Redakan Nyeri Sendi dengan Terapi Air Kolam Hangat

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/05/2020
Bagikan sekarang

Ketika kita mendengar tentang terapi air, yang ada di pikiran kita mungkin akan bermacam-macam, seperti terapi dengan meminum air atau terapi dengan berendam di air. Ya, air bisa menjadi media untuk program terapi. Namun, Anda bukan meminum airnya, terapi dilakukan dengan cara Anda berada di dalam air. Katanya terapi ini dapat meringankan nyeri punggung bagian bawah dan leher. Hmmm, kedengarannya mengasyikkan ya? Siapa yang tidak suka bermain air, apalagi saat mengetahui manfaat kesehatannya? Tapi, tunggu dulu, terapi air juga tidak bisa sembarang dilakukan. Berikut ini akan kita bahas seperti apa terapi air itu.

BACA JUGA: Serba-serbi Imunoterapi, Suntikan untuk Mengobati Alergi

Apa itu terapi air?

Terapi air alias latihan di air menggunakan air sebagai media untuk melakukan perlawanan, jadi tubuh kita akan melawan massa air. Anda tentu pernah mendengar atau mempelajari sifat-sifat air, bukan? Salah satunya, air dapat menekan ke segala arah. Pada terapi air, Anda akan melawan tekanan air itu, sama halnya ketika Anda berenang. Bedanya, Anda tidak selalu melakukan gerakan berenang. Latihan yang bisa Anda lakukan adalah berjalan atau berlari di air, selain itu Anda juga boleh melompat atau menendang.

Latihan ini dapat meningkatkan fleksibilitas dan pergerakan Anda tanpa menekan sendi dan tulang belakang. Selain mengurangi rasa nyeri, latihan ini juga diduga dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan kepadatan tulang, seperti osteoporosis. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko osteoarthritis dan ketegangan otot.

BACA JUGA: Kenapa Perempuan Menopause Berisiko Osteoporosis dan Osteoarthritis?

Tidak hanya itu, bahkan penderita diabetes dan tekanan darah tinggi juga disarankan untuk melakukan terapi air ini. Bagi kita yang tidak merasakan nyeri, terapi air mungkin akan nyaman saja dilakukan. Berbeda dengan beberapa kondisi yang disebutkan barusan, terapi air mungkin akan membuat penderita tidak nyaman, bahkan nyeri. Tapi tenang saja, air merupakan media yang cukup ‘ramah’.

Apa saja manfaat dari terapi air?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terapi air sangat direkomendasikan untuk mengatasi nyeri punggung dan cedera muskuloskeletal (yang berhubungan dengan sendi, otot, saraf, ligamen, dan tendon). Beberapa elemen yang penting dari menggunakan air sebagai media terapi , adalah berikut ini:

  • Air dapat membuat pasien mengapung. Air melawan gravitasi, sifat ini dapat membantu kita untuk tetap mengapung di air. Ketika pasien mencoba tetap mengambang di air, maka hal tersebut melatih keseimbangan dan kekuatan tubuhnya, apalagi saat Anda melatih mengangkat kaki sambil mengambang di air.
  • Air memberikan tekanan pada tubuh dengan cara memberikan gesekan yang lembut, hal ini dapat membantu menguatkan kondisi cedera, selain itu mengurangi cedera lanjutan karena kehilangan keseimbangan.
  • Air memberikan efek yang kuat dengan memberikan tekanan hidrostatik, yang dapat meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Tekanan tersebut juga dapat membantu meningkatkan aliran darah otot.

Kenapa mesti di air, kan di darat juga bisa?

Begini contohnya, pada penderita osteoarthritis leher dan bahu, perlu melakukan latihan gerakan memutar tangan atau bahu. Melakukan hal tersebut di dalam air rasa sakitnya akan sedikit berkurang, sebab air memiliki elemen yang untuk melawan gravitasi. Begitu juga dengan latihan meregangkan pinggul, Jika Anda melakukannya di darat, Anda mungkin akan merasakan rasa nyeri yang lebih parah. Selain mengurangi rasa nyeri ketika latihan, Anda juga akan mendapatkan efek ketenangan. Kita mungkin sama-sama setuju kalau air dapat menghasilkan suara-suara yang menenangkan.

BACA JUGA: Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Menjalani Fisioterapi

Bagaimana melakukan teknik terapi air?

Berikut ini beberapa teknik terapi air yang dapat dilakukan:

  1. Latihan lutut-ke-dada: latihan ini dilakukan sambil berdiri. Posisikan berdiri dengan satu kaki, dengan tubuh sedikit membungkuk, kaki yang satu lagi direntangkan ke depan. Posisikan satu tangan memegang sisi kolam renang. Gerakan ini ditujukan untuk memperkuat kaki, pinggul, dan punggung bagian bawah
  2. Meregangkan kaki: Anda bisa mencontoh posisi ‘Superman’ sedang melakukan aksi terbang. Posisikan kedua tangan dengan menyentuh dinding kolam, regangkan tubuh dan kaki dengan gerakan mengambang di air. Latihan ini ditujukan untuk punggung dan sendi punggung.
  3. Latihan berjalan: lakukan gerakan berjalan maju dan mundur pada kolam yang memiliki air dengan ketinggian sedada Anda. Latihan ini ditujukan untuk otot kaki, baik dilakukan untuk penderita arthritis.
  4. Latihan yang dilakukan bersama terapis: pada latihan kali ini, Anda akan mengapung di punggung terapis dengan latihan yang melibatkan kaki dan tangan. Anda akan diminta membuat gerakan mendayung dengan tangan dan kaki.

Siapa yang tidak boleh melakukan terapi air?

Meskipun terapi air cukup aman, namun Anda perlu membutuhkan terapis untuk melakukannya. Selain itu, terapi ini harus dihindari oleh orang-orang yang memiliki kondisi berikut:

  • Dalam keadaan demam
  • Gagal jantung berat
  • Infeksi
  • Inkontinensia urin – tekanan pada kandung kemih

Selain itu, untuk beberapa kondisi tertentu, air yang digunakan pun haruslah sangat hangat.  Terapi air sendiri memang seringnya menggunakan air hangat sekitar 32 hingga 34 derajat Celcius. Alasannya, agar saat latihan dijalani, aliran darah pun meningkat. Jadi, sebelum Anda melakukan terapi ini sebaiknya dikonsultasikan dulu pada dokter atau ahli kesehatan/terapis.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
nyeri otot punggung

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020