Maag merupakan penyakit yang biasa menyerang siapa pun tanpa panda bulu. Semua orang di berbagai kalangan usia berisiko terserang maag. Bukan hanya usia dewasa saja, terkadang anak-anak, remaja, bahkan ibu hamil juga bisa mengalami penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri pada perut ini. Lantas, bagi ibu hamil, obat maag apa yang bisa diberikan untuk membantu meredakan gejalanya?

Kenapa ibu hamil bisa mengalami maag?

hamil dengan endometriosis

Sedang mengandung calon bayi di dalam perut, bukan berarti ibu hamil menjadi tidak berisiko lagi untuk terserang maag. Sebab pada dasarnya, maag bisa saja dialami oleh siapa pun, tak terkecuali bagi Anda yang sedang berbadan dua.

Nah, sebelum mencari tahu seputar obat maag apa saja yang aman diberikan untuk ibu hamil, pahami dulu penyebab mendasar kondisi ini. Maag sebenarnya bukanlah suatu penyakit sungguhan, melainkan hanya sekumpulan gejala yang menjadi pertanda dari penyakit tertentu.

Dengan kata lain, maag merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai keluhan terkait gangguan pencernaan. Itu sebabnya, maag tidak hanya disebabkan oleh satu kondisi saja, tapi ada beragam hal berbeda yang mendasarinya.

Meliputi penyakit GERD, irritable bowel syndrome (IBS), infeksi perut, tukak lambung, peradangan lambung (gastritis), dan lain sebagainya. Berbagai penyakit tersebut bisa memicu kenaikan asam lambung, hingga kemudian menimbulkan iritasi pada lapisan perut dan kerongkongan.

Kondisi inilah yang kemudian membuat Anda mengalami gejala maag, salah satunya seperti nyeri pada dada. Namun, di samping itu, penyebab khusus maag pada ibu hamil yakni karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh.

Hormon progesteron adalah salah satu hormon yang berperan dalam gangguan ini. Progesteron bertugas iuntuk membangun lapisan dinding rahim, sehingga bisa menimbulkan efek mual muntah.

Hormon ini juga menyebabkan kadar asam pada lambung melonjak, yang kemudian memicu penyakit maag pada ibu hamil. Bahkan, hormon bisa membuat sfringter esofagus alias katup kerongkongan bisa tiba-tiba mengendur, sehingga memungkinkan naiknya asam lambung.

Padahal, katup di bagian bawah kerongkongan ini seharusnya selalu dalam keadaan tertutup guna mencegah kenaikan asam lambung. Atas dasar itulah, obat maag untuk ibu hamil dapat diberikan guna memulihkan gejalanya.

Di sisi lain, alasan mengapa ibu hamil kerap mengalami gejala maag yakni karena pertumbuhan bayi di dalam rahim membuat perut tertekan. Alhasil, tekanan di dalam lambung pun menjadi lebih besar karena terdorong oleh bayi di dalam rahim.

Penyebab maag pada ibu hamil lainnya

makan pedas saat sahur

Selain dari berbagai kondisi yang telah disebabkan sebelumnya, maag pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh berbagai hal berikut ini:

  • Makan dalam porsi yang terlalu banyak.
  • Makan terlalu cepat.
  • Merokok.
  • Terlalu sering makan makanan tinggi lemak.
  • Terlalu banyak makan cokelat.
  • Terlalu banyak makan makanan pedas.
  • Waktu makan terlalu malam atau dekat dengan waktu tidur.
  • Gemar minum minuman berkafein dan berkarbonasi, seperti kopi, teh, cokelat, dan soda.
  • Langsung beraktivitas fisik setelah makan.
  • Kecemasan dan stres.
  • Langsung tidur atau berbaring setelah makan.

Penting untuk diketahui juga, bahwa kombinasi dari perubahan pada tubuh ibu hamil dengan kebiasaan harian dapat turut memicu maag.

Misalnya, ketika asam lambung sedang naik karena otot pada katup kerongkongan mengendur, ditambah Anda langsung berbaring setelah makan banyak. Tentu saja, maag tidak bisa terelakkan lagi.

Kondisi inilah yang mau tidak mau membuat ibu hamil membutuhkan obat maag untuk meredakan keluhannya. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan asupan makanan, minuman, serta aktivitas harian guna meminimalisir munculnya maag saat hamil.

Risiko terjadi maag saat hamil juga bisa lebih besar bila Anda memiliki beberapa faktor seperti:

  • Pernah mengalami gangguan pada pencernaan sebelum kehamilan.
  • Pernah hamil sebelumnya.
  • Usia kehamilan sudah masuk ke trimester 3.

Sebelum minum obat maag saat hamil, pastikan dulu…

Ketimbang langsung memutuskan untuk minum obat maag saat hamil, ibu hamil dianjurkan untuk mencari tahu dulu kebenaran keluhan yang dirasakannya. Berikut beberapa keluhan mengenai gangguan pencernaan yang paling sering dikeluhkan ibu hamil:

Jika ibu mual dan muntah

muntah darah saat hamil

Mual dan muntah pada kehamilan, atau istilah lainnya morning sickness, biasanya muncul di pada awal masa kehamilan. Faktor risiko terjadinya morning sickness ini adalah usia muda, kegemukan, kehamilan pertama, dan merokok.

Sebenarnya, penyebab kondisi ini belum dapat dipastikan sepenuhnya. Akan tetapi, faktor hormonal dan kelainan pergerakan usus diduga bisa menjadi penyebab kondisi ini.

Mual dan muntah juga merupakan salah satu gejala maag. Hanya saja, frekuensi dan kondisi mual serta muntah akibat maag da morning sickness tentu berbeda.

Jika mual dan muntah yang Anda alami lebih mengarah pada maag, tentu akan diperkuat dengan kemunculan berbagai gejala maag lainnya.

Jika ibu mengalami heartburn

kontraksi saat hamil

Heartburn adalah munculnya sensasi panas seolah terbakar tepat di bagian tengah dada, yang kemudian bisa menyebar sampai ke leher, punggung, dan ulu hati. Sama halnya seperti maag, heartburn juga dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh sehingga memudahkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan.

Tekanan yang kuat dari bayi di dalam rahim juga bisa berpengaruh pada lambung, sehingga akhirnya menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Meski begitu, bukan berarti kehamilan akan selalu menyebabkan terjadinya heartburn.

Kehamilan biasanya memang bisa meningkatkan risiko terjadinya refluks asam lambung dan heartburn. Ini karena selama masa awal kehamilan atau trimester pertama, kerja otot-otot pada bagian bawah kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke dalam perut cenderung lebih lambat.

Begitu pula dengan sistem pencernaan, yang perlu waktu lebih lama untuk mencerna makanan dan mengosongkannya. Alhasil, tubuh jadi memiliki banyak waktu untuk menyerap nutrisi yang akan dihantarkan pada janin.

Namun di satu sisi, semua proses tersebut tidak menutup kemungkinan bisa memicu naiknya asam lambung hingga mengakibatkan heartburn. Selanjutnya ketika masuk ke trimester 3 atau akhir, perkembangan bayi yang semakin membesar tentu akan semakin mendorong perut.

Di sinilah Anda akan kembali merasakan heartburn sebagai gejala maag, karena posisi lambung dan sistem pencernaan yang terdorong oleh bayi. Kondisi ini bisa semakin menjadi-jadi jika Anda hobi langsung berbaring setelah makan.

Namun kembali lagi, kehamilan tidak akan selalu membuat Anda mengalami heartburn maupun maag. Terlebih karena kondisi masing-masing ibu hamil pasti berbeda-beda.

Biasanya tergantung dari beragam faktor, termasuk kondisi fisik, kehamilan, aktivitas sehari-hari, hingga asupan makanan harian.

Apa saja gejala maag pada ibu hamil?

obat pilek untuk ibu hamil

Sebelum memberikan obat maag untuk ibu hamil, penting untuk mengetahui secara pasti terlebih dahulu mengenai gejala apa saja yang akan muncul. Pada dasarnya, gejala maag yang dialami oleh ibu hamil dan orang lainnya tidak jauh berbeda.

Biasanya, akan timbul rasa sakit atau ketidaknyamanan pada dada mau perut sebagai gejala utama dari maag. Kondisi ini bisa terjadi kapan pun, terutama setelah makan.

Maag yang dialami oleh ibu hamil juga bisa menimbulkan nyeri di bagian perut mana pun. Namun umumnya, tingkat keparahan maag yang muncul bisa semakin parah ketika usia kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Berikut berbagai gejala yang bisa muncul ketika ibu hamil mengalami maag:

  • Mengalami panas dan sensasi terbakar pada dada (heartburn).
  • Perut terasa kembung, penuh, dan tidak nyaman.
  • Sering bersendawa.
  • Mual dan muntah.
  • Mulut terasa asam.

Jika kemunculan gejala-gejala tersebut dipastikan maag pada ibu hamil, obat maag bisa diberikan untuk meredakannya.

Pilihan obat maag yang aman untuk ibu hamil

obat yang harus dihindari saat hamil

Langkah pertama sekaligus yang paling penting untuk meredakan gejala maag pada ibu hamil, yakni dengan minum obat maag. Jangan khawatir, penggunaan obat maag selama kehamilan pada dasarnya aman.

Dengan catatan, Anda tetap memerhatikan jumlah dosis yang dikonsumsi beserta aturan minumnya. Nah, supaya gejala maag cepat membaik, berikut pilihan obat maag yang bisa diberikan untuk ibu hamil:

1. Antasida

Antasida adalah salah satu pilihan obat maag untuk ibu hamil yang bertugas dalam menetralkan jumlah asam pada tubuh. Contohnya Tums®, Rolaid®, dan Maalox® yang bisa dibeli dengan bebas di apotek.

Sebelum mengonsumsi obat-obatan jenis antasida tersebut, pastikan Anda sudah membaca keterangan pada label obat maupun memerhatikan instruksi dari apoteker. Obat ini biasanya diminum satu jam setelah makan dan sebelum tidur.

Antasida termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C alias mungkin berisiko, menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Jika kadar magnesium serta natrium di dalam obat antasida tidak terlalu tinggi, kemungkinan besar aman untuk diminum oleh ibu hamil.

Namun, ketika jumlahnya berlebihan dapat berisiko membahayakan kehamilan. Ini karena kandungan magnesium serta natrium yang terlalu tinggi dalam obat maag untuk ibu hamil, berpotensi mengganggu proses kontraksi selama persalinan nantinya.

Maka itu, alangkah baiknya untuk membaca komposisi obat serta keterangan lainnya yang tercantum pada label obat tersebut. Singkatnya, ada beberapa jenis obat antasida yang aman diminum oleh ibu hamil, tapi ada juga yang tidak.

Supaya lebih aman, selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai jenis obat maag terbaik selama masa kehamilan. Hindari minum obat antasida saat hamil tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Perhatikan juga kemungkinan efek samping yang ditimbulkan oleh obat pereda maag untuk ibu hamil ini. Obat antasida bisa menimbulkan efek samping berupa sembelit, dan memperbanyak penumpukan cairan pada jaringan tubuh.

Anda juga tidak disarankan untuk minum obat antasida bersamaan dengan suplemen zat besi. Pasalnya, antasida berisiko menghentikan aliran zat besi sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh.

2. Alginat

Jika pemberian obat antasida saja kurang efektif untuk menangani maag, pilihan selanjutnya bisa ditambah dengan obat alginat. Berbeda dengan antasida, alginat adalah obat maag untuk ibu hamil yang bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung pada dinding perut serta kerongkongan.

Secara khususnya, obat alginat akan membantu meredakan gejala maag yang disebabkan oleh kenaikan asam lambung, dengan menghentikan produksi asam perut. Obat ini juga bertugas untuk menurunkan asam lambung yang sudah naik menuju kerongkongan.

Alginat diyakini aman untuk diminum oleh ibu hamil. Namun, sebaiknya hanya minum obat ini ketika benar-benar dibutuhkan saja, dan hindari dosis obat yang terlalu tinggi. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum minum obat alginat saat hamil.

Obat antasida dan alginat bisa diminum bersamaan 1 jam setelah makan dan sebelum tidur, atau sesuai dengan saran dari dokter maupun apoteker.

3. Obat h-2 receptor blockers

Jika konsumsi obat antasida dan alginat saja dirasa tidak cukup ampuh untuk mengobati gejala, pilihan obat lainnya mungkin diperlukan guna mengurangi jumlah asam lambung.

Obat maag lainnya yang bisa diberikan untuk ibu hamil yakni cimetidine (Tagamet®), ranitidine (Zantac®), dan famotidine (Pepcid®). Kesemuanya termasuk kelompok obat H-2 receptor blockers, dengan aturan minum biasanya sebanyak satu kali sehari.

Jenis obat h-2 receptor blockers termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B, alias tidak berisiko pada beberapa penelitian, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Itu sebabnya, obat ini diyakini aman untuk dikonsumsi oleh ibu selama masa kehamilan. Namun, agar lebih aman, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker Anda.

4. Obat proton pump inhibitor (PPI)

Pilihan obat PPI untuk mengatasi maag pada ibu hamil bisa menggunakan lansoprazole (Prevacid®). Obat lansoprazole termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B, alias tidak berisiko pada beberapa penelitian, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Sedangkan jenis obat PPI lainnya seperti omeprazole, rabeprazole (Aciphex®), pantoprazole (Protonix®), dan esomeprazole (Nexium®), berbeda. Beberapa obat tersebut termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C, alias mungkin berisiko.

Oleh karena itu, agar lebih aman, jangan lupa konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker Anda sebelumnya.

Obat PPI bisa dibeli secara bebas di apotek, maupun melalui resep dokter untuk dosis yang lebih tinggi. Aturan minum obat ini sebaiknya sekali dalam sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter maupun apoteker.

Obat ini sebaiknya hanya diberikan untuk ibu hamil ketika obat h-2 receptor blockers dalam dosis normal tidak bisa menyembuhkan maag.

Perubahan gaya hidup untuk mengatasi maag pada ibu hamil

sarapan untuk ibu hamil

Selain minum obat-obatan sesuai jadwal, berbagai perubahan gaya hidup dapat turut membantu memulihkan gejala maag. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika maag sedang menyerang:

  • Makan dengan porsi sedikit, tapi cukup sering.
  • Hindari banyak minum selama makan, sebaiknya minumlah sebelum dan sesudah makan.
  • Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
  • Hindari jenis makanan dan minuman yang dapat memicu munculnya maag. Meliputi makanan pedas, berlemak, gorengan, cokelat, minuman bersoda, teh, dan kopi.
  • Jangan langsung tidur atau berbaring setelah makan. Biarkan tubuh tetap tegak selama 2-3 jam.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak ketat.
  • Jaga berat badan tetap ideal.
  • Susun beberapa bantal di atas kepala selama tidur, sehingga posisi kepala lebih tinggi daripada tubuh guna mencegah kenaikan asam lambung.

Maag selama masa kehamilan tentu akan sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Oleh karena itu, sebaiknya patuhi aturan minum obat dan perubahan gaya hidup guna mempercepat pemulihan gejalanya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca