Selama ini kita mengetahui bahwa makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D baik untuk pertumbuhan tulang. Susu, sayuran berdaun hijau, dan ikan adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk tulang.

Namun di samping itu, terdapat juga makanan yang tidak baik dikonsumsi secara berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan tulang. Makanan ini jika terlalu banyak dalam tubuh dapat mengganggu penyerapan mineral-mineral yang dibutuhkan tulang untuk pertumbuhannya. Nah, makanan apa saja yang masuk kelompok ini?

Makanan yang sebaiknya dibatasi untuk kesehatan tulang

Makan makanan yang mengandung mineral yang dibutuhkan tulang bermanfaat untuk mendapatkan tulang yang lebih sehat agar Anda terhindar dari osteoporosis pada hari tua. Namun, satu hal yang kadang terlupakan adalah Anda juga memakan makanan yang dapat mengganggu penyerapan mineral tulang, sehingga makan makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D tidak dapat diserap maksimal oleh tulang.

Makanan di bawah ini sebaiknya dibatasi untuk memaksimalkan penyerapan mineral yang dibutuhkan tulang, atau sebaiknya hindari mengonsumsi makanan di bawah ini bersamaan dengan sumber makanan kaya kalsium agar penyerapan kalsium yang dibutuhkan tulang dapat berjalan maksimal. Makanan tersebut adalah:

1. Kacang merah

Kacang merah merupakan salah satu sumber kalsium, dan juga mengandung magnesium dan serat, tetapi kacang merah juga mengandung fitat yang tinggi. Fitat dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium yang juga terkandung dalam kacang merah. Sebaiknya Anda rendam kacang merah terlebih dahulu selama beberapa jam sebelum memasaknya untuk mengurangi kadar fitat yang dikandungnya.

2. Bayam

Bayam mengandung asam oksalat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium oleh tubuh. Selain bayam, makanan yang mengandung asam oksalat lainnya adalah bit hijau dan beberapa kacang-kacangan.

3. Kacang kedelai

Kacang kedelai dan produknya, seperti edamame, tahu, tempe, dan susu kedelai mengandung protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, tetapi mereka juga mengandung oksalat yang dapat membahayakan kesehatan tulang. Oksalat dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tubuh. Oksalat dapat mengikat kalsium sehingga kalsium tidak dapat diserap oleh tubuh. Masalah ini menjadi buruk jika Anda juga tidak mengonsumsi kalsium dalam jumlah banyak.

4. Makanan yang mengandung garam

Makanan asin yang mengandung banyak garam atau natrium dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium dan dapat berakibat pada tulang keropos. Garam dapat menyebabkan kalsium hilang melalui ginjal secara berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa wanita setelah menopause yang mengonsumsi tinggi garam lebih banyak kehilangan mineral daripada wanita lainnya pada umur yang sama.

Sebaiknya batasi makanan yang mengandung garam atau natrium, seperti makanan olahan, makanan kaleng, fast food, atau makanan yang terlalu asin. Untuk mengecek berapa kandungan garam yang terdapat pada makanan kemasan atau makanan kaleng, Anda dapat melihatnya di informasi nilai gizi yang ada pada kemasan makanan. Sebaiknya batasi konsumsi natrium Anda tidak lebih dari 2300 mg per hari.

Jika Anda tidak bisa mengurangi asupan garam Anda, sebaiknya makan makanan yang mengandung kalium tinggi, seperti pisang, tomat, dan jeruk, karena kalium dapat menurunkan jumlah kalsium yang hilang dari tubuh.

5. Minuman yang mengandung alkohol

Minuman yang mengandung alkohol dapat berakibat pada tulang keropos. Konsumsi terlalu banyak alkohol dapat menurunkan massa tulang, mengganggu pembentukan tulang, dan meningkatkan risiko patah tulang. Untuk mencegah osteoporosis, Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan konsumsi minuman beralkohol tidak lebih dari satu kali per hari untuk wanita dan tidak lebih dari dua kali per hari untuk pria.

6. Minuman yang mengandung kafein

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat menurunkan penyerapan kalsium. Lama-kelamaan hal ini juga berakibat pada tulang keropos. Sebaiknya batasi konsumsi kopi dan teh tidak lebih dari 3 gelas per hari. Selain minuman, sebaiknya juga batasi makanan yang mengandung kafein, seperti cokelat.

7. Soft drink

Soft drink atau minuman bersoda mengandung fosfor yang dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin. Biasanya kandungan fosfor berbentuk fosfat atau asam fosfat dalam minuman bersoda. Fosfor ini dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin. Kelebihan fosfor juga dapat memicu kehilangan kalsium dalam tubuh saat asupan kalsium rendah. Minuman soda dapat membahayakan kesehatan tulang jika diminum terlalu sering dan ditambah dengan kurangnya asupan kalsium. Hal ini dapat menurunkan kepadatan tulang sehingga lebih rentan terjadi tulang keropos dan risiko patah tulang.

Bukan berarti tidak sehat

Anda mungkin menyadari bahwa beberapa makanan di atas adalah golongan makanan sehat yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Patut diingat bahwa meski makanan tersebut berpotensi mengganggu penyerapan mineral tulang, beberapa di antaranya memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih besar.

Jadi bagaimana cara menyiasatinya? Selain konsumsi dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan (atau untuk minuman bersoda dan alkohol, hindari saja sepenuhnya), Anda juga bisa memastikan makanan-makanan tersebut tidak dikonsumsi bersamaan dengan asupan kalsium Anda. Perbanyak pula asupan kalsium sehingga Anda tak perlu khawatir terhadap konsumsi bayam dan kedelai favorit Anda.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca