Bedanya Fibromyalgia vs Rematik Polimialgia, yang Sama-Sama Bikin Nyeri Otot

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Dalam bahasa medis, nyeri otot disebut dengan mialgia. Ada banyak kondisi dan penyakit yang bisa menyebabkan nyeri otot, di antaranya adalah rematik polimialgia dan fibromyalgia. Meski punya nama dan gejala yang mirip, tapi keduanya tetap berbeda, lho! Untuk lebih jelasnya, simak terus ulasan berikut ini.

Fibromyalgia adalah peradangan pada sistem saraf otak

Fibromyalgia adalah peradangan saraf yang mengganggu cara otak memproses sinyal rasa sakit. Peradangan membuat saraf bekerja terlalu aktif sehingga selalu memunculkan rasa sakit dan nyeri di sekujur tubuh meski sedang tidak mengalami cedera fisik.

Fibromyalgia adalah masalah kesehatan yang cukup umum terjadi. Siapa pun bisa mengalami fibromyalgia di usia berapa pun apabila memiliki faktor risikonya. Hampir 1 dari 20 orang mengalami fibromyalgia, tapi memang lebih banyak memengaruhi wanita daripada pria.

Faktor risiko fibromyalgia adalah stres pasca trauma (PTSD), baik trauma fisik dari kecelakaan atau setelah operasi maupun trauma emosional.

Rematik polimialgia adalah penyakit autoimun

Sementara itu, rematik polimialgia adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada otot. Penyakit autoimun itu sendiri adalah gangguan kekebalan tubuh yang menyebabkan sistem imun justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Rematik polimialgia lebih sering dialami oleh orang-orang usia lanjut di atas 65 tahun. Penyakit ini sangat jarang terjadi pada orang berusia di bawah 50 tahun. Banyak orang yang didiagnosis menderita penyakit ini hanya di beberapa musim tertentu saja.

Faktor risiko terbesar dari rematik polimialgia adalah infeksi virus dari lingkungan sekitar.

mengatasi nyeri leher

Beda tanda dan gejalanya

Tanda dan gejala fibromyalgia

Gejala yang paling utama dari fibromyalgia adalah nyeri yang menetap dalam jangka panjang pada salah satu bagian tubuh. Rasa sakit yang muncul cukup parah dan dapat memengaruhi kegiatan sehari-hari Anda. Dalam beberapa kasus, gejala bisa semakin memburuk secara bertahap meskipun tidak ada pemicunya.

Orang dengan fibromyalgia sering kali mengalami kelelahan, gangguan tidur, masalah kognitif otak, gangguan ingatan, dan gangguan mood. Selain itu, penderita kondisi ini juga dapat mengalami sakit kepala tensi, nyeri rahang (TMJ), masalah usus dan kandung kemih, hingga depresi.

Tanda dan gejala rematik polimialgia

Rematik polimialgia terutama menyebabkan nyeri dan kekakuan pada otot bahu, meski juga bisa dirasakan pada lengan atas, pinggul, leher, atau paha. Nyeri dan kekakuan otot ini kemudian jadi membatasi jangkauan gerak bagian tubuh tersebut.

Nyeri rematik polimialgia biasanya mulai cepat muncul setelah Anda terlalu lama berdiam diri di posisi yang sama. Umumnya nyeri rematik memburuk di pagi hari setelah Anda berbaring tidur semalaman.

Rematik polimyalgia juga dapat menyebabkan gejala umum lainnya seperti demam, kelelahan, tidak enak badan, bahkan hingga depresi.

Beda cara diagnosisnya

Diagnosis untuk fibromyalgia lebih sulit karena tidak ada tes khusus yang akurat untuk memeriksa gangguan medis ini. Umumnya dokter hanya akan melakukan tes laboratorium guna memastikan kemunculan gejala yang diduga fibromyalgia.

Rematik polimialgia juga dapat didiagnosis lewat tes lab dengan memeriksa kadar protein dalam darah. Sebab, ebagian besar penderita rematik polimialgia mengalami peningkatan kadar protein dalam darah. Pemeriksaan sel darah merah bisa bantu menunjukkan adanya gangguan peradangan. Namun, rematik polimialgia juga dapat dideteksi lewat ultrasound (USG) untuk dokter bisa lebih memastikannya.

nyeri punggung setelah melahirkan

Beda pengobatannya

Fibromyalgia dan rematik polimialgia sama-sama nyeri otot kronis yang tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dikendalikan gejalanya dengan perawatan yang tepat.

Tujuan pengobatan fibromyalgia adalah untuk meredakan rasa sakit dan nyeri secara keseluruhan. Baik dengan obat antinyeri NSAID seperti aspirin atau ibuprofen hingga obat antidepresan untuk membantu tidur lebih nyenyak dan meredakan kecemasan.

Sementara itu, pengobatan rematik polimialgia lebih difokuskan untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Maka, obat yang paling sering diresepkan untuk rematik adalah obat kortikosteroid seperti prednisone.

Selain pakai obat dokter, nyeri fibromyalgia dan rematik polimialgia sama-sama dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Misalnya dengan rutin berolahraga, makan sehat, relaksasi, terapi pijat, serta mengurangi stres.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca