Tips Merawat Kantong Stoma Agar Tidak Cepat Lepas dan Bocor

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Kantong stoma atau bisa disebut sebagai colostomy bag merupakan sebuah kantong yang didesain khusus untuk penderita kanker kolorektal dan penyakit lainnya yang membutuhkan operasi kolostomi dan berfungsi untuk menampung feses. Kantong stoma tentu membutuhkan perawatan tersendiri agar tidak menimbulkan infeksi. 

Seperti apa perawatannya? Simak jawabannya melalui ulasan di bawah ini. 

Apa itu kantong stoma?

Sumber: United Ostomy Association

Seperti yang dilansir dari laman Medline Plus, kantong stoma merupakan kantong plastik yang dipakai di luar tubuh untuk menampung BAB. Biasanya, kantong ini adalah salah satu cara yang digunakan oleh pasien yang baru saja menjalani operasi usus besar atau usus kecil. 

Kantong ini cukup efektif karena setiap orang memiliki tekstur BAB yang berbeda, ada yang terlalu cair dan terlalu padat. Semuanya tergantung pada jenis operasi yang Anda lakukan. 

Mungkin saja Anda akan membutuhkan kantong stoma ini dalam waktu yang singkat, tetapi tidak menutup kemungkinan ada saja yang memerlukannya sepanjang hidupnya. 

Walaupun kantong yang menempel pada perut Anda ini cukup berat, seharusnya tidak mengganggu aktivitas Anda. Akan tetapi, mungkin Anda perlu mengubah pola makan dan merasakan sedikit nyeri pada kulit.

Jika Anda menggunakannya dengan benar, Anda tidak perlu khawatir feses di kantong tersebut akan bocor karena kantong stoma bebas bau dan risikonya cukup kecil untuk bocor. 

Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan yang telaten agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 

Perawatan yang dibutuhkan oleh pengguna kantong stoma

Umumnya, setelah kantong stoma dipasangkan di tubuh, perawat atau dokter akan memberi tahu bagaimana cara mengganti dan prosedur apa yang harus dilakukan. 

Mulai dari harus mengganti kantong ketika sudah terisi 1/3 atau bisa dibuang setiap Anda buang air besar. 

Supaya Anda tidak salah langkah dan membuat kantong tersebut bocor, ada hal yang perlu Anda perhatikan ketika mengganti dan memasangkan kembali kantong BAB ini. 

Cara mengganti kantong stoma

Sumber: Stoma Focus

Setelah melihat bahwa kantong BAB Anda sudah cukup penuh, tentu Anda ingin menggantinya agar tidak terjadi infeksi atau masalah kesehatan lainnya. 

Ini dia langkah yang perlu Anda perhatikan ketika mengganti colostomy bag

  1. Mulai dengan mencuci tangan terlebih dahulu. 
  2. Jika Anda memiliki dua kantong, tekan lembut kulit di sekitar kantong dengan 1 tangan
  3. Lepaskan segel kantong dengan tangan lainnya. 
  4. Kosongkan kantong bekas pakai dengan memotong bagian bawah kantong. 
  5. Bilas kantong tersebut dengan air, masukkan ke kantong sampah dan buang. 
  6. Bersihkan kulit di sekitar stoma dengan air hangat dan sabun, lalu keringkan.
  7. Cuci kembali tangan Anda.

Cara memasang kantong stoma setelah diganti

Sumber: Verywell Health

Setelah kantong BAB Anda berhasil dibuang dan selesai membersihkan daerah di sekitar kantong plastik ini, sudah saatnya untuk memasangkan kembali alat penampung tersebut. 

Ini dia beberapa langkah yang bisa Anda lakukan ketika mengganti kantong menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

  1. Mulai dengan membuka pelindung kulit/wafer dengan hati-hati, yaitu dari atas ke bawah
  2. Tahan kulit sekitar stoma dan bersihkan menggunakan air dan sabun
  3. Kemudian, ukur lubang stoma dengan ukuran yang sesuai dan potong. 
  4. Pasang kembali pelindung kulit/wafer dari kantong yang baru. 
  5. Tekan kantong tersebut dari dalam menuju ke luar dengan lembut. 
  6. Ratakan kantong dengan menekannya dari arah tengah ke pinggir
  7. Pasang klip atau Anda bisa melipat bagian bawah kantong. 
  8. Cuci kembali tangan Anda dengan sabun dan air hangat. 

Faktor yang dapat memengaruhi segel kantong stoma

gampang berkeringat gejala penyakit hiv

Sudah seharusnya kantong stoma menempel dengan lekat di perut Anda. Maka itu, sangat penting untuk menggantinya sebelum kantong tersebut longgar atau menimbulkan kebocoran. 

Biasanya, ketahanan perekat pada kantong BAB ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti cuaca, kondisi kulit, pola makan, dan aktivitas yang sering dilakukan. 

Menurut American Cancer Society ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi ketahanan segel kantong stoma, yaitu:

  • Berkeringat karena bisa menyebabkan pelindung kulit cepat lepas dan lebih licin. 
  • Perubahan berat badan yang dapat mengubah bentuk perut. 
  • Jenis makanan tertentu bisa melepaskan segel kantong lebih cepat. 
  • Olahraga seperti berenang atau yang membuat Anda berkeringat lebih banyak. 

Jika Anda sudah berusaha mengikuti prosedur perawatan kantong stoma di atas dan masih terjadi kebocoran bau, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020