Tahapan Stadium Kanker Serviks yang Perlu Anda Waspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian pada wanita. Namun, karena sering kali tidak menimbulkan gejala, banyak wanita tidak menyadari jika dirinya telah menderita kondisi ini. Barulah saat diperiksa, kanker sudah dalam stadium lanjut yang sulit untuk diobati. Berikut tahapan stadium kanker serviks yang perlu Anda ketahui.

Tahapan stadium kanker serviks

Tahapan kanker serviks dikelompokkan berdasarkan tingkat tumor utama, penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di dekatnya, dan penyebaran kanker ke bagian tubuh lainnya yang jauh dari tempat awal kanker berkembang. Berdasarkan hal tersebut, kanker serviks dikelompokkan menjadi lima stadium.

infografik stadium kanker serviks hellosehat

Berikut ini merupakan tahapan dalam stadium kanker serviks beserta penjelasannya, dilansir dari Cancer Research UK:

1. Kanker serviks stadium 0

Stadium ini disebut juga dengan kanker noninvasif atau carcinoma in situ (CIS). Pada tahap ini, sel kanker hanya terdapat di sel-sel permukaan terluar serviks (leher rahim).

Dengan kata lain, sel-sel kanker tersebut masih belum menjangkau lapisan jaringan leher rahim yang terletak lebih dalam.

Umumnya, kanker stadium 0 diatasi dengan ablasi lokal, ablasi laser, atau cryosurgery. Setelah pengobatan, pasien masih harus mendapatkan pengawasan seumur hidupnya untuk mencegah kanker kembali muncul di serviks.

2. Kanker serviks stadium 1

Kanker serviks stadium 1 berarti sel kanker telah menyerang jaringan leher rahim yang lebih dalam.

Pada tahap ini, sel kanker memang sudah menyerang serviks tetapi tidak tumbuh menyebar ke luar rahim. Sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening yang terletak di sekitarnya, atau ke organ tubuh lain yang lebih jauh.

Stadium ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

Stadium 1A

Stadium 1A merupakan bentuk awal dari stadium 1 kanker leher rahim. Sel-sel kanker yang berukuran kecil sudah menyerang serviks, tapi masih belum bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jadi, diperlukan mikroskop agar sel-sel kanker dapat terlihat.

Tahap ini masih dibagi ke dalam dua kelompok lagi, yaitu:

  • Stadium IA1: Sel kanker sudah menyerang jaringan serviks dengan kedalaman <3 mm dan mempunyai lebar <7 mm
  • Stadium IA2: Sel kanker sudah ada di jaringan serviks dengan kedalaman antara 3-5 mm dan lebar <7 mm

Stadium 1B

Ukuran sel kanker sudah lebih besar dibandingkan stadium 1A, tapi masih menyebar hanya di jaringan serviks. Meski begitu, sel kanker sudah bisa dilihat dengan mata telanjang.

Stadium ini juga dibagi lagi ke dalam dua subkategori, yaitu:

  • Stadium IB1: Kanker sudah bisa dilihat dan mempunyai ukuran ≤4 cm
  • Stadium IB2: Ukuran sel kanker sudah lebih dari 4 cm

Pengobatan untuk kanker serviks stadium 1 biasanya dilakukan dengan operasi, serta kombinasi dari kemoterapi dan radioterapi (kemoradioterapi).

Pilihan pengobatan tergantung pada hasil diagnosis oleh dokter kandungan Anda.

Namun, dalam beberapa kasus, terutama jika masih pada stadium awal, operasi dilakukan hanya dengan mengangkat serviks, sehingga Anda masih bisa hamil dan melahirkan. Proses ini disebut dengan trakelektomi radikal.

3. Kanker serviks stadium 2

Di sini, sel kanker telah menyebar hingga ke luar serviks dan rahim. Akan tetapi, sel itu belum sampai ke dinding panggung atau bagian bawah vagina.

Penyebaran kanker juga belum sampai ke kelenjar bening atau bagian tubuh lain yang lebih jauh.

Kanker serviks stadium 2 juga dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:

Stadium 2A

Pada tahap ini, kanker belum menyebar ke jaringan yang ada di dekat serviks, tapi mungkin sudah menyebar ke bagian atas vagina (belum keseluruhan vagina). Stadium ini dibagi lagi menjadi:

  • Stadium IIA1: Kanker dapat dilihat tapi masih tidak lebih besar dari 4 cm
  • Stadium IIA2: Kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Stadium 2B

Pada stadium 2B, sel kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitar leher rahim. Pengobatan yang diberikan biasanya berupa operasi dan kemoradioterapi.

Terkadang, dokter bedah akan mengangkat seluruh bagian rahim dan serviks Anda. Prosedur ini dinamakan dengan histerektomi radikal.

Dokter juga mungkin akan melakukan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitar serviks dan rahim. Hal ini untuk mencegah kemungkinan atau risiko menyebarnya sel kanker ke bagian tubuh lain.

4. Kanker serviks stadium 3

Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Pada tahap ini, saluran kencing mungkin saja terhalang.

Pada stadium 3, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh lain yang lebih jauh.

Stadium ini juga terbagi lagi ke dalam dua kelompok, yaitu:

Stadium 3A

Kanker sudah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, tapi tidak mencapai dinding panggul.

Stadium 3B

Ada dua kemungkinan kondisi pada kanker serviks stadium 3B ini, yaitu:

  • Kanker sudah tumbuh mencapai dinding panggul dan/atau telah menghalangi satu atau kedua saluran kencing. Hal ini kemudian dapat menyebabkan masalah ginjal.
  • Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar panggul tapi tidak sampai ke bagian tubuh yang jauh. Tumor pada stadium 3B ini bisa dalam berbagai ukuran dan mungkin sudah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.

Pada stadium ini, pasien mungkin harus menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening, yang kemudian diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi.

Namun, terkadang dokter akan memutuskan untuk tidak melakukan operasi jika kanker leher rahim telah memasuki stadium 3B. Pengobatan akan berfokus untuk mengecilkan ukuran tumor yang tumbuh di leher rahim.

5. Kanker serviks stadium 4

Ini merupakan stadium akhir dari kanker leher rahim. Kanker tidak hanya menyerang serviks, tapi juga ke bagian terdekat serviks atau ke bagian tubuh lainnya yang bahkan jauh dari serviks. Stadium 4 kanker serviks dapat dibagi menjadi:

Stadium 4A

Sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum. Keduanya adalah organ terdekat dengan serviks. Namun, pada stadium ini sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh lain.

Stadium IVB

Sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh dari serviks, seperti sampai paru-paru atau hati.

Menurut American Cancer Society, kesempatan pasien untuk sembuh dari kanker serviks sangatlah kecil jika ada dalam tahap ini. Dokter pun tidak akan merekomendasikan operasi untuk menangani pasien yang berada dalam stadium ini.

Biasanya, dokter akan melakukan kemoradioterapi untuk membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker, serta menguragi gejala-gejala kanker serviks.

Kanker serviks memang cukup sulit dideteksi, mengingat penyakit ini sangat jarang menimbulkan gejala apa pun. Apalagi jika kanker masih berada dalam stadium awal.

Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan deteksi dini kanker serviks, terutama apabila Anda memiliki faktor-faktor risikonya.

Anda bisa mencegah kanker serviks dengan melakukan vaksin HPV, tes pap smear, atau IVA test.

Hal ini penting untuk meminimalisir kemungkinan kanker serviks berkembang ke stadium lanjutan, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Semakin dini ditemukan, kemungkinan kanker untuk disembuhkan akan semakin besar.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 23, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 14, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca