home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beragam Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Masa Pemulihan DBD

Beragam Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Masa Pemulihan DBD

Mendiagnosis demam berdarah harus dilakukan oleh dokter karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti malaria dan demam tifoid (tipes). Apabila segera mendapat penanganan medis, pengidap DBD ringan biasanya akan pulih kurang lebih dalam tujuh hari. Namun, Anda perlu memperhatikan beberapa hal selama pemulihan pasca demam berdarah.

Apa yang harus diperhatikan saat pemulihan pasca demam berdarah?

Ketika Anda positif terkena demam berdarah ringan, sebenarnya tidak ada pengobatan atau perawatan khusus yang perlu dilakukan. Dokter biasanya akan merekomendasikan pengidap DBD untuk banyak beristirahat dan minum cairan.

Setelah melalui masa kritis demam berdarah, pengidap demam berdarah tetap perlu melakukan beberapa hal agar tidak terjadi masalah kesehatan lain selama masa penyembuhan.

1. Minum yang banyak agar tak dehidrasi

Saat masa pemulihan, perhatikan gejala DBD tertentu seperti dehidrasi karena hal ini rentan terjadi pada pasien demam berdarah. Segera hubungi ahli medis jika mengalami gejala seperti:

  • Frekuensi dan jumlah air kencing berkurang
  • Tidak terdapat air mata
  • Mulut atau bibir kering
  • Kebingungan
  • Merasa kedinginan

Anda harus perhatikan keseimbangan cairan dalam tubuh selama masa pemulihan pasca demam berdarah. Tak hanya air putih, Anda juga dapat mengonsumsi atau memberikan cairan lain yang mengandung nutrisi seperti vitamin C dan elektrolit.

Minuman yang tinggi vitamin C seperti jus jambu biji dapat membantu pengidap DBD pulih lebih cepat karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus trombosit dalam darah.

2. Mencegah demam berdarah parah (hemorrhagic)

Demam berdarah dapat seketika menjadi lebih parah (dikenal juga dengan dengue hemorrhagic fever). Komplikasi ini memang memiliki kemungkinan kecil. Namun, Anda tetap harus waspada dan berusaha mencegah kondisi ini terjadi. Apalagi jika Anda atau keluarga memiliki salah satu faktor risiko berikut:

  • Memiliki antibodi pada virus Dengue dengan serotipe (variasi) berbeda bila sebelumnya pernah terkena demam berdarah
  • Berusia di bawah 12 tahun
  • Wanita
  • Sistem imun lemah

Cara untuk mencegahnya adalah dengan mengenali gejala yang mungkin terjadi meski sudah memasuki tahap pemulihan pasca demam berdarah, di antaranya:

  • Demam tinggi
  • Terjadi kerusakan pada pembuluh darah, adanya memar
  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Ukuran ginjal membesar

Tanpa tindakan yang sesuai, demam berdarah yang parah dapat berbahaya. Lalu, gejala perdarahan dari demam berdarah yang telah disebutkan di atas juga dapat memicu dengue shock syndrome.

3. Menjaga lingkungan sekitar

Selama masa pemulihan pasca demam berdarah, Anda dapat mulai melakukan pencegahan DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Seperti yang Anda tahu, virus demam berdarah dapat menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti.

Sayangnya, belum ada vaksin untuk mencegah demam berdarah. Cara terbaik saat ini adalah menghindari gigitan dan mengurangi populasi nyamuk Aedes.

Asia Tenggara, termasuk Indonesia merupakan wilayah yang memiliki risiko cukup tinggi dalam penyebaran virus demam berdarah dengue. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan dan dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan dan memanfaatkan obat nyamuk
  • Perbanyak menggunakan baju lengan panjang
  • Mengurangi membuka jendela rumah
  • Menggunakan jaring penangkal nyamuk jika tidur di luar ruangan

4. Menambah daya tahan tubuh selama pemulihan pasca demam berdarah

Sebuah penelitian dari American Society of Microbiology menemukan bahwa sistem imun yang kuat bisa lebih efektif melawan virus demam berdarah. Oleh karena itu, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi jenis makanan yang direkomendasikan untuk pasien DBD.

Berikut beberapa jenis nutrisi dan sumber makanan yang bermanfaat bagi sistem imun dan baik dikonsumsi selama masa penyembuhan demam berdarah.

  • Vitamin C: Nutrisi penting yang bekerja sebagai antioksidan sekaligus meningkatkan sistem imun. Contohnya jambu biji, jeruk, dan kiwi.
  • Vitamin E: Menjaga asupan vitamin E penting untuk menjaga kesehatan sistem imun. Misalnya wheat germ oil, biji bunga matahari, dan selai kacang.
  • Asam lemak omega-3: Termasuk asam lemak esensial yang berfungsi untuk mencegah inflamasi dan menjaga kerja sistem imun. Contoh makanannya adalah ikan salmon, sarden, teri, minyak ikan, dan kacang kedelai.

Setelah melewati masa kritis selama demam berdarah, Anda tetap perlu melakukan tindakan pencegahan kondisi kesehatan lain untuk menghindari komplikasi DBD. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui faktor risiko yang dimiliki agar dapat melakukan tindakan tepat dan efektif.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dengue fever – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2018). Retrieved February 26, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/diagnosis-treatment/drc-20353084

Dengue and severe dengue – WHO. (2020). Retrieved November 26, 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

How to boost your immune system – Harvard Health Publishing. (2020). Retrieved November 26, 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system

Omega-3 Fatty Acids – National Institutes of Health. (2020). Retrieved November 26, 2020, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Omega3FattyAcids-Consumer/

Vitamin E – National Institutes of Health. (2020). Retrieved November 26, 2020, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-HealthProfessional/

Vitamin C – National Institutes of Health. (2020). Retrieved November 26, 2020, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/

Alejandria M. M. (2015). Dengue haemorrhagic fever or dengue shock syndrome in children. BMJ clinical evidence2015, 0917.

Padayatty, S., Katz, A., Wang, Y., Eck, P., Kwon, O., & Lee, J. et al. (2003). Vitamin C as an Antioxidant: Evaluation of Its Role in Disease Prevention. Journal Of The American College Of Nutrition22(1), 18-35. doi: 10.1080/07315724.2003.10719272

Atik, N., Munawir, MDS., Tarawifa, S., Darmadji, HP. (2017). Effect of Guava Extract Administration on Megakaryocytes Amount in Mice Femur. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy6(2):116-122

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal diperbarui 06/04/2020
x