Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Terkena Kanker Serviks?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang menyerang banyak wanita dan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, diharapkan para wanita berhati-hati dan melakukan pencegahan agar terhindar dari virus HPV penyebab kanker serviks. Saat tubuh terinfeksi virus HPV, tubuh bisa mengalami berbagai perubahan akibat kanker serviks.

Yang terjadi pada tubuh akibat kanker serviks

Kanker serviks bisa terjadi saat sel abnormal pada serviks (leher rahim) tumbuh tak terkendali. Perubahan abnormal pada sel leher rahim ini umumnya disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Awalnya, sel abnormal ini hanya tumbuh di sekitaran leher rahim dan tidak menyebabkan gejala apapun.

Tidak adanya gejala membuat banyak orang cenderung tidak melakukan pemeriksaan atau skrining di awal agar sel kanker tidak menyebar lebih jauh, karena mereka memang tidak tahu. Pertumbuhan sel kanker di fase awal ini bisa terdeteksi dengan melakukan pap smear. Namun sayangnya, sebagian besar pasien kanker serviks baru datang berobat setelah mengalami kanker serviks stadium lanjut. Dari semua kasus baru, sebanyak 70% kasus yang ditemukan adalah perempuan dengan kanker serviks stadium lanjut yang artinya semakin sulit untuk disembuhkan.

Jika kanker serviks tidak diobati, sel kanker bisa menyebar dari serviks ke vagina, dan kemudian masuk ke lapisan jaringan ikat yang lebih dalam di sekitar rahim. Lama-kelamaan, sel kanker bisa menyebar ke kelenjar getah bening di panggul, organ lain di panggul, menyebabkan masalah pada fungsi ginjal dan usus, atau organ lain dalam tubuh, seperti hati dan paru-paru. Jadi, akibat kanker serviks ini bisa menyebar ke seluruh tubuh dan menjadi sangat parah.

Pelajari tahapan stadium kanker serviks, di sini.

Gejala awal munculnya kanker serviks

Biasanya, saat sel serviks mulai berubah tapi belum dikatakan kanker, tubuh tidak menunjukkan gejala apapun. Padahal, semakin dini perubahan sel serviks ini diketahui, semakin mudah kanker serviks bisa dicegah dan diobati.

Jika sel serviks yang abnormal ini dibiarkan, maka bisa berubah menjadi sel kanker dan menimbulkan gejala awal, seperti:

  • Pendarahan yang tidak normal pada vagina, seperti pendarahan saat tidak sedang menstruasi, setelah berhubungan seks, atau setelah menopause
  • Sakit saat berhubungan seks
  • Keputihan yang tidak normal dan berbau tidak sedap
  • Nyeri panggul

Gejala kanker serviks juga bisa semakin parah saat kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, di antaranya adalah:

  • Anemia karena perdarahan vagina yang tidak normal
  • Terasa sakit atau nyeri pada panggul, punggung, dan kaki
  • Masalah buang air kecil karena ginjal atau ureter tersumbat
  • Urine atau feses bocor ke dalam vagina, karena terbentuk fistula (suatu saluran abnormal yang menghubungkan vagina dengan kandung kemih atau rektum)
  • Penurunan berat badan

Pencegahan kanker serviks yang perlu dilakukan

Perubahan sel leher rahim yang terdeteksi sejak dini dapat mencegah sel abnormal berubah menjadi sel kanker. Sehingga, melakukan pap smear merupakan cara terbaik untuk mendeteksi perkembangan sel kanker pada leher rahim. Pap smear bisa menunjukkan perubahan sel abnormal pada leher rahim sebelum berubah menjadi kanker, sehingga kanker serviks bisa dicegah.

Hasil pap smear yang abnormal bisa berarti ada perubahan pada sel serviks, hal ini bisa ditunjukkan dengan:

  • Adanya peradangan atau iritasi pada leher rahim. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi pada serviks akibat HPV.
  • Adanya perubahan sel menjadi abnormal, disebut dengan displasia serviks. Perubahan sel yang belum termasuk sel kanker, tapi mungkin bersifat prakanker.
  • Tanda kanker yang lebih serius, yang ditandai dengan perubahan pada lapisan permukaan serviks.
  • Tanda kanker mulai menyebar, perubahan sel ini meluas ke jaringan di luar serviks.

Selain melakukan pap smear, pencegahan kanker seviks juga bisa dilakukan dengan vaksinasi HPV. Vaksin HPV dapat mendorong tubuh menciptakan antibodi untuk melawan virus HPV, sehingga tubuh bisa menciptakan pertahanan yang lebih kuat.

Mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin, bahkan sebelum Anda mulai berhubungan seksual secara aktif, sangat dianjurkan untuk mencegah kanker serviks.

Share now :

Direview tanggal: November 26, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca