5 Minuman Super yang Bisa Atasi Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di musim hujan ini, demam berdarah dengue (DBD) semakin mewabah. DBD memang belum ada obatnya. Satu yang dapat dilakukan adalah terapi guna membantu mengurangi gejalanya, misalnya dengan pemberian cairan. Berikut adalah sejumlah minuman yang bisa membantu untuk meringankan gejala demam berdarah dengue.

Minuman sehat untuk bantu atasi demam berdarah

Karena adanya kebocoran plasma darah, penting bagi pasien DBD untuk terus mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak jatuh ke dalam keadaan hipotensi atau syok. Perlu diketahui bahwa pemberian air putih saja tidak dianjurkan oleh WHO.

Air putih tidak memiliki cukup kandungan elektrolit untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang bersamaan dengan kebocoran plasma. Lalu cairan apa saja yang disarankan oleh WHO?

1. Cairan isotonik

Minuman pertama yang disarankan oleh WHO untuk penderita demam berdarah dengue (DD) atau DBD adalah cairan isotonik. Minuman isotonik pada umumnya mengandung natrium atau sodium kurang lebih sebesar 200 mg/250 ml air.

Cairan isotonik merupakan cairan yang baik dikonsumsi oleh orang yang dehidrasi. Namun demikian, cairan isotonik ini kurang baik jika terlalu banyak dikonsumsi oleh orang yang tidak dalam keadaan dehidrasi oleh karena kadar gulanya yang tinggi.

2. Oralit

Selain cairan isotonik, pemberian cairan berelektrolit pada penderita DD atau DBD dapat diberikan melalui oralit. Ada 2 macam cairan oralit dengan komposisi yang berbeda menurut WHO dan UNICEF. Oralit lama mengandung osmolaritas yang lebih tinggi yakni 331 mmol/L, jika dibandingkan dengan oralit baru dengan osmolaritas 245 mmol/L.

Untuk perbedaan kandungan elektrolit antara oralit lama dan baru adalah natrium oralit baru lebih rendah yakni 75 mEq/L, dibandingkan oralit lama 90 mEq/L. Untuk kandungan kalium masih sama antara oralit lama dan baru.

Susunan oralit yang baru memiliki efek untuk mengurangi mual muntah hingga 30% jika dibandingkan oralit baru. Sehingga lebih disarankan untuk diberikan oralit yang baru dibandingkan dengan oralit yang lama.

Selain oralit, pada toko-toko obat dapat pula dibeli cairan minuman pengganti elektrolit bermerk lain yang bisa diandalkan untuk bantu atasi gejala demam beradarah. Namun, sebelum membelinya, Anda bisa membaca dulu apa saja kandungan elektrolit di dalamnya.

3. Susu

Selain minuman berelektrolit pada umumnya, WHO juga menyatakan bahwa susu bisa diminum untuk meringankan gejala demam berdarah dengue (DBD), daripada pemberian air putih biasa.

Susu mengandung elektrolit natrium 42 mg/100 gram, kalium 156 mg/100 gram, dan juga mengandung elektrolit lain seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc yang juga dibutuhkan untuk menjalankan semua fungsi tubuh.

4. Jus buah

Jus buah merupakan sumber elektrolit yang baik untuk tubuh. Beberapa buah yang mengandung tinggi kalium atau potasium; misalnya pisang, jeruk, kiwi, dan alpukat. Sedangkan buah yang mengandung tinggi natrium atau sodium adalah tomat. Dan masih banyak lagi buah-buahan yang mengandung banyak elektrolit, yang lebih baik untuk diberikan kepada penderita DBD daripada hanya sekedar air putih biasa.

5. Air beras atau air barley

Pemberian cairan dengan air beras atau air barley untuk mengatasi gejala demam berdarah dengue (DD atau DBD) dapat dilakukan pada 3 hari pertama demam. Pada fase kritis, kebocoran plasma hanya berlangsung selama 2-3 hari. Setelah fase kritis tersebut, cairan plasma yang keluar ke kompartemen ketiga akan kembali masuk ke pembuluh darah.

Awas, jangan sembarangan memberikan cairan untuk penderita demam berdarah

Perlu diperhatikan adanya kemungkinan kelebihan cairan pada penderita DBD. Hal tersebut dapat terjadi baik karena terapi pemberian cairan yang berlebih, atau juga karena kembalinya cairan dari kompartemen ketiga ke pembuluh darah setelah fase kritis.

Tanda–tanda kelebihan cairan yang perlu diperhatikan adalah kelopak mata bengkak, perut bengkak, pernapasan cepat, dan/atau mungkin juga sulit bernapas. Pada kondisi ini, pemberian cairan perlu dihentikan sementara. Pasien perlu diawasi secara ketat dan mendapatkan penanganan oleh tenaga medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit