi air, drum air, toren air, dan lain sebagainya.
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah.

Selain itu, beberapa cara lain untuk mencegah gigitan nyamuk adalah:

  1. Memasang kelambu di tempat tidur Anda, terutama untuk bayi dan anak kecil.
  2. Memakai pakaian yang cukup tertutup sehingga kulit Anda terhindar dari gigitan nyamuk.
  3. Memakai lotion anti nyamuk.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

    Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

    Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bikin kopi yang sehat

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    perlukah lansia minum susu

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    bahaya makanan asin

    Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit